Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Perbedaan Hyaluronic Acid, Glycolic Acid, dan Salicylic Acid pada Skin Care
29 Agustus 2022 9:05 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Perkembangan teknologi skin care yang diusung oleh banyak merek membuat kita mengenal berbagai komposisi yang biasa digunakan sebagai bahan aktif. Komposisi tersebut dikenal ampuh untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kulit, seperti jerawat, dehidrasi, hingga membuat kulit tampak cerah dan awet muda.
ADVERTISEMENT
Ladies mungkin juga sudah tak asing lagi dengan kandungan yang memiliki nama acid atau asam, seperti hyaluronic acid, glycolic acid, dan salicylic acid. Namun, sudahkah kamu mengetahui apa perbedaan di antara bahan aktif tersebut?
Nah, supaya perawatan kulit kamu memberikan hasil terbaik, simak perbedaan selengkapnya dari ketiga kandungan tersebut dalam artikel ini.
Hyaluronic acid
Dikutip dari laman Instyle, hyaluronic acid adalah jenis senyawa alami yang terdapat dalam tubuh dan berfungsi menjaga kulit tetap terhidrasi. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah asam ini pun akan berkurang jumlahnya dalam tubuh, yang akan menyebabkan tubuh dehidrasi.
Hyaluronic acid atau asam hialuronat ini juga bisa digunakan untuk semua jenis kulit sebagai pelembap harian yang ringan. Skin care dengan kandungan ini dikenal sangat bagus untuk menghidrasi kulit.
ADVERTISEMENT
Bagi kamu yang memiliki jenis kulit kering atau dehidrasi, gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan hyaluronic acid karena akan memberi hidrasi yang baik pada kulit dan dapat menghindari penuaan dengan menjaga kelembapan.
Salicylic acid
Asam jenis salicylic ini dikenal sejak lama akan kemampuannya untuk mengatasi kulit berjerawat. Penggunaan salicylic acid mampu mengelupas kulit yang sedang mengalami inflamasi (berjerawat) dan menjaga pori-pori agar tetap bersih, seperti dikutip dari laman Healthline.
Biasanya, senyawa aktif ini akan kamu temukan pada serum atau sabun pencuci muka dengan konsentrasi 0,5-2 persen, dan dalam produk acne spot. Memiliki sifat antiinflamasi, salicylic acid juga aman digunakan pada kulit gelap yang rentan mengalami hiperpigmentasi.
Selain ampuh untuk mengobati jerawat, asam salisilat juga dapat menyamarkan noda bekas jerawat, melasma (bercak pada wajah), kerusakan akibat sinar matahari (sunburn), hingga bintik-bintik penuaan dini.
ADVERTISEMENT
Glycolic acid
Menurut Dr. Patricia Wexler, seorang dokter kulit selebriti asal New York, glycolic acid adalah jenis asam yang paling populer di antara jenis asam yang lainnya. Produk kecantikan dengan bahan aktif ini dapat digunakan oleh jenis kulit normal untuk mencegah penuaan dini.
Melansir laman The Cut, asam glikolat sering direkomendasikan oleh banyak dokter kulit karena memiliki formula yang lembut dan telah terbukti khasiatnya untuk mengatasi penuaan.
Dibandingkan dengan asam yang lain, glycolic acid memiliki molekul terkecil yang dapat menembus kulit dengan mudah untuk memberikan kulit hasil optimal. Asam glikolat juga dapat bekerja untuk merangsang kolagen, yang mampu menyamarkan garis-garis halus, kerutan, dan meratakan warna kulit.
ADVERTISEMENT