Tinggal di Kota Besar Bisa Bikin Kulit Sensitif? Ini Penjelasan Dokter Kulit
24 November 2025 18:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
Tinggal di Kota Besar Bisa Bikin Kulit Sensitif? Ini Penjelasan Dokter Kulit
Kamu punya kulit sensitif? Bisa jadi, kondisi itu kamu alami karena kamu tinggal di kota besar, Ladies. Ini korelasi antara hidup di kota besar dengan kulit sensitif menurut dokter kulit.kumparanWOMAN

ADVERTISEMENT
Ladies, tahukah kamu bahwa kulit sensitif ternyata tidak selalu bawaan lahir? Kondisi kulit ini ternyata bisa muncul seiring berjalannya waktu, bahkan saat kamu sudah dewasa. Terdapat banyak faktor penyebab kulit menjadi sensitif, salah satunya adalah tempat tinggal.
ADVERTISEMENT
Ternyata, orang yang tinggal di kota besar ternyata cenderung lebih mudah mengalami kondisi kulit sensitif. Kulit sensitif adalah kondisi ketika kulit menjadi lebih hiperreaktif atau lebih mudah bereaksi ketika terpapar sesuatu yang sebenarnya biasa saja atau tidak berbahaya, seperti kandungan skin care tertentu. Bahkan, kulit sensitif bisa bereaksi buruk ketika terpapar air cuci muka yang berbeda dari biasanya.
Kulit sensitif bisa diidentifikasi lewat gejala-gejala tertentu, seperti rasa tidak nyaman pada kulit, gatal, perih, tampilan meradang atau kemerahan pada kulit, dan kulit menjadi kering sampai mengelupas.
Alasan kota besar bisa sebabkan kulit sensitif
Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, kulit sensitif biasanya memang terjadi akibat faktor biologis seperti bawaan lahir. Namun, faktor eksternal seperti kota tempat tinggal juga bisa memicu kulit menjadi sensitif. Mengapa bisa?
ADVERTISEMENT
1. Polusi kota besar
Ketika ditemui di acara peluncuran Soothing Care Moisturizer Sisley beberapa waktu lalu, dr. Fitria menjelaskan bahwa polusi di kota besar menjadi penyebab kulit sensitif.
“Di 2024, Jakarta menjadi salah satu kota dengan polusi tertinggi. Polusi itu dampaknya tidak bagus untuk kulit. Polusi akan membuat skin barrier kita menjadi rusak dan lebih rendah ketahanannya,” jelas dr. Fitria.
2. Stres tinggal di kota besar
Kota besar seperti Jakarta identik dengan gaya hidup hustle yang segala serba cepat, segala serba padat. Belum lagi kemacetan yang dialami hampir setiap hari, hingga transportasi umum yang selalu penuh di jam-jam tertentu. Gaya hidup di kota besar bisa memicu stres pada penduduknya.
Menurut dr. Fitria, stres sangat berpengaruh buruk pada kulit. Ketika mental merasa tertekan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol.
ADVERTISEMENT
“Ada dampak yang kurang baik untuk kulit, seperti mengurangi perlindungan alami kulit dan meningkatkan risiko peradangan. Itulah kenapa, stres menjadi alasan terjadinya penyakit kulit, seperti rosacea dan eksim,” jelasnya.
3. Terlalu banyak kerja = Minim istirahat
Penduduk kota besar dengan gaya hidup hustle identik dengan pekerjaan yang menumpuk dan penuh tuntutan. Deadline pekerjaan yang menggunung membuatmu kekurangan istirahat.
“Jangan lupa juga, workaholic, banyak juga kerjaan dan deadline. Akhirnya, tidurnya tidak cukup, waktu istirahatnya tidak cukup. Padahal, tidur di malam hari adalah waktu sel kulit melakukan regenerasi,” ungkap dr. Fitria. Ketika tidur terlalu larut, proses regenerasi kulit pun terganggu.
Apa yang harus dilakukan?
Jika sudah telanjur tinggal dan beraktivitas di kota besar, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menangani kulit sensitif? Menurut dr. Fitria, yang harus diutamakan adalah menjaga kesehatan tubuh dari dalam.
ADVERTISEMENT
“Menjaga pola makan itu penting. Terlalu banyak mengonsumsi gula atau lemak jenuh bisa memicu inflamasi. Asam amino yang esensial, alias omega 3, itu tidak bisa diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Jadi, kita harus mendapatkannya dari pola makan yang baik. Ini berhubungan dengan kekebalan tubuh, baik adaptif maupun bawaan, sehingga respons tubuh terhadap iritan juga lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, menjaga pola tidur, berolahraga, serta rutin mengonsumsi vitamin A dan E sangat berpengaruh untuk menjaga kondisi kulit.
Adakah perawatan kulit tertentu yang bisa dilakukan untuk mencegah kulit sensitif? dr. Fitria mengungkap, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencuci muka secukupnya; jangan terlalu sering, jangan pula terlalu jarang.
“Tidak boleh juga memakai skin care dengan bahan aktif terlalu banyak. Jangan lupa, harus memakai sunscreen. Menjaga kelembapan kulit juga sangat penting,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
