Kumparan Logo

Sikap yang Harus Dilakukan Ketika Dijadikan Bahan Gosip Rekan Kerja

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gosip di kantor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gosip di kantor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di dunia profesional, mungkin kita akan dihadapi oleh berbagai macam sikap rekan kerja. Salah satunya adalah rekan kerja yang gemar bergosip dan membicarakan orang lain. Sebenarnya, hal itu adalah urusan mereka. Tetapi, bagaimana jika yang dijadikan bahan pembicaraan adalah diri kita sendiri?

Psikolog Gita Aulia Nurani M. Psi, menyarankan kita untuk bersikap abai dalam segala bentuk gosip negatif. “Ketika kita menanggapinya maka akan semakin senang si penghembus gosip. Dibanding mendengarkan, lebih baik fokus pada kinerja dan tunjukkan prestasi kerja,” ucapnya saat dihubungi kumparanWOMAN.

Hal serupa juga dipaparkan oleh psikolog Ratnasartika Aprilyani S.Psi, M.Si yang juga seorang mentoring perusahaan di Rearmo Business Center di Kalibata, Jakarta Selatan. Walaupun sebenarnya gosip bisa menurunkan antusiasme kita dalam bekerja, kita harus tetap mempunyai sikap untuk tidak ‘meladeni’ gosip itu.

Berikut sikap yang harus kita lakukan bila menjadi bahan omongan oleh rekan kerja, berdasarkan penjelasan psikolog Ratnasartika Aprilyani. Simak ulasannya:

Tetap menciptakan hubungan baik dengan rekan kerja

Mungkin kita tahu apa saja yang digosipkan tentang diri kita atau bahkan tidak sama sekali. Ingat, kita tidak perlu menanggapi dengan sikap sinis pada rekan kerja yang menyebarkan gosip itu.

Tetaplah bersikap baik, untuk mencegah munculnya gosip yang lebih buruk. Tunjukan bahwa kita bisa bersikap lebih baik dengan tidak membalas apa yang mereka lakukan, sembari kita juga melakukan introspeksi diri.

Bersikap dan berkata-kata baik

Sangat wajar bila kita merasa tidak nyaman di lingkungan kerja karena kerap digosipkan. Terkadang keadaan ini memancing untuk bersikap kurang ramah pada rekan kerja. Namun kita harus menghadapinya dengan kepala dingin dan profesional.

Ilustrasi perempuan berdiskusi di kantor. Foto: Shutterstock

Dalam berkomunikasi secara formal atau informal tetaplah dengan gaya bicara yang ramah. Begitu juga di media sosial, kita tetap perlu menjaga kata dan sikap, karena media sosial bisa dilihat rekan kerja atau atasan. Bahkan media sosial secara tidak langsung menunjukkan karakter diri kita.

Fokus terhadap pekerjaan

Menanggapi omongan yang simpang siur tanpa tahu kebenarannya adalah hal yang membuang waktu dan energi. Sebaiknya, fokus penuh pada tugas pekerjaan agar lebih produktif. Melakukan pekerjaan dengan cepat dan baik akan memberikan banyak keuntungan bagi kita dibanding memikirkan gosip yang beredar.

Tidak menceritakan masalah pribadi

Terkadang tidak mempercayai siapapun adalah pilihan yang tepat. Ketika kita digosipkan, jangan pernah menceritakan masalah pribadi dengan rekan kerja. Ini untuk menghindari semakin menjadinya kita jadi bahan pembicaraan.

Bisa saja rekan kerja yang dipercaya, ternyata juga ikut membicarakan kita di belakang. Jadi hindari berbagi cerita masalah pribadi pada orang di perusahaan yang sama.

Menghindari gosip

Korban gosip bisa berubah-ubah. Bila kali ini rekan kerja lain yang dijadikan bahan gosip, usahakan kita tidak ikut dalam obrolan itu. Ini dilakukan supaya tidak terlibat dengan kelompok penggosip. Tidak mau kan, mendapat citra negatif di lingkungan kerja?

Maka itu Ladies, tetaplah bersikap baik dan positif dalam menghadapi gosip. Alihkan pikiran dari hal negatif dan fokus pada segala target pekerjaan.