Kumparan Logo

Masih Takut untuk Pulang, Begini Kabar Terbaru dari Miss Myanmar 2020

kumparanWOMANverified-green

Β·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kostum Nasional Miss Myanmar di Miss Universe 2020 Foto: Instagram @thuzar_wintlwin
zoom-in-whitePerbesar
Kostum Nasional Miss Myanmar di Miss Universe 2020 Foto: Instagram @thuzar_wintlwin

Semenjak ajang kecantikan Miss Universe 2020 selesai diselenggarakan, Thuzar Wint Lwin yang merupakan Miss Myanmar 2020 belum juga kembali ke negaranya. Penyebabnya karena belum kondusifnya situasi di Myanmar yang membuatnya takut untuk kembali pulang.

Terlebih saat mengikuti ajang Miss Universe 2020 yang diadakan di Florida, Amerika Serikat, Thuzar dengan sangat lantang menyuarakan protesnya terhadap militer Myanmar.

Protesnya tersebut juga disampaikan di babak National Costume yang mempersilahkan setiap negara untuk mengenakan kostum seindah mungkin. Tidak hanya indah, National Costume yang dipakai oleh para kontestan diharapkan memiliki makna yang mendalam.

Miss Myanmar, Thuzar Wint Lwin Foto: Instagram @thuzar_wintlwin

Thuzar sendiri sempat mengalami kesulitan karena kehilangan koper yang berisikan Nationa Costumenya. Akhirnya dengan sangat terpaksa perempuan berumur 22 tahun itu mengenakan kostum seadanya. Tetapi, kostum seadanya tersebut berhasil membawanya menyabet Best National Costume Miss Universe 2020.

Penampilannya semakin menarik atensi publik karena papan bertuliskan 'Pray for Myanmar' yang ia bawa ketika peragaan kostum. Karena protesnya yang cukup lantang itu, kabarnya, ia masuk ke dalam daftar penangkapan di Myanmar meski belum ada konfirmasi yang lebih lanjut.

embed from external kumparan

Hal itu yang membuat Thuzar tidak berani untuk kembali ke Myanmar. Mengutip GMA Entertainment, Thuzar memutuskan untuk tinggal sementara di Amerika Serikat. Syukurnya, komunitas Myanmar yang berada di Indianopolis memberikan tempat tinggal untuk Thuzar sementara waktu.

embed from external kumparan

Kabarnya, Thuzar juga akan ditetapkan statusnya sebagai seorang pengungsi. Bahkan, ia juga menerima perlindungan di Amerika Serikat untuk bisa bekerja. Kini, Thuzar akan memulai kariernya sebagai seorang model di New York.

embed from external kumparan

Sebelumnya, kepada New York Times, Thuzar sempat menceritakan ketakutannya ketika melihat beberapa teman selebritinya yang ditangkap setelah menyuarakan dan menentang kudeta tersebut.

embed from external kumparan

"Sebelum berangkat ke AS, saya sempat cemas apakah nama saya masuk ke dalam buronan militer atau tidak. Saya melihat laporan tentang orang-orang terkenal yang ditahan ketika mereka mencoba meninggalkan Myanmar, jadi saya memutuskan untuk memakai hoodie dan kacamata agar tidak dikenali di bandara Yangon. Saya harus melewati imigrasi dan saya sangat takut,” tutup Thuzar.

Penulis: Johanna Aprillia