Kumparan Logo

Penting, Ini Waktu & Cara Tepat Lakukan SADARI untuk Deteksi Kanker Payudara

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penting, Ini Waktu & Cara Tepat Lakukan SADARI untuk Deteksi Kanker Payudara. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Penting, Ini Waktu & Cara Tepat Lakukan SADARI untuk Deteksi Kanker Payudara. Foto: Shutter Stock

Ladies, kanker payudara masih menjadi penyakit yang paling berisiko tinggi untuk perempuan. Data dari WHO tahun 2020 memperkirakan 7.8 juta perempuan terdiagnosis kanker payudara.

Mirisnya lagi, menurut Fellow Bedah Onkologi di RSUPN Cipto Mangunkusumo, dr. Sinta Chaira Maulanisa, SpB, kanker payudara itu tidak bisa dicegah, Ladies. Namun bisa dideteksi secara dini sehingga dapat menurunkan risiko kematian.

Ladies Talk: Bicara Kanker Payudara bersama Ahli dan Penyintas. Foto: kumparan

"Kanker payudara itu tidak bisa dicegah, tapi bisa dideteksi secara dini. Kenapa penting melakukan deteksi dini? Makin awal kita tahu, kemungkinan untuk bertahan hidup bisa mencapai 100 persen. Kesempatan hidupnya juga bisa lebih lama. Tapi makin lama terdeteksi, maka kemungkinan untuk bertahan juga makin menurun," ungkap dr. Sinta Chaira Maulanisa, SpB dalam program Ladies Talk kumparanWOMAN yang bertajuk "Dokter & Survivor Bicara Kanker Payudara," pada Jumat (22/10)

video youtube embed

Lalu kira-kira kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI? Sinta memaparkan bahwa SADARI bisa dilakukan sejak perempuan sudah mengalami menstruasi. Namun perempuan yang sudah wajib melakukan SADARI secara rutin adalah pada usia 20 tahun.

Lakukan SADARI secara rutin setiap satu bulan sekali. Waktu yang tepat adalah 7-10 hari dari hari pertama menstruasi. Ini dilakukan supaya kita bisa lebih mudah mendeteksi adanya perbedaan pada payudara. Sebab saat menstruasi kelenjar payudara sedang membesar sehingga kita bisa kesulitan membedakan kondisinya," jelasnya.

Selanjutnya, Sinta juga mengatakan kalau perempuan yang sedang menyusui, memiliki siklus menstruasi yang tidak rutin, dan mengalami menopause juga tetap harus melakukan SADARI.

"Perempuan yang menyusui, jadwal menstruasi tidak rutin, dan menopause juga tetap harus melakukan SADARI. Kalau menstruasi tidak rutin, lakukan pada tanggal yang sama tiap bulan. Misalnya bulan ini melakukan SADARI pada tanggal 1, maka bulan depan lakukan juga di tanggal yang sama," pungkasnya.

Langkah tepat melakukan SADARI

Nah, untuk Ladies yang baru ingin rutin melakukan SADARI, kumparanWOMAN telah merangkum beberapa langkah yang harus dilakukan. Kira-kira seperti apa caranya? Dilansir dari video Rumpian Beha Yayasan Kanker Payudara Indonesia, ikuti prosesnya di bawah ini, ya.

1. Berdiri di hadapan kaca

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

SADARI dianjurkan dilakukan setelah mandi. Caranya, coba menghadap ke cermin dan perhatikan kedua payudara. Sebelum memeriksa payudara, pastikan kamu tahu area mana saja yang tak boleh luput dari sentuhan.

Batas atas adalah dua jari di atas tulang selangka. Lalu batas bawahnya adalah garis melingkar payudara. Terakhir, batas tengahnya adalah garis tengah tubuh.

2. Letakkan kedua tangan di belakang kepala

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Untuk mulai melakukan pemeriksaan, letakkan kedua tangan di belakang kepala. Masih berdiri di depan cermin, arahkan siku kamu ke depan dan ke belakang sambil mengamati kedua payudara.

3. Letakkan kedua tangan di pinggang

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Selanjutnya, letakkan kedua tangan di pinggang seperti sedang berkacak pinggang. Kemudian bungkukkan badan hingga payudara dalam posisi menggantung. Lalu rasakan apakah ada yang bergerak saat payudara berada dalam posisi tersebut. Kalau sudah, kembali berdiri tegak.

4. Letakkan tangan kiri di belakang kepala

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Langkah berikutnya, arahkan tangan kiri ke belakang hingga menyentuh bagian atas punggung. Kemudian gunakan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kanan untuk meraba area payudara kiri. Periksa hingga ke ketiak.

Lakukan pijatan tiga jari ke atas dan ke bawah. Lalu lakukan gerakan memutar sambil tetap dipijat dan dirasakan. Terakhir lakukan gerakan pijatan dari area luar payudara menuju puting. Kemudian lakukan gerakan serupa untuk payudara kanan.

5. Tekan puting untuk melakukan deteksi

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Kemudian, tekan puting dengan lembut dengan jari telunjuk dan jempol. Ini perlu dilakukan untuk melihat apakah puting mengeluarkan cairan. Kalau ada cairan yang keluar, segera konsultasi ke dokter.

6. Periksa dengan posisi tubuh telentang

Cara melakukan SADARI di rumah. Foto: dok. YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia

Langkah terakhir, posisikan tubuh telentang dan letakkan bantal di bawah pundak sebelah kanan. Selanjutnya letakkan tangan kanan di belakang kepala dan lanjutkan memeriksa payudara dengan tiga jari. Tekan dan rasakan seluruh bagian payudara hingga ke sekitaran ketiak.

Lakukan gerakan ke atas dan ke bawah, memutar, dan mengarah ke puting. Ulang langkah ini pada payudara sebelah kiri.

Saat memeriksa payudara, perhatikan hal-hal seperti benjolan pada payudara, kulit kemerahan, payudara menebal, berkerut, berlengsung pipit, puting tertarik ke dalam, hingga cairan keluar dari puting.