kumparan
26 Agustus 2019 14:34

Mengunjungi Desa Kecantikan La Gacilly di Prancis bersama Yves Rocher

Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia
Prancis tidak hanya dikenal sebagai asal dari berbagai brand kecantikan ternama di dunia, namun juga terkenal sebagai salah sumber produk kecantikan berbahan organik terbaik. Salah satunya adalah Yves Rocher.
ADVERTISEMENT
Yves Rocher didirikan pada tahun 1959 oleh seorang ahli botani bernama Monsieur Yves Rocher di desanya La Gacilly yang terletak di daerah Britania atau Bretagne, Prancis. Sejak saat itu hingga sekarang, La Gacilly menjadi sumber dari berbagai bahan atau ingredients yang digunakan dalam produk-produk Yves Rocher.
Awal Agustus lalu, untuk merayakan warisan dari Yves Rocher yang meninggal pada 2009 lalu, Yves Rocher Indonesia mengajak beberapa media untuk ‘mengunjungi’ desa La Gacilly. Namun kami tidak benar-benar terbang ke Prancis, karena kali ini kami mengunjung La Gacilly cukup melalui teknologi virtual reality.
Acara yang diadakan di counter Yves Rocher di Mall Paris Van Java ini membawa kami melihat indahnya sudut-sudut desa La Gacilly, pusat penelitian hingga Eco Spa Yves Rocher.
Tim kumparanWOMAN sedang menikmati virtual reality tour ke Desa La Gacilly, Prancis bersama Yves Rocher Indonesia. (NOTCOVER)
Tim kumparanWOMAN sedang menikmati virtual reality tour ke Desa La Gacilly, Prancis bersama Yves Rocher Indonesia. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher (NOT COVER)
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia
Monsieur Yves Rocher pertama kali meluncurkan produk perawatan kulit pada tahun 1959 berupa krim anti radang yang terbuat dari ekstrak bunga Chamomile. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan produk-produk perawatan tubuh yang terbuat dari tanaman organik. Di desa La Gacilly inilah, Yves Rocher menanam, meneliti, mengolah, memproduksi serta mendistribusikan semua produk mereka. Lahan milik Yves Rocher seluas 55 hektar saat ini ditanami 7 jenis tumbuhan dan bunga khas yang ditanam secara organik dan kemudian diolah menjadi produk-produk kecantikan dari Yves Rocher.
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher (NOT COVER)
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia
Salah satunya adalah Yves Rocher Shine Rinsing Vinegar, produk rambut yang dapat membersihkan kulit kepala dan membuat rambut lebih halus yang terbuat dari cuka rapsberry.
Produk perawatan rambut Shine Rinsing Vinegar dari Yves Rocher (NOTCOVER)
Produk perawatan rambut Shine Rinsing Vinegar dari Yves Rocher. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia.
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher (NOT COVER)
Desa La Gacilly di Prancis, tempat asal produk kecantikan Yves Rocher. Foto: Dok. Yves Rocher Indonesia
“Desa La Gacilly memiliki ekosistem yang seimbang antara tumbuhan, hewan, dan manusia. Berbagai aktifitas Yves Rocher dilakukan dengan prinsip tetap menjaga keindahan dan kelestarian alam. Oleh karena itu, kami ingin mengajak teman-teman semua agar dapat merasakan keindahan desa La Gacilly melalui Virtual Reality. Dengan adanya Virtual Reality ini, teman-teman bisa berjalan-jalan ‘langsung’ dan berkeliling desa La Gacilly serta bermain di lahan organik dan Eco Spa Hotel milik Yves Rocher”, ungkap Regina Widjaja, General Manager Marketing & Sales Operations Yves Rocher Indonesia yang juga hadir di Paris Van Java Mall.
ADVERTISEMENT
Untuk Anda yang tertarik mengikuti virtual reality tour ke Desa La Gacilly Yves Rocher, jangan khawatir karena kegiatan ini masih akan diadakan di berbagai counter Yves Rocher hingga pertengahan September mendatang. Anda bisa menikmatinya di Pondok Indah Mall(22-28 Agustus), Mall Kelapa Gading dan Pacific Place (29 Agustus- 4 September), Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza 6, Surabaya (5-8 September), Sun Plaza Medan (12-15 September) dan Mall Bali Galeria (13-16 September).
Bon Voyage!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan