Kumparan Logo

Mengenal Raffia Arshad, Hakim Berhijab Pertama dari Inggris

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raffia Arshad, Hakim berhijab pertama di Inggris. dok. ist
zoom-in-whitePerbesar
Raffia Arshad, Hakim berhijab pertama di Inggris. dok. ist

Belum lama ini, Inggris baru sama memilih hakim perempuan berhijab pertama. Ia adalah Raffia Arshad (40) yang baru saja dinobatkan sebagai Deputy District Judge di daerah Midlands. Bagi Raffia, ini adalah salah satu kehormatan baginya yang sudah bekerja di bidang hukum lebih dari 17 tahun lamanya.

Sejak kecil, ibu tiga anak ini selalu bermimpi untuk bisa bekerja di ranah hukum. Namun saat berkecimpung di bidang yang diidamkannya, ia justru merasa gagal mengenali seseorang yang 'mirip' dengannya, alias berasal dari keluarga muslim dan juga mengenakan hijab.

Namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk meraih mimpi, Raffia tetap melanjutkan karier di bidang hukum sebagai pengacara muslimah berhijab, yang akhirnya mengantarnya sebagai Wakil Hakim Distrik.

"Hal ini sangat berarti untuk saya. Namun terpilihnya saya sebagai wakil hakim bukan semata untuk diri saya sendiri, tetapi semua perempuan muslim. Saya senang karena banyak menerima e-mail dari perempuan yang mengucapkan selamat dan mengatakan bahwa mereka sempat ragu untuk mengejar karier sebagai pengacara dan hakim karena kerudung yang dikenakannya," cerita Raffia dalam wawancaranya pada Metro.

Jauh sebelum menjadi pengacara, Raffia sudah mengenakan hijab sejak kecil. Namun ia pernah diminta untuk melepas hijab oleh keluargnya pada 2001 lalu, saat akan melakukan wawancara beasiswa di Inns of Court School of Law. Tetapi, Raffia menolak dan mengatakan bahwa orang-orang harus menerima dia apa adanya, termasuk juga menerima hijab yang dikenakannya.

Raffia Arshad, Hakim berhijab pertama di Inggris. dok. ist

"Saya memutuskan untuk tetap mengenakan hijab walaupun bekerja di bidang hukum. Bagi saya, sangat penting untuk menerima orang apa adanya dan saya tak mau menjadi orang berbeda demi mengejar karier saya. Akhirnya saya tetap memakai hijab saat wawancara dan berhasil mendapatkan beasiswa," jelasnya Raffia.

Sebelum menjadi hakim, Raffia telah menjadi pengacara yang khusus menangani masalah sosial dan perempuan. Mulai dari masalah kawin paksa, kekerasan seksual, jual-beli anak-anak, hingga hal-hal lain yang diselesaikan secara hukum Islam.

Ia berharap, lewat pekerjaannya ini, para perempuan muslim di Inggris bisa mendapatkan inspirasi untuk mengejar kariernya, tanpa terhalang oleh hijab yang dikenakan.

"Saat ini, kantor pengadilan di Inggris sedang melakukan upaya untuk mempromosikan keberagaman. Pada saat mereka menunjuk saya, saya menjadi hakim pertama yang berhijab. Tapi mereka bukan memilih saya karena hijab, saya dipromosikan berdasarkan prestasi dan kinerja," demikian tutur Raffia Arshad.