kumparan
5 Desember 2019 8:16

Stres Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan, Begini Penjelasannya

Ilustrasi timbangan berat badan naik
Ilustrasi timbangan berat badan naik. Foto: Shutter Stock
Stres yang kita alami menyebabkan banyak hal terjadi pada tubuh. Misalnya saja sakit kepala, merasa emosi dengan diri sendiri, kewalahan, hingga menyebabkan naiknya berat badan yang mungkin tidak kita sadari.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data tahun 2017 yang dihimpun oleh American Psychological Association (APA), tiga dari empat orang penduduk Amerika mengalami setidaknya satu pemicu stres setiap bulannya. Dituturkan oleh psikiater Dr. Charlie Seltzer, bila stres melanda, salah satu respon tubuh adalah meningkatkan kadar hormon kortisol yang berakibat pada kenaikan berat badan.
Kortisol adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenalin yang meningkat karena tubuh merespon adanya 'ancaman'. Ketika kita tidak merasa terancam, hormon kortisol akan kembali normal dengan sendirinya. Tetapi, ketika stres selalu menghampiri diri, hormon kortisol bisa saja selalu muncul dan menstimulasi rasa lapar.
"Inilah sebabnya mengapa orang-orang mengatasi stres dengan mengkonsumsi banyak makanan," tutur dr. Seltzer seperti dikutip dari Healthline.
Ilustrasi makan junk food
Ilustrasi mengonsumsi banyak makanan. Foto: Shutterstock
dr. Seltzer melanjutkan, yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah stres berhubungan dengan kenaikan berat badan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.
ADVERTISEMENT
"Dokter akan memeriksa sejarah kesehatan kita dan melakukan sejumlah tes, seperti fungsi kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan berat badan bertambah," lanjutnya lagi.
Sebuah penelitian dari study Trusted pada 2015 menunjukkan bahwa metabolisme tubuh akan melambat saat kita mengalami stres. Hal ini ditunjukkan oleh partisipan penelitian perempuan yang membakar setidaknya 104 kalori lebih sedikit, daripada mereka yang tidak mengalami stres. Selain itu, perempuan yang lebih stres cenderung memiliki kadar hormon insulin yang tinggi.
Agar berat badan Anda tidak bertambah saat terkena stres, mulailah untuk membiasakan diri berolahraga selama 20 hingga 30 menit setiap hari. Rajin berjalan kaki dan menikmati keindahan alam, serta mengkonsumsi makanan sehat dan melakukan meditasi agar nafas lebih teratur dan terhindar dari stres.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan