Kumparan Logo

Perbedaan Hyaluronic Acid, Glycolic Acid, dan Salicylic Acid pada Skin Care

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi skin care. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi skin care. Foto: Shutter Stock

Perkembangan teknologi skin care yang diusung oleh banyak merek membuat kita mengenal berbagai komposisi yang biasa digunakan sebagai bahan aktif. Komposisi tersebut dikenal ampuh untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kulit, seperti jerawat, dehidrasi, hingga membuat kulit tampak cerah dan awet muda.

Ladies mungkin juga sudah tak asing lagi dengan kandungan yang memiliki nama acid atau asam, seperti hyaluronic acid, glycolic acid, dan salicylic acid. Namun, sudahkah kamu mengetahui apa perbedaan di antara bahan aktif tersebut?

Nah, supaya perawatan kulit kamu memberikan hasil terbaik, simak perbedaan selengkapnya dari ketiga kandungan tersebut dalam artikel ini.

Hyaluronic acid

Ilustrasi memakai pelembap Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Instyle, hyaluronic acid adalah jenis senyawa alami yang terdapat dalam tubuh dan berfungsi menjaga kulit tetap terhidrasi. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah asam ini pun akan berkurang jumlahnya dalam tubuh, yang akan menyebabkan tubuh dehidrasi.

Hyaluronic acid atau asam hialuronat ini juga bisa digunakan untuk semua jenis kulit sebagai pelembap harian yang ringan. Skin care dengan kandungan ini dikenal sangat bagus untuk menghidrasi kulit.

Bagi kamu yang memiliki jenis kulit kering atau dehidrasi, gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan hyaluronic acid karena akan memberi hidrasi yang baik pada kulit dan dapat menghindari penuaan dengan menjaga kelembapan.

Salicylic acid

Ilustrasi jerawat kemerahan Foto: Shutterstock

Asam jenis salicylic ini dikenal sejak lama akan kemampuannya untuk mengatasi kulit berjerawat. Penggunaan salicylic acid mampu mengelupas kulit yang sedang mengalami inflamasi (berjerawat) dan menjaga pori-pori agar tetap bersih, seperti dikutip dari laman Healthline.

Biasanya, senyawa aktif ini akan kamu temukan pada serum atau sabun pencuci muka dengan konsentrasi 0,5-2 persen, dan dalam produk acne spot. Memiliki sifat antiinflamasi, salicylic acid juga aman digunakan pada kulit gelap yang rentan mengalami hiperpigmentasi.

Selain ampuh untuk mengobati jerawat, asam salisilat juga dapat menyamarkan noda bekas jerawat, melasma (bercak pada wajah), kerusakan akibat sinar matahari (sunburn), hingga bintik-bintik penuaan dini.

Glycolic acid

Ilustrasi Mengaplikasikan Serum Foto: Dok. Shutterstock

Menurut Dr. Patricia Wexler, seorang dokter kulit selebriti asal New York, glycolic acid adalah jenis asam yang paling populer di antara jenis asam yang lainnya. Produk kecantikan dengan bahan aktif ini dapat digunakan oleh jenis kulit normal untuk mencegah penuaan dini.

Melansir laman The Cut, asam glikolat sering direkomendasikan oleh banyak dokter kulit karena memiliki formula yang lembut dan telah terbukti khasiatnya untuk mengatasi penuaan.

Dibandingkan dengan asam yang lain, glycolic acid memiliki molekul terkecil yang dapat menembus kulit dengan mudah untuk memberikan kulit hasil optimal. Asam glikolat juga dapat bekerja untuk merangsang kolagen, yang mampu menyamarkan garis-garis halus, kerutan, dan meratakan warna kulit.

Ladies, itulah perbedaan dari hyaluronic acid, salicylic acid, dan glycolic acid, kandungan pada skin care yang dapat digunakan untuk jenis kulit tertentu. Jadi, kamu bisa menyesuaikan pemakaian ketiganya agar kulit wajah jadi lebih sehat dan ternutrisi.

Frequently Asked Question Section

Jenis kulit apa yang cocok menggunakan hyaluronic acid?

chevron-down

Hyaluronic acid adalah asam terbaik untuk jenis kulit kering. Pemakaian asam hialuronat secara rutin dapat menghidrasi kulit dengan ampuh untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Hyaluronic acid bisa digunakan untuk semua jenis kulit sebagai pelembap harian yang ringan.

Jenis kulit apa yang cocok menggunakan salicylic acid?

chevron-down

Salicylic acid atau asam salisilat cocok digunakan bagi kamu yang memiliki kulit berjerawat, berminyak atau rentan terhadap pigmentasi.

Jenis kulit apa yang cocok menggunakan glycolic acid?

chevron-down

Glycolic acid dapat digunakan untuk kulit dengan warna kulit tidak rata, terdapat garis halus atau kerutan, kulit yang tidak berminyak atau normal cenderung kering, dan yang memiliki sedikit atau tidak ada jerawat sama sekali.

Apakah kandungan asam pada produk skin care dapat dicampur?

chevron-down

Penggunaan bahan aktif ini harus kamu perhatikan dengan baik karena beberapa asam dalam produk skin care tidak dapat dicampur. Hindari pemakaian asam salisilat bersamaan dengan asam lainnya, hal ini akan membuat kulit kamu mengalami iritasi ekstrim. Jangan campur asam salisilat dengan produk yang menggunakan kandungan niacinamide. Kemudian, kamu juga harus menghindari penggunaan AHA dengan retinol ketika sedang menggunakan asam hialuronat, salisilat, dan glikolat ini.