Kumparan Logo

Rastrianez & Vina Muliana Bagikan Tips Membangun Karier di Tengah Pandemi

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rastrianez (kiri) & Vina Muliana (kanan) Foto: Instagram @coachanez & Instagram @vinamuliana
zoom-in-whitePerbesar
Rastrianez (kiri) & Vina Muliana (kanan) Foto: Instagram @coachanez & Instagram @vinamuliana

kumparanWOMAN kembali menghadirkan program Sister of Soul (SOS) yang digelar secara virtual lewat IG Live di platform Instagram kumparanWOMAN pada Jumat (27/8) kemarin.

Di episode kedua program IG Live SOS ini, kumparanWOMAN menyuguhkan tema ‘Serba-serbi Membangun Karier di Masa Pandemi’ yang bertujuan untuk mendukung perempuan Indonesia agar bisa bertahan di tengah kondisi yang serba tidak pasti.

Topik ini dikupas bersama Talent Development Coach & Co-Founder Talk to Coach, Rastrianez, serta eks asisten Wakil Menteri BUMN 1 & Pegawai BUMN di Mining Industry Indonesia (MIND ID), Vina Muliana. IG Live ini dipandu oleh Chief of kumparanWOMAN, Fitria Sofyani.

kumparan post embed

Membangun karier setelah terkena PHK akibat pandemi

Sesi IG Live dibuka dengan pembahasan seputar membangun karier setelah terkena PHK atau lay off akibat pandemi. Menurut Rastrianez, hal pertama yang harus dilakukan ketika kita terkena PHK atau lay off adalah take a moment untuk refresh atau mengenal diri lebih dalam.

“Jadi, fokus dulu perasaan ini, tuh, perasaan seperti apa, sih. Jadi, jangan langsung cari kerja kayak untuk balas dendam, tapi usahakan cari kerja setelah kita sudah merasa siap, sehingga orang akan menganggap kita berpotensi, punya kreativitas, dan kompetensi yang baik,” kata perempuan yang akrab disapa Coach Anez tersebut.

embed from external kumparan

Rastrianez melanjutkan bahwa saat menjalani proses mengenal diri tersebut, kamu bisa melakukan berbagai hal; seperti melakukan journaling, atau bisa juga bercerita dengan orang yang kita percaya, misalnya teman atau orang tua.

Take a moment untuk refresh atau mengenal diri lebih dalam itu sangat penting. Karena ketika apply kerja lagi, kita bukan takut karena tidak punya pekerjaan, tapi kita melamar kerja itu karena kita tahu apa yang kita mau dan kita bisa. Akhirnya kita bisa menjadi versi terbaik dari kita sendiri,” tambah Rastrianez.

kumparan post embed

Tips mengatasi burn out saat bekerja di rumah

Selain memberikan tips membangun karier setelah terkena PHK, Rastrianez juga memberikan beberapa tips untuk mengatasi burn out saat bekerja di rumah atau WFH. Burn out sendiri biasanya dipicu ketika seseorang terjebak dalam usaha yang keras untuk meningkatkan performa bekerja selama pandemi.

“Menurut pengalaman saya sendiri, burn out itu artinya kita punya sesuatu yang lebih dari kapasitas kita, baik dari segi waktu, energi, atau pekerjaan. Saat mengalami burn out, kita sebaiknya identifikasi dulu yang lebih dari kapasitas itu energinya, waktunya, pekerjaannya, atau sistem kerjanya. Setelah tahu secara spesifik apa yang membuat kita burn out, kita lalu cari solusinya,” lanjut Rastrianez.

Setelah tahu penyebab burn out, namun sadar bahwa kita tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendiri, Rastrianez pun menyarankan kita untuk bercerita kepada orang lain.

“Kamu bisa tanya kepada psikolog, psikiater atau coach. Atau kamu juga bisa cerita ke keluarga atau teman terdekat. Jadi yang penting kita harus bergerak sih, jadi jangan cuma diam saja ketika kita mengalami burn out,” lanjut Rastrianez.

kumparan post embed

Stres dan burn out ini biasanya mengarah kepada pikiran-pikiran negatif. Bahkan, beberapa juga mengarahkan seseorang untuk resign dari pekerjaannya. Nah, ketika dihadapkan dengan pikiran tersebut, Vina Muliana memberikan pesan kepada kita untuk tidak impulsif resign.

“Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari impulsif resign? Yang pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan diri dulu, tujuannya agar kita bisa berpikir lebih jernih. Yang kedua, sebelum resign kamu harus make sure dulu kamu itu meninggalkan legacy apa pada perusahaan sebelumnya, karena ketika pindah ke perusahaan lain biasanya mereka akan tanya apa yang sudah kamu lakukan di perusahaan sebelumnya,” terang Vina.

Di akhir acara, Vina juga memberikan pesan agar kita memikirkan kembali purpose of life atau tujuan hidup kita. “Karena perusahaan itu sebenarnya kapal yang membantu kita untuk sampai ke tujuan hidup kita. Kalau pekerjaan sekarang ini melenceng atau tidak sesuai dengan tujuan atau nilai-nilai diri silakan tidak masalah untuk resign, tapi kalau kamu memutuskan resign karena pikiran atau emosi sesaat sebaiknya jangan. Dan yang terakhir kalau memang sudah matang untuk resign, pastikan kalau kondisi keuangan kamu stabil selama 6-12 bulan ke depan,” tutup Vina Muliana.