Raegitazoro Tuangkan Emosi dalam Peragaan Koleksi Lumen di JF3 2026

Alunan musik melankolis menyapa penonton dalam perhelatan fashion show Raegitazoro di gelaran BRI JF3 Fashion Festival 2026 pada Minggu (26/7). Langkah para model pada sequence pertama bergerak lembut menyapu lantai runway—berbeda dari banyak peragaan busana yang biasanya memiliki tempo cepat.
Peragaan bertajuk Lumen: From Her Shadow to My Light itu dibuka dengan penampilan aktris sekaligus penyanyi Tissa Biani, kemudian disusul oleh Rangga Moela, mantan anggota boyband SM*SH dengan mengenakan busana bernuansa biru.
Tissa tersenyum tipis dengan tatanan rambut sleek. Penampilannya sore itu dibalut gaun midi berkerah dengan dasi yang disampirkan pada bagian saku. Perempuan kelahiran 2002 tersebut turut mengenakan puff leg warmers—aksesori penutup kaki—yang puffy bak bungkus permen.
Sementara itu, Rangga tampil dramatis dengan permainan layering. Ia mengenakan kemeja yang dilapisi jaket berwarna senada. Atasan tersebut kemudian dipadukan dengan ornamen pita besar pada bagian dada, celana pendek, serta boots hitam yang menambah sentuhan statement.
Pada sequence pertama, jenama yang didirikan Raegita Oktora pada 2014 ini menghadirkan busana bernuansa biru dengan perpaduan motif garis (stripes) serta detail ruffle yang feminin. Selain itu, Raegitazoro juga menghadirkan permainan craftsmanship berupa penggabungan beberapa potong kain yang dijahit menjadi stripes abstrak untuk menciptakan tekstur pada sejumlah tampilan.
Dari alunan musik yang sendu, Raegitazoro secara mengejutkan mengubah tempo menjadi bergemuruh bak amarah yang tengah meletup-letup. Jika pada awalnya para model berjalan dengan langkah lembut, pada sequence berikutnya mereka melangkah dua kali lebih cepat—dibalut busana nuansa merah dan hitam.
Model pertama memamerkan busana kasual two pieces berwarna merah menyala. Pada bagian kemeja, Raegitazoro memberikan sentuhan feminin nan dramatis melalui aksen pita besar yang menutupi leher.
Busana pada sequence kali ini tak berhenti pada gaya kasual. Raegitazoro juga menghadirkan permainan craftsmanship seperti sequence pertama namun kali ini bernuansa merah yang bold.
Ketegangan pun mereda pada sequence penutup. Sentuhan hijau neon hadir sebagai simbol transisi, pembaruan, sekaligus lahirnya perspektif baru. Warna tersebut berpadu dengan siluet yang tegas dan modern.
Pada sequence terakhir, Raegitazoro menonjolkan sisi tailoring yang presisi dalam merancang busana, mulai dari potongan blazer, vest, hingga kulot yang menciptakan ilusi tubuh lebih jenjang.
Contohnya terlihat pada salah satu busana serba hijau neon. Meski hanya menggunakan satu warna, Raegitazoro membuktikan bahwa sebuah outfit tetap dapat terlihat menarik melalui permainan layering dan sentuhan tailoring yang tepat.
Tak terpaku pada satu warna, Raegita juga memadukan hijau neon dengan nuansa earth tone yang kontras. Pada salah satu penampilan, model berjalan mengenakan kemeja oversized berpalet earth tone yang dipadukan dengan celana hijau neon.
Koleksi yang penuh emosi ini terinspirasi dari mendiang ibu Raegita Oktora, Founder dan Creative Director Raegitazoro. Setiap busana dirancang untuk menerjemahkan warisan tak kasat mata yang diterima dari orang tercinta.
LUMEN berawal dari seseorang yang saya cintai, namun seiring waktu koleksi ini berkembang menjadi refleksi tentang apa yang kita pilih untuk terus kita bawa dalam hidup. Alih-alih sekadar mempertahankan masa lalu, saya ingin setiap busana merepresentasikan kekuatan yang tenang, ketangguhan, dan harapan yang terus membentuk diri kita,” ujar Raegita.
