Kumparan Logo

Sama-sama Menyerang Reproduksi Perempuan, Ini Bedanya Kanker Serviks & Ovarium

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kanker serviks. Foto: Siriluk ok/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kanker serviks. Foto: Siriluk ok/Shutterstock

Kanker serviks dan kanker ovarium (kanker rahim) merupakan jenis kanker yang umum menyerang reproduksi perempuan. Meski sering dianggap sama, ternyata kanker serviks dan kanker ovarium punya perbedaan yang signifikan, lho.

Mengetahui perbedaan antara kanker serviks dan kanker ovarium merupakan hal yang penting. Apalagi jika kamu, keluarga, atau teman memiliki penyakit tersebut. Pasalnya, penanganan untuk kedua penyakit tersebut berbeda.

Agar kamu tidak keliru, berikut ulasan tentang perbedaan kanker serviks dan kanker ovarium yang dikutip dari Medical News Today. Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini, Ladies.

Perbedaan kanker serviks dan kanker ovarium

Ilustrasi kanker serviks. Foto: Iryna Inshyna/Shutterstock

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di serviks atau yang biasa dikenal dengan mulut rahim. Serviks merupakan bagian dari sistem reproduksi yang menghubungkan vagina dengan tubuh utama rahim. Kanker serviks paling sering terjadi pada perempuan yang berusia 30 tahun ke atas.

Sementara itu, kanker ovarium terjadi ketika sel kanker tumbuh di ovarium, saluran tuba, atau peritoneum. Ovarium adalah organ reproduksi yang menghasilkan sel telur pada perempuan. Banyak kasus kanker ovarium dapat berkembang di saluran tuba (tuba falopi), dan menjalar dari ovarium ke rahim.

Perbedaan penyebab kanker serviks dan kanker ovarium

Ilustrasi kanker ovarium (rahim). Foto: Getty Images

Perbedaan kedua kanker ini juga terletak pada penyebabnya, Ladies. Kanker serviks umumnya terjadi akibat infeksi human papillomavirus (HPV). HPV adalah virus yang sering menyebabkan berbagai jenis infeksi menular seksual.

Mengutip Healthline, berikut beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kanker serviks.

  1. Memiliki riwayat keluarga kanker serviks.

  2. Merokok.

  3. Memiliki banyak pasangan seksual atau pertama kali berhubungan seks di usia yang lebih muda.

  4. Sebelumnya atau saat ini mengalami klamidia infeksi menular seksual.

  5. Menggunakan pil KB untuk waktu yang lama

  6. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengonsumsi obat imunosupresif hingga hidup dengan HIV atau AIDS.

Sementara itu, penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker ovarium.

  1. Pernah memiliki riwayat kanker payudara

  2. Memiliki riwayat kanker ovarium, payudara, dan kanker kolorektal dari keluarga, terutama pada usia yang lebih muda.

  3. Telah mewarisi perubahan atau mutasi genetik yang meningkatkan risiko kanker, seperti perubahan gen BRCA1 atau BRCA2.

  4. Mengalami endometriosis.

  5. Kelebihan berat badan atau obesitas.

  6. Mengambil terapi penggantian hormon setelah menopause.

  7. Menjalani program bayi tabung fertilisasi in vitro (IVF).

  8. Tidak menyusui.

  9. Merokok.

Perbedaan gejala kanker serviks dan kanker ovarium

Ilustrasi gejala kanker serviks. Foto: mi_viri/Shutterstock

Pada dasarnya, kanker serviks dan ovarium tidak menimbulkan gejala yang signifikan sampai mereka mulai menyebar ke jaringan di sekitarnya. Namun, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa aspek yang membedakan kanker serviks dengan kanker ovarium.

Berikut ini beberapa gejala yang dikaitkan dengan kanker serviks.

  1. Perdarahan vagina atipikal, seperti pendarahan setelah berhubungan seks atau setelah menopause.

  2. Rasa sakit saat berhubungan seks.

  3. Rasa sakit di sekitar panggul.

  4. Keputihan yang tidak biasa.

  5. Pembengkakan di kaki.

  6. Sulit buang air kecil atau buang air besar.

  7. Keluarnya darah dalam urine.

Masih menurut CDC, kanker ovarium memiliki gejala khas yang tidak umum pada kanker serviks.

Berikut ini beberapa gejala yang dikaitkan dengan kanker ovarium.

  1. Cepat merasa kenyang.

  2. Susah makan.

  3. Nyeri pada panggul.

  4. Sering buang air kecil.

  5. Sembelit.

  6. Kembung.

  7. Sakit perut atau punggung.

Cara mendiagnosis kanker serviks dan kanker ovarium

Ilustrasi pasien dengan kanker serviks. Foto: Rocketclips, Inc./Shutterstock

Perbedaan lainnya dari kanker serviks dan kanker ovarium terletak pada cara diagnosisnya. Kanker serviks cukup mudah terdiagnosis, yakni dengan menjalani pemeriksaan ginekologi rutin, termasuk tes pap smear dan tes HPV.

Tes tambahan yang dilakukan mungkin termasuk kolposkopi dan biopsi. Jika tes ini menunjukkan kanker serviks, dokter biasanya memeriksa lebih lanjut seberapa jauh tumor telah menyebar, seperti dengan pemindaian MRI atau sistoskopi.

Sementara itu, kanker ovarium biasanya dilakukan berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga, dan hasil pemeriksaan fisik. Selain itu, cara mendiagnosis kanker ovarium juga bisa dilakukan dengan MRI, ultrascan, CA-125, biopsi, pengujian genetik, kolonoskopi, atau laparoskopi.