Kumparan Logo

Mengenal Perbedaan Siklus Menstruasi Normal dan Tidak Normal

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengenal Perbedaan Siklus Menstruasi Normal dan Tidak Normal. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Perbedaan Siklus Menstruasi Normal dan Tidak Normal. Foto: Shutter Stock

Umumnya, perempuan di usia subur akan mengalami menstruasi setiap bulannya. Namun, tidak semua perempuan menyadari dan mencatat siklus menstruasi mereka. Padahal mencatat siklus menstruasi penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya sumber penyakit seperti gangguan hormonal, kista, miom, dan lainnya.

Tak cuma menghitung atau mencatat, mengetahui perbedaan siklus menstruasi normal dan tidak normal juga tidak kalah penting, lho, Ladies. Normalnya, siklus menstruasi berlangsung 21 hingga 35 hari. Tapi kebanyakan perempuan hanya sampai 28 hari.

Supaya kamu tahu lebih banyak dan bisa membedakan siklus yang normal dan tidak, kumparanWOMAN telah merangkumnya. Dikutip dari Healthline, simak selengkapnya di bawah ini, Ladies.

Siklus Menstruasi Normal

Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock

Masa subur setiap perempuan bergantung pada siklus menstruasi yang dialaminya. Setiap perempuan umumnya memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Siklus ini dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Namun, siklus ini tidak bisa disamakan untuk setiap perempuan.

Umumnya, menstruasi dapat terjadi setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Ketika perempuan baru mengalami menstruasi, maka selama beberapa tahun pertama menstruasi dimulai, kebanyakan mereka akan mengalami siklus menstruasi yang cukup panjang. Namun, siklus tersebut lama kelamaan akan memendek dan menjadi lebih teratur seiring bertambahnya usia.

Ilustrasi menstruasi. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Untuk mengetahui siklus menstruasi yang teratur, biasanya ditandai dengan durasi menstruasi yang sama setiap bulannya. Ketika menstruasi, perempuan akan mengalami rasa nyeri ringan di pinggang atau perut. Namun ada juga perempuan yang tidak mengalami rasa sakit apa pun. Semua itu masih dianggap normal apabila kamu mengalami menstruasi secara teratur setiap bulannya dengan siklus 21–35 hari. Beda halnya, jika perempuan sudah mendekati menopause, siklus mungkin menjadi tidak teratur lagi setiap bulannya.

Siklus Menstruasi Tidak Normal

Siklus menstruasi tidak normal biasanya terjadi kurang atau melebihi siklus menstruasi normal. Gangguan siklus menstruasi tidak normal biasanya disebabkan oleh stres, perubahan hormon, dan berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock

Untuk mengetahui siklus menstruasi kamu tidak normal, ada beberapa tanda-tanda yang perlu diperhatikan seperti berikut ini:

  • Siklus menstruasi terjadi dua, hingga tiga kali berturut-turut dalam sebulan.

  • Siklus menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau melebihi dari 35 hari.

  • Aliran menstruasi yang jauh lebih deras atau lebih ringan dari biasanya.

  • Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari.

  • Disertai nyeri pada bagian anggota tubuh selain perut, kram, mual, atau muntah saat menstruasi.

  • Mengalami pendarahan hebat atau bercak yang terjadi di luar siklus menstruasi.

Ilustrasi Perempuan Menstruasi Foto: Shutterstock/Dean Drobot

Selain itu Ladies, kamu juga harus mengetahui bahwa siklus menstruasi yang tidak normal seperti yang sudah diuraikan di atas bisa menandakan adanya gangguan menstruasi. Mulai dari oligomenore yang terjadi apabila seorang perempuan jarang mengalami menstruasi dan menstruasi yang siklusnya tidak teratur.

Ada juga perdarahan uterus yang tidak normal dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur. Gejalanya dapat meliputi aliran menstruasi yang lebih banyak, periode yang berlangsung lebih dari tujuh hari atau pendarahan atau bercak di luar siklus setelah berhubungan intim atau setelah menopause.

Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock

Amenore juga bisa terjadi karena siklus menstruasi yang tidak normal. Amenore sendiri adalah kondisi ketika perempuan mengalami berhentinya menstruasi dan tidak terjadi sama sekali setiap bulannya.

Berhenti mengalami menstruasi selama 90 hari atau lebih, tentu dianggap tidak normal, kecuali mereka yang sedang hamil, menyusui, atau sudah mengalami menopause. Sedangkan, perempuan yang berusia muda dan belum mulai menstruasi pada usia 15 atau 16 tahun atau dalam tiga tahun setelah payudaranya mulai berkembang juga dianggap mengidap amenore.

Ladies, itulah serangkaian perbedaan antara siklus menstruasi yang normal dan tidak normal. Jika kamu mengalami tanda-tanda siklus menstruasi yang tidak normal, segera diskusikan gejala tersebut ke dokter.

Penulis: Nadya Zahira