Kumparan Logo

Tips Hubungan: Cara Menghadapi Trauma Masa Lalu Agar Cepat Move On

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan sedih susah move on. Foto: Shutterstock

Ladies, sebagian dari Anda tentu pernah mengalami trauma untuk menjalani hubungan baru. Rasa sakit yang dihadapi di masa lalu seakan menutupi hal-hal positif yang sebenarnya bisa kita dapatkan dalam sebuah hubungan. Kondisi ini biasanya cenderung membuat kita malas untuk membuka hati dan lebih memilih single.

Ternyata, keinginan kita untuk sendiri itu terjadi karena kita belum bisa berdamai dengan masa lalu atau bahasa kekiniannya adalah belum move on. Seringnya memang kita merasa sudah bisa melupakan masa lalu dan berdalih ingin sendiri dulu. Padahal secara psikologis melupakan itu adalah sebuah omong kosong. Ternyata yang selama ini kita lakukan adalah menekan kenangan-kenangan itu dalam-dalam, bukan melupakan atau menghilangkannya.

Ilustrasi Perempuan. Foto: Shutterstock

“Pertama, yang harus kita pahami adalah secara psikologis tidak ada yang namanya melupakan. Selama ini apa yang kita lakukan sebenarnya adalah menekan, semakin kita menekan, semakin kita melawan, ingatan itu akan terus ada. Jadi kita harus menerima saja. Apapun yang terjadi pada Anda di masa lalu hanyalah sebuah proses kehidupan,” ungkap Liza M. Djaprie, Clinical Psychologist & Hypnotherapist dalam acara Modern Woman Festival Jakarta Series: Dating in the City, Kamis (10/10).

Menurut Liza, selama ini kita hanya berasumsi bisa melupakan sesuatu padahal sebenarnya tidak. “Misalnya saja, saat kita sedang menyetir mobil, tiba-tiba di radio ada orang request lagu. Kebetulan yang request namanya sama dengan mantan kita, pasti secara otomatis kita akan teringat dengan dia dan menebak-nebak bagaimana kira-kira kabarnya atau soal hal lain. Lalu bisa juga misalnya kita ingat mantan yang kita benci hanya karena aroma parfum atau menu makanan tertentu. Jadi tidak ada yang namanya melupakan,” tambah Liza.

Ilustrasi perempuan bahagia Foto: Shutterstock

Lalu bagaimana cara kita untuk bisa move on dari hubungan asmara terdahulu dan mudah menerima sebuah masa lalu yang menyakitkan? Liza mengatakan bahwa untuk bisa bertahan, kita harus melakukan pendekatan kembali dengan masa lalu itu sendiri dan harus bisa menerima keadaan yang terjadi. Termasuk juga memaafkan diri sendiri dan mantan pasangan yang mungkin sudah menyakiti.

Memang semua ini sepertinya sangat mudah untuk diucapkan, padahal kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Namun kehidupan memang seperti itu, ada proses dan fase yang harus kita lalui.

Untuk bisa mencapai level menerima, kita harus peka dengan keadaan dan perasaan kita sendiri. Akui jika menjadi single memang kadang menyakitkan dan tidak enak. Liza menyarankan agar kita tidak banyak memendam perasaan. Jika kita tidak baik-baik saja dengan kesendirian yang dijalani, maka coba lebih terbuka dengan orang lain.

Ceritakan apa yang kita rasakan pada teman, keluarga, atau bahkan bantuan orang yang lebih profesional. “Seringnya di luar kita selalu menunjukkan bahwa kita baik-baik saja. Padahal sebenarnya di dalam hati terluka. Nah, ini yang tidak baik. Kita harus mengakui perasaan kita sendiri, jika tidak perasaan itu akan terus ada di sana. Mengakui perasaan sendiri adalah sebuah proses (untuk move on). Oleh karena itu, kita harus berbagi cerita tentang masa lalu kita kepada teman atau bahkan orang profesional tergantung dengan kondisi yang sedang kita hadapi,” tutup Liza M. Djaprie.

Jadi Ladies, agar bisa cepat move on dari hubungan masa lalu, kita harus bisa menerima keadaan, mengakui perasaan sendiri, dan lebih terbuka tentang apa yang kita rasakan pada orang lain.