Woman
·
12 April 2021 12:19

Self Love Sama dengan Egois, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Self Love Sama dengan Egois, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli (764892)
searchPerbesar
dr. Grace dalam Sesi Talkshow Women's Week 2021 bersama Blibli Foto: kumparan
Acara Virtual Conference Women's Week 2021 persembahan kumparanWOMAN berhasil dilaksanakan pada Kamis (8/4) lalu. Dalam konferensi virtual tersebut, ada salah satu talkshow yang mengangkat tema Women's & Self Love, The Art of Self Love: Bagaimana Belajar Untuk Mencintai Diri Sendiri.
ADVERTISEMENT
Self love atau mencintai diri sendiri memang menjadi isu yang beberapa akhir ini cukup sering menjadi topik pembicaraan di kalangan perempuan. Namun, seringkali pengertian self love disamakan dengan istilah egois.
Self Love Sama dengan Egois, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli (764893)
searchPerbesar
dr. Grace dalam Sesi Talkshow Women's Week 2021 bersama Blibli Foto: kumparan
Menurut dr. Grace Hananta, dokter sekaligus health and live motivator, self love adalah konsep apresiasi kepada diri sendiri untuk membangun kesejahteraan dan kebahagiaan. Sayangnya, pengertian dari self love ini seringkali diartikan sebagai bentuk keegoisan karena dianggap terlalu mencintai dirinya sendiri.
Meski terdengar saling berhubungan, ternyata self love dan egois merupakan dua hal yang berbeda. Terlebih self love memang tumbuh di dalam diri sendiri ketika orang tersebut memang menginginkannya. Sedangkan egois adalah perasaan untuk membahagiakan diri sendiri tanpa melihat kondisi orang lain.
ADVERTISEMENT
Padahal perlu diingat, hidup yang kita jalani saat ini tak melulu soal diri sendiri. Sebab dunia ini selalu berputar untuk orang yang ada di sekitar kamu.
Self Love Sama dengan Egois, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli (764894)
searchPerbesar
dr. Grace dalam Sesi Talkshow Women's Week 2021 Foto: kumparan
"Kita hidup di dunia ini juga untuk orang lain. Jadi self love yang tepat bukanlah sesuatu yang egois," ungkap dr. Grace Hananta.
Ia juga menambahkan bahwa self love yang tepat bukanlah menjadi egois, melainkan terus berusaha untuk mengembangkan diri agar tetap berkontribusi banyak di masa depan.
"Self love yang benar itu bukan yang egois dan narsis. Tapi lebih ke bagaimana kita mengembangkan diri agar dapat berkontribusi positif terhadap orang lain. Jadi percaya bahwa diri sendiri ini mampu memberikan dampak yang baik untuk dirinya dan orang lain," tutup dr. Grace.
ADVERTISEMENT