Menyangkal Perasaan Duka, Ini Dampak Buruknya Menurut Psikolog
ยทwaktu baca 1 menit

Seseorang perlu melewati beberapa tahapan untuk bisa terlepas dari perasaan duka. Proses ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Alih-alih menganggap semuanya baik-baik saja, orang yang berduka tak jarang kembali jatuh ke dalam perasaannya.
Mengutip Very Well Mind, setidaknya ada lima tahap yang akan dihadapi seseorang yang berduka, yakni denial (penyangkalan), anger (marah), bargaining (menawar), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan).
Penyangkalan menjadi salah satu tahap yang sering terjadi pada beberapa orang. Perasaan ini akan muncul secara alami, terlebih ketika seseorang berduka akibat kehilangan sosok yang dicintai. Ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi padanya. Penyangkalan ini pula yang justru membuatnya tidak bisa bangkit dan memicu dampak buruk lainnya.
Liza Marielly Djaprie, psikolog klinis sekaligus hipnoterapi asal Jakarta, menyebutkan bahwa menyangkal perasaan duka juga bisa menyebabkan dampak buruk untuk diri sendiri, baik secara mental maupun fisik.
"Denial yang terlalu lama bisa menyebabkan grief itu tertunda atau delay. Sehingga bisa menyebabkan yang namanya pathological grief. Jadinya, perasaan duka tidak terolah dengan baik," jelas Liza ketika diwawancarai oleh tim kumparanWOMAN pada Senin (2/8) lalu.
Pathological grief merupakan kondisi seseorang terjebak dalam duka yang terlalu lama. Penyebab utama dari pathological grief adalah penyangkalan.
Jika sudah seperti itu, bukan tidak mungkin kamu akan mengalami gangguan kesehatan mental dan fisik, seperti depresi, kecemasan, hingga insomnia. "Kalau kita denial dan kabur dari perasaan itu, maka khawatir perasaan tersebut akan meledak di kemudian hari," ujar Liza.
Mengutip Psychiatry Advisor, seseorang yang mengalami kondisi pathological grief sulit untuk menemukan jati dirinya. Akibatnya, ia kesusahan untuk bisa melangkah maju ke proses selanjutnya dari berduka.
Ia juga tidak dapat melakukan tugas sehari-hari secara normal dan menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Pathological grief dapat mengakibatkan beberapa kondisi, seperti kanker, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan penurunan kualitas hidup.
Liza pun mengingatkan bahwa perasaan duka tidak perlu disangkal. Menurutnya, perasaan tersebut adalah hal yang normal untuk dirasakan.
"Duka itu adalah hal yang wajar, ini adalah respons yang sangat alamiah dan manusiawi ketika kehilangan seseorang. Jadi, seharusnya itu diterima dulu. Pertama ketika muncul perasaan duka, kita perlu untuk mengakuinya," tambah Liza.
Ketika sudah mengakui adanya perasaan duka tersebut, seseorang tentunya lebih merasa lega dan nyaman untuk melakukan aktivitas lainnya.
