Kumparan Logo

Memaknai Denyut Nadi yang Senyap Lewat Fashion Show Adrie Basuki di JF3 2026

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koleksi "Jantung Nadi" oleh Adrie Basuki di JF3 2026. Foto: JF3
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi "Jantung Nadi" oleh Adrie Basuki di JF3 2026. Foto: JF3

Fashion dan kesehatan nyatanya dapat dipertemukan di tangan desainer Adrie Basuki. Alumni program Fashion Course di Istituto Marangoni London ini mengangkat isu kesehatan jantung melalui koleksi bertajuk Jantung Nadi yang dipresentasikan di BRI JF3 Fashion Festival 2026.

Koleksi tersebut lahir dari pengalaman yang personal. Adrie kehilangan sang ayah akibat penyakit jantung. Duka itu kemudian ia terjemahkan menjadi rangkaian busana yang mengajak penonton kembali meresapi makna denyut jantung yang senyap.

Adrie Basuki dan Jasmine Kampono di JF3 2026. Foto: JF3

"Harapannya fashion show ini tidak hanya untuk kita berbagi keindahan dan estetik tentang fashion, tapi hopefully bisa pula membawa rasa dan semoga membawa mimpi-mimpi baru menjadi nyata," ujar Adrie sebelum peragaan dimulai.

Tak lama setelah sambutannya usai, musik dengan tempo cepat mulai memenuhi ruangan. Satu per satu model melangkah di atas runway membawa koleksi bernuansa cerah, mulai dari merah, oranye, kuning, hingga hijau. Keseluruhan penampilan dipoles melalui sentuhan styling dari Jasmine Kampono.

Tak hanya bermain warna, Adrie juga menyisipkan cerita lewat motif. Bersama Sadabhumi Batik, ia menghadirkan motif flora dan rempah yang selama ini dikenal sebagai tanaman herbal untuk menjaga kesehatan, seperti jahe, kayu manis, bawang, hingga pisang. Unsur-unsur tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam motif batik yang menghiasi berbagai siluet modern.

Koleksi "Jantung Nadi" oleh Adrie Basuki di JF3 2026. Foto: JF3

Penampilan pembuka menghadirkan atasan one-shoulder yang dipadukan dengan luaran berupa cardigan bernuansa merah marun. Tampilannya semakin dramatis berkat rok jingga terang dengan potongan pendek di bagian depan dan siluet mengembang membentuk ekor panjang di bagian belakang.

Prisia Nasution dalam balutan busana karya Adrie Basuki. Foto: JF3

Peragaan kemudian berlanjut dengan tampilan Prisia Nasution yang mengenakan dress off-shoulder bertali spaghetti. Siluetnya diperkaya permainan layering bertumpuk yang menciptakan dimensi sekaligus menghadirkan kesan dramatis tanpa terlihat berlebihan.

Warna oranye yang mendominasi busana tersebut tampak menyatu harmonis dengan rona kulit Prisia. Jika diperhatikan lebih dekat, lembar kainnya dihiasi motif berbentuk hati yang tersebar di berbagai sisi, menjadi simbol yang selaras dengan tema "Jantung Nadi".

Blazer kasual dari kain marmer. Foto: kumparan/Naela Marcelina

Tak berhenti pada pesan tentang kesehatan, Adrie juga kembali menunjukkan komitmennya terhadap praktik fesyen berkelanjutan sebagai identitasnya.

Sejumlah limbah kain ia olah menjadi material bermotif marmer yang kemudian disulap menjadi blazer kasual dengan karakter modern.

Benang sisa produksi yang disulap menjadi kain penuh statement. Foto: kumparan/Naela Marcelina

Selain itu, Adrie juga memanfaatkan benang sisa produksi yang dirangkai secara abstrak dengan perpaduan berbagai warna hingga menjadi selembar kain yang tampil sebagai fashion statement.

Penutupan show yang penuh haru

Penyintas kanker tutup peragaan koleksi "Jantung Nadi" karya Adrie Basuki. Foto: JF3

Suasana peragaan yang semula dipenuhi energi perlahan berubah menjadi lebih emosional saat memasuki penutup. Adrie memberikan panggung kepada para penyintas kanker sebagai bentuk penghormatan atas ketangguhan dan perjalanan panjang yang telah mereka lalui.

Satu per satu penyintas kanker payudara, kanker paru-paru, hingga kanker limfoma melangkah di atas runway dengan penuh percaya diri. Tepuk tangan penonton pun bergemuruh, mengiringi setiap langkah mereka sebagai simbol dukungan dan apresiasi atas perjuangan yang tak mudah.

Lewat "Jantung Nadi", Adrie merefleksikan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap isu kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Ia menunjukkan bahwa fesyen tak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga mampu menjadi medium untuk menyampaikan empati, harapan, dan pesan kemanusiaan.