Seberapa Sering Perempuan Harus Lakukan Pap Smear?
ยทwaktu baca 3 menit

Ladies, kamu mungkin pernah mendengar istilah pap smear. Namun, kamu bisa jadi belum tahu apa sebenarnya pap smear. Ya, pap smear adalah tes pengambilan sampel dari leher rahim. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui gejala kanker serviks pada perempuan.
Mengutip The Healthy, saat pap smear, dokter akan memasukkan alat bernama spekulum untuk melebarkan vagina. Dengan demikian, dokter bisa melihat dan mengambil sedikit sampel dari jaringan serviks.
Prosedur pemeriksaan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, pap smear seharusnya relatif tidak menyakitkan dan penting dilakukan.
Sebuah penelitian pada tahun 2012 terhadap 1230 perempuan di Swedia yang didiagnosis kanker serviks berdasarkan pap smear memiliki 92 persen peluang untuk sembuh, ketimbang 66 persen yang didiagnosis berdasarkan gejala. Penelitian tersebut dimuat di British Medical Journal.
Penelitian lain pada tahun 2018 di BMC Pregnancy and Childbirth menemukan bahwa pap smear secara rutin selama masa kehamilan mendeteksi 92 persen kasus kanker serviks.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), kanker serviks dahulu merupakan salah satu penyebab kematian karena kanker di AS.
Namun, jumlah kasusnya dan tingkat kematiannya menurun drastis dalam 40 tahun terakhir, karena semakin banyak perempuan yang menjalani pap smear secara rutin. Sementara itu, di negara-negara yang penduduknya tak menjalani pap smear secara rutin, tingkat kanker serviks cenderung jauh lebih tinggi.
Mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan pap smear memberi peluang perempuan lebih besar untuk sembuh. Pap smear juga dapat mendeteksi perubahan pada sel serviks yang menunjukkan gejala kanker yang dapat berkembang di masa depan. Mendeteksi sel-sel abnormal ini sejak dini melalui pap smear merupakan langkah pertama untuk menghentikan kemungkinan perkembangan kanker serviks.
Seberapa sering perempuan harus melakukan pap smear?
Menurut The Healthy, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Sandy Dorcelus, DO di NYU Langone Hospital, Long Island, AS mengatakan bahwa kebanyakan perempuan harus menjalani pap smear tiap tiga sampai lima tahun sekali.
Mengutip Mayo Clinic, pada umumnya, dokter juga merekomendasikan pengulangan pap smear setiap tiga tahun untuk wanita usia 21 hingga 65 tahun.
Berdasarkan panduan terbaru yang dibuat American Cancer Society, pemeriksaan rutin dapat dilakukan terhadap perempuan berusia 25 tahun. Sementara itu, menurut Mayo Clinic, secara umum, dokter menyarankan untuk memulai pap smear pada usia 21 tahun.
Pada perempuan berusia lebih dari 30 tahun, pap smear dapat dikombinasikan dengan tes untuk human papillomavirus (HPV). HPV sendiri merupakan virus yang menyebabkan infeksi di organ kelamin dan berpotensi menyebabkan kanker serviks.
Perempuan berusia 30 tahun ke atas dapat mempertimbangkan pap smear setiap lima tahun jika prosedur ini dikombinasikan dengan tes HPV.
Jika kamu memiliki faktor risiko tertentu, dokter kemungkinan merekomendasikan pap smear lebih sering. Faktor risiko yang dimaksud, yakni diagnosis kanker serviks atau pap smear yang menunjukkan sel-sel prakanker, infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), riwayat merokok, dan lainnya.
