Kumparan Logo

Mengenal 5 Tipe Body Shaming, Tak Cuma Soal Ukuran Tubuh

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi body shaming. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi body shaming. Foto: Shutter Stock

Istilah body shaming masih sering kita dengar hingga saat ini. Bahkan, tindakan body shaming juga kerap terjadi terjadi sampai sekarang. Tak jarang, kita masih mendengar ucapan-ucapan negatif tentang tubuh seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip Verywell Mind, body shaming paling sering tentang ukuran tubuh. Namun, komentar negatif tentang setiap aspek tubuh seseorang dianggap sebagai body shaming.

Dengan kata lain, body shaming sebenarnya merupakan komentar negatif yang mencakup hal lain, seperti ukuran tubuh, usia, rambut, dan lainnya. Nah, di bawah ini adalah beberapa tipe body shaming yang perlu diketahui seperti kumparanWOMAN rangkum dari Verywell Mind.

1. Berat badan

Ilustrasi body shaming. Foto: Shutter Stock

Banyak orang, termasuk perempuan, merasa malu dengan berat badan mereka. Mereka malu, entah karena berbadan terlalu besar atau terlalu kurus.

Mengatakan sesuatu yang negatif tentang seseorang yang berbadan besar termasuk dalam body shaming. Beberapa komentar yang termasuk body shaming soal berat badan, yakni “Kamu pasti cantik jika berat badan turun," atau "Kamu terlihat seperti tidak pernah makan."

2. Rambut atau bulu yang tumbuh di beberapa area tubuh

Manusia pada umumnya memiliki rambut atau bulu yang tumbuh di sekitar lengan, kaki, organ kelamin, dan ketiak. Namun, banyak orang memiliki gagasan bahwa perempuan perlu memiliki kulit yang mulus tanpa bulu. Komentar negatif tentang rambut atau bulu yang tumbuh di tubuh juga bisa disebut body hair shaming.

3. Makanan

Ilustrasi perempuan makan. Foto: Shutter Stock

Komentar negatif terhadap apa yang dimakan atau tidak dimakan oleh seseorang juga bisa disebut food-shaming. Hal ini umumnya dilakukan dalam kaitannya dengan ukuran tubuh. Salah satu contoh food-shaming, yakni “Kamu sangat gemuk, jangan makan cheesecake ini.”

4. Usia

Juga dikenal sebagai ageisme, age-shaming adalah diskriminasi atau intimidasi terhadap seseorang karena usianya. Ini biasanya berfokus pada orang tua atau populasi yang lebih tua.

Berkaitan dengan body shaming, contoh komentar negatif soal usia, yakni "Mereka terlalu tua untuk memakai riasan sebanyak itu." Mengutarakan komentar negatif tentang kerutan atau kulit kendur kepada seseorang juga termasuk body shaming.

5. Bentuk rambut

Salah satu standar kecantikan yang telah berkembang di masyarakat, yakni perempuan berambut lurus. Dengan demikian, perempuan berambut ikal, keriting, atau tekstur lainnya dianggap kurang menarik.

Komentar negatif terkait hal ini juga dikenal dengan sebutan texture-shaming. Mengatakan hal negatif soal rambut yang mulai botak atau menipis juga termasuk body shaming.