Kumparan Logo

Terungkap di Pengadilan, Ini 5 Fakta Mengejutkan Soal Kehidupan Britney Spears

kumparanWOMANverified-green

Β·waktu baca 6 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Britney Spears berpidato. Foto: Timothy A. Clary/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Britney Spears berpidato. Foto: Timothy A. Clary/AFP

Nama penyanyi Britney Spears kembali menjadi perbincangan hangat. Perempuan 39 tahun ini baru saja memberikan kesaksian atas kasus perwalian antara dirinya dan sang ayah pada Rabu (23/6) waktu AS.

Britney Spears saat ini memang sedang berada di bawah program conservatorship, program pengawasan legal di Amerika Serikat di mana pengadilan menunjuk seorang konservator yang berperan sebagai pengawas atau pembimbing untuk mengurus keuangan dan kegiatan sehari-hari seseorang yang sedang mengalami gangguan mental atau fisik.

Dalam kasus ini, James Spears, ayah kandung Britney Spears yang menjadi konservatornya sejak 2008. James memiliki kuasa atas kehidupan Britney selama 13 tahun belakangan ini serta pada harta anaknya yang diperkirakan berjumlah 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 870 miliaran.

embed from external kumparan

Keinginan Britney untuk bebas muncul setelah banyak penggemarnya meramaikan media sosial dengan tagar #FreeBritney. Gerakan ini dibuat sebagai usaha fans untuk membebaskan Britney dari sistem perwalian. Mereka meyakini bahwa sistem tersebut mengekang idola mereka selama 13 tahun.

Dalam upayanya untuk membebaskan diri dari sistem perwalian, ia menghadiri persidangan untuk menentang putusan perwalian. Setelah sebelumnya tidak diberi kesempatan untuk didengar, Britney pun mengungkapkan perasaannya di pengadilan. Selama 25 menit ia membacakan pernyataan yang mengungkap fakta-fakta baru dalam perjalanan hidupnya setelah menjalani sistem perwalian.

embed from external kumparan

Untuk Anda yang ingin tahu lebih lengkap tentang fakta dan kisah Britney, kumparanWOMAN telah merangkumnya untuk Anda. Dilansir berbagai sumber, simak kisahnya berikut ini.

1. Mengalami gangguan mental parah pada akhir tahun 2000-an

Proses perwalian ini bermula ketika Britney Spears mengalami gangguan mental parah pada akhir tahun 2000-an. Pada masa-masa itu, ia pernah tertangkap kamera tengah mengendarai mobil sambil memangku anaknya dan tidak mengenakan sabuk pengaman sama sekali.

Britney juga tampak begitu frustasi hingga menggunduli rambut sendiri. Bahkan ia juga pernah memukul mobil seorang fotografer dengan payung. Menurut laporan Laura Newberry untuk Los Angeles Times, pada 2008 Britney beberapa kali dibawa ke tempat rehabilitasi dan dua kali masuk ke rumah sakit jiwa di California.

embed from external kumparan

Sejak itu, ayah kandung Britney, James Spears, mengajukan temporary conservatorship atau perwalian sementara pada pengadilan. Ini dilakukan setelah Britney masuk rumah sakit jiwa kedua kalinya. Setelah disetujui oleh pengadilan, semua hal soal keuangan dan keputusan pribadi Britney ada di tangan ayahnya dan pengacaranya, Andrew Wallet.

2. Ayah Britney Spears mengontrol kepemilikan rumah dan kesehatan

Menurut laporan Insider, selama masa perwalian berlangsung, James memegang kuasa atas rumah dan kesehatan Britney. Ia punya wewenang dalam negosiasi bisnis terkait karier sang anak dan juga mengatur siapa saja yang boleh berkunjung ke rumah Britney. Sedangkan Andrew Wallet diberi kuasa untuk mengatur aset keuangan Britney.

embed from external kumparan

Andrew menyebut kesepakatan ini sebagai model bisnis hybrid. Artinya, perwalian ini telah membantu Britney mendapatkan kontrak kerja yang tak akan terjadi kalau ia tak menjalani sistem perwalian.

Lalu pada 2019, James Spears meminta pengadilan untuk memperpanjang sistem perwalian terhadap Britney. Hal ini dilakukan supaya aturannya bisa berlaku hingga di 10 negara, seperti Hawaii, Florida, dan Louisiana.

embed from external kumparan

Kesepakatan resmi dari perwalian ini memang tidak diketahui secara terbuka. Namun semua pengeluaran dan pemasukan Britney harus tercatat jelas. Menurut laporan ET, diketahui pada 2018 Britney Spears meraup keuntungan senilai 59 juta dolar AS atau sekitar Rp 853 miliaran. Dari jumlah tersebut ia menghabiskan 400 ribu dolar AS atau setara Rp 5.7 miliaran untuk kehidupan sehari-hari dan 66 ribu dolar AS atau Rp 954 jutaan untuk keperluan rumah tangga.

Uang tersebut juga dipakai untuk membayar biaya hukum dan perwalian senilai 1.1 juta dolar AS atau Rp 16 miliaran di tahun 2018. Dari Rp 16 miliaran itu, ayahnya mendapatkan uang senilai 128 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1.8 miliaran.

embed from external kumparan

Selain mengatur keuangan dan karier Britney, perwalian ini juga membantu pelantun lagu Toxic ini menghindari orang-orang yang punya niat jahat pada dirinya. Meski banyak yang menilai sistem perwalian ini adalah keputusan yang baik, namun penggemar Britney berkata lain. Mereka merasa kehidupan Britney telah dikontrol diluar kehendaknya selama 13 tahun.

Dari tahun ke tahun, perwalian Britney berpindah-pindah dari satu orang ke orang lain, terutama setelah ayahnya dicabut sementara karena sakit pada 2019. Walinya berubah dari ayah ke managernya, Jodi Montgomery. Bahkan saudara perempuannya, Jamie Lynn Spears, ditunjuk sebagai wali secara diam-diam. Jamie diberikan kuasa atas keuangan Britney, termasuk uang warisan untuk anak-anak Britney ketika ia meninggal nanti.

3. Tak punya hak atas uang hasil kerja kerasnya sendiri

Baru-baru ini, Britney muncul dalam persidangan pada Rabu (23/4) waktu AS. Secara online, ia meluapkan semua isi hatinya dan memberikan kesaksian mengejutkan. Dengan tegas, ia meminta agar perwaliannya ini dihentikan. Ia juga memohon pada hakim Brenda Penny di Los Angeles agar dibebaskan dari perwalian. Ia menyebutkan bahwa sang ayah telah mengendalikannya 100 ribu persen.

Britney Spears konser di iHeartRadio Jingle Ball. Foto: Mario Anzuoni/Reuters

"Aku ingin perubahan dan aku layak mendapatkan perubahan. Ini adalah impianku. Di California, kasus ini setara dengan perdagangan seks, membuat seseorang bekerja di luar kehendaknya, mengambil semua harta seperti kartu kredit, uang tunai, telepon, paspor," ungkap Britney seperti dikutip dari Daily Mail.

Jika selama ini orang menganggap bahwa perwalian ini membantu Britney meraih keuntungan, ternyata ia merasa sebaliknya. Memang benar ia masih mendapat banyak pekerjaan, namun ia tak bisa mengatur keuangannya sendiri sebab berdasarkan peraturan perwalian, semua keputusan berada di tangan walinya, yaitu sang ayah.

4. Dilarang melepas alat KB

Kuasa atas Britney ini tak hanya terjadi pada keuangannya saja. Kehidupan pribadinya juga turut dikontrol pada sistem perwalian ini. Pada penjelasan sebelumnya, pengadilan mengutus para wali untuk mengatur keputusan pribadi Britney.

Dalam pernyataannya di pengadilan baru-baru ini, Britney mengaku bahwa sistem perwalian membuatnya tak bisa menikah dan punya anak dengan kekasihnya.

embed from external kumparan

"Saya ingin bisa menikah dengan kekasihku dan punya anak tapi perwalian ini mengatakan aku tak bisa melakukannya. Aku punya IUD (Alat KB) di dalam tubuhku yang membuatku tak bisa punya anak. Aku ingin ke dokter dan melepasnya tapi sistem perwalian ini melarangku. Aku merasa terperangkap dan terintimidasi," pungkas Britney.

5. Britney Spears mengaku keluarga tak peduli dengan kesehatannya

Selain itu, Britney juga mengungkap bahwa ia pernah diberi resep obat lithium untuk mengatasi gangguan mental. Obat tersebut memberikan efek memabukkan dan keluarganya tak berbuat apa pun. Sekitar tiga tahun lalu Britney juga pernah dimasukkan ke dalam fasilitas perawatan kesehatan mental tanpa persetujuan darinya sama sekali.

embed from external kumparan

"Aku menangis selama satu jam saat menelepon ayahku dan dia menikmati itu. Ayahku dan semua orang yang punya peran dalam perwalianku harus dipenjara. Mereka punya banyak kuasa. Aku bukan peminum, tapi aku terpaksa. Itu semua karena semua hal yang sudah mereka lakukan," tutur Britney dengan cara bicara yang begitu cepat dan berapi-api sampai ia diminta untuk berbicara lebih pelan oleh hakim.

6. Memohon pada hakim agar perwaliannya diakhiri

Merasa diperlakukan tidak adil selama belasan tahun, Britney Spears begitu mendambakan kebebasan. Ia ingin bisa mengatur kehidupannya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Oleh karena itu, ia memohon pada hakim supaya dibebaskan dari perwalian.

"Selama pandemi ibuku bisa ke spa. Tapi aku tidak bisa ke spa atau merawat kuku selama setahun. Ibuku sama seperti ayah. Seharusnya aku tidak diperwalian seperti ini kalau aku bisa bekerja, dan membiayai hidupku sendiri dan orang lain. Tapi aku tidak bisa menggunakan uangku kecuali aku melakukan apa yang mereka mau... Dan membayar mereka," jelasnya.

Britney Spears. Foto: AFP/VALERIE MACON

Sayangnya pada persidangan kali ini ia tidak mengeluarkan petisi, artinya hakim tak bisa membuat putusan langsung. Hakim Penny mengungkap akan segera menjadwalkan sidang secepat mungkin, sehingga Britney bisa membuat petisi dan melakukan proses persidangan selanjutnya.

"Aku ingin perwalian ini berakhir. Aku tak ingin dievaluasi. Semua sudah cukup. Aku tidak mau berada dalam sistem perwalian ini lagi. Ini sangat memalukan... Aku tidak berbohong. Aku hanya ingin hidupku kembali. Ini sudah 13 tahun dan ini sudah cukup. I'm done," pungkasnya.