Kumparan Logo

Perempuan Terkaya di Dunia Buka Kampus Kedokteran, Gratiskan 5 Angkatan Pertama

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alice Walton. Foto: Rick Wilking/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Alice Walton. Foto: Rick Wilking/Reuters

Ladies, pernah dengar nama Alice Walton? Alice merupakan putri satu-satunya dari pendiri Walmart, Sam Walton, sekaligus perempuan terkaya di dunia saat ini versi Forbes. Titel perempuan terkaya di dunia ini direbut olehnya dari penerus L'Oréal Francoise Bettencourt Meyers. Walmart dikenal sebagai gerai serba ada yang menjual kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Sampai hari ini, Walmart memiliki ribuan toko di berbagai negara dan menjadi ikon bisnis ritel global.

Dengan kekayaan mencapai sekitar USD 111.1 miliar atau Rp 1,7 kuadriliun, Alice baru saja mendirikan Alice L. Walton School of Medicine (AWSOM) di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat.

Sekolah Kedokteran dengan Misi Sosial

Alice L. Walton School of Medicine (AWSOM) di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat. (Foto: Alice L. Walton School of Medicine)

Dilansir Times, sekolah kedokteran ini resmi berdiri dengan misi utama untuk mencetak dokter masa depan yang bukan hanya cerdas tetapi juga memiliki kepedulian tinggi dengan kesehatan masyarakat.

Alice yang memang dikenal sebagai seorang filantropi mengumumkan bahwa ia akan menggratiskan biaya kuliah untuk lima angkatan pertama. Jika biasanya menempuh pendidikan kedokteran menelan biaya miliaran rupiah, kini bisa diperoleh tanpa biaya sepeser pun.

Pendidikan kedokteran dikenal sangat mahal dan sering kali menjadi penghalang bagi calon mahasiswa berbakat. Dengan kebijakan ini, Alice ingin membuka kesempatan yang lebih merata. Setiap orang yang memiliki kemampuan dan semangat besar bisa menempuh pendidikan kedokteran tanpa perlu memikirkan masalah finansial.

Kurikulum pendidikan yang inovatif dan mengedepankan kemanusiaan

Alice L. Walton School of Medicine (AWSOM) di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat. (Foto: Alice L. Walton School of Medicine)

Alice menghadirkan konsep inovatif dalam desain dan kurikulumnya. Gedung kampus dirancang dengan arsitektur modern dan ruang terbuka hijau yang mendukung kesehatan mental mahasiswa. Kurikulumnya pun menggabungkan ilmu kedokteran tradisional dengan pendekatan integratif, seperti mindfulness, nutrisi, dan teknologi medis terkini.

Pendekatan ini diharapkan dapat melatih empati para calon dokter dan memperkuat keterampilan observasi mereka. Program ini juga diperkaya dengan seni dan humaniora, misalnya kelas menggambar di museum seni Crystal Bridges.

Sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab tantangan kesehatan di Amerika

Alice L. Walton School of Medicine (AWSOM) di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat. (Foto: Alice L. Walton School of Medicine)

Alice Walton melihat bahwa kesehatan di Amerika Serikat menghadapi banyak masalah. Biaya yang sangat tinggi, pelayanan yang tidak merata, serta kurangnya tenaga medis di wilayah pedesaan membuat masyarakat kerap kali kesulitan mendapatkan layanan yang layak. Arkansas, tempat didirikannya AWSOM, bahkan termasuk ke dalam daftar salah satu negara bagian dengan tingkat kesehatan terendah.

Dilansir Arkansas Center for Health Improvement, Arkansas berada di peringkat keseluruhan ke-47 dari 50 negara bagian dan District of Columbia dalam hal kesehatan perempuan serta layanan reproduksi.

Melalui sekolah ini, Alice Walton berharap dapat melahirkan dokter yang mampu membawa perubahan nyata untuk masyarakat Amerika. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara dokter dan pasien, serta perlunya pencegahan penyakit sejak dini. Visi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada tes dan prosedur medis yang mahal.

Minat untuk masuk AWSOM pun sangat tinggi. Dari lebih dari 2.000 pendaftar, hanya kurang dari 3 persen yang berhasil diterima. Mahasiswa terpilih akan mendapat pendidikan terbaik, fasilitas lengkap, dan bebas dari biaya kuliah.

Penulis: Zulfa Salman

BACA JUGA: Alice Walton, Anak Pemilik Walmart yang Jadi Perempuan Terkaya versi Forbes