Perempuan Ternyata Lebih Berisiko Terkena Demensia, Ini Deretan Faktanya
ยทwaktu baca 3 menit

Ladies, tahukah kalian bahwa September bisa dibilang sebagai bulan untuk para penderita demensia? Ya, setiap tanggal 21 September masyarakat global memperingati Hari Alzheimer Sedunia. Alzheimer sendiri merupakan penyebab paling umum dari demensia atau pikun.
Sebagai informasi, demensia adalah penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, emosi, pengambilan keputusan, dan fungsi otak lainnya. Demensia juga merupakan suatu kondisi medis yang menyebabkan disabilitas pada sejumlah besar populasi global. Demensia sendiri ternyata cukup memengaruhi kehidupan perempuan yang mengalami demensia atau perempuan yang merawat orang dengan demensia.
Menurut Dr. dr. Yuda Turana, SpS dari organisasi non-profit Alzheimer Indonesia, pada beberapa studi di Indonesia, kasus kecurigaan demensia pada lansia khususnya perempuan terjadi sekitar 20 sampai dengan 30 persen, khususnya pada lansia pendidikan rendah dan adanya riwayat stroke. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pada hampir semua studi nasional maupun global menyebutkan perempuan lebih berisiko terkena demensia.
Lantas, seperti apa deretan fakta lain tentang demensia pada perempuan? Berikut penjabaran selengkapnya seperti kumparanWOMAN rangkum dari berbagai sumber.
1. Lebih banyak perempuan terkena demensia
Faktanya, lebih banyak perempuan terkena demensia daripada laki-laki. Menurut sebuah publikasi dari Dr Aoife Kiely, Research Communications Officer di Alzheimer's Society pada 2018, jumlah perempuan yang mengalami demensia melebihi jumlah laki-laki di seluruh dunia. Hasil-hasil pemindaian otak juga mengungkapkan bahwa tingkat kematian sel-sel otak lebih cepat terjadi pada perempuan daripada laki-laki.
Perempuan memang memiliki harapan hidup lebih lama daripada laki-laki. Namun, risiko demensia kian meningkat seiring bertambahnya usia perempuan.
Sebuah laporan dari Alzheimer's Disease International (ADI) ternyata juga mengungkapkan hal serupa, yakni prevalensi demensia juga lebih tinggi pada perempuan ketimbang laki-laki. Perempuan juga lebih berisiko terkena demensia dan gejala yang mereka alami lebih parah.
2. Hormon estrogen memberikan pengaruh
Hormon estrogen merupakan hormon yang berperan penting dalam kehidupan perempuan, mulai dari menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Hormon ini ternyata juga berpengaruh terhadap otak, kesehatan mental, sistem kardiovaskular, dan lainnya.
Masih merujuk pada sebuah publikasi dari Dr Aoife Kiely, Research Communications Officer di Alzheimer's Society, beberapa penelitian menunjukkan bahwa estrogen dapat melindungi sel-sel otak.
Jika seorang perempuan memiliki lebih banyak estrogen, dia lebih kecil kemungkinan mengalami demensia. Contoh perempuan dengan kondisi ini, yaitu perempuan yang mulai menstruasi pada usia lebih muda, memiliki setidaknya satu anak, dan tidak terlalu dini mengalami menopause.
3. Kesehatan jantung berpengaruh pada risiko demensia
Meningkatkan kesehatan jantung ternyata juga merupakan cara tepat untuk menurunkan risiko demensia. Kesehatan jantung yang memengaruhi risiko demensia kemungkinan juga berhubungan dengan jenis kelamin. Misalnya, tekanan darah tinggi di usia paruh baya dipercaya meningkatkan risiko demensia pada perempuan.
