Kumparan Logo

Tips Keuangan untuk Pengantin Baru agar Terhindar dari Masalah Keuangan

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi Tips Keuangan untuk Pengantin Baru agar Terhindar dari Masalah Keuangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi Tips Keuangan untuk Pengantin Baru agar Terhindar dari Masalah Keuangan. Foto: Shutterstock

Saat menikah kamu sudah harus siap berbagi suka duka dengan pasangan, termasuk masalah keuangan. Sebagai pasangan, kamu harus belajar mengelola uang dengan baik agar tidak boros dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Melansir Her World, ada beberapa tips untuk para pengantin baru yang masih bingung bagaimana mengatur pengeluaran setelah menikah, mulai dari melunasi utang hingga mempersiapkan anggaran darurat untuk keperluan mendesak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan mengenai masalah keuangan. Yuk, simak ulasan selengkapnya.

1. Lunasi sisa utang yang ada

com-Ilustrasi Tagihan Utang Foto: Shutterstock

Idealnya, kamu harus melunasi utang sebelum menikah. Namun, kalau saat ini kamu sudah menikah dan mempunyai utang, tidak perlu merasa bersalah. Sekarang waktu yang tepat untuk mulai menyisihkan dana dan melunasi utang yang ada. Menyelesaikan utang bisa membuatmu lebih lega, terutama ketika kamu memiliki rencana untuk membeli mobil dan rumah.

Saat kamu membeli rumah, tidak bisa dipungkiri kalau kamu akan tetap terikat dengan sejumlah tagihan. Oleh karena itu, semakin sedikit utang yang kalian punya maka akan semakin baik untuk kondisi keuangan rumah tangga kamu. Kamu juga menjadi lebih mudah meminta pinjaman dari bank untuk keperluan mendesak lainnya.

2. Tentukan anggaran rumah tangga

Mengatur pengeluaran. Foto: Shutterstock

Banyak pasangan cenderung menghindari percakapan tentang uang karena hal itu membuat suasana menjadi canggung. Tak jarang pula pembicaraan ini berujung pada pertengkaran. Namun, agar pernikahan berjalan dengan baik, kamu disarankan untuk membicarakannya sejak awal. Biasakan kamu dan pasangan memiliki percakapan yang terbuka dan jujur tentang masalah apa pun, termasuk uang.

Bila kamu dan pasangan punya penghasilan, lebih baik keduanya memberi kontribusi dalam pengeluaran sehari-hari. Pastikan tingkat kontribusi kalian sesuai dengan jumlah penghasilan yang diperoleh dan jumlah utang yang dimiliki. Selain itu, kamu juga perlu membuat rincian pengeluaran, seperti kebutuhan belanja, pelunasan utang, tagihan listrik dan pajak, serta biaya lainnya.

3. Gunakan uang dengan bijaksana

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kamu mungkin berpikir untuk membangun rumah tangga yang semakin baik maka perlu mengeluarkan uang untuk makan malam mewah atau berlibur. Kenyataannya, dengan mengikuti keinginan tersebut justru akan membuat kamu kehilangan banyak uang. Dibanding mengeluarkan uang untuk hal yang kurang berguna, kamu bisa menggunakannya untuk hal lain seperti membayar uang muka rumah. Dibanding menghabiskan uang untuk menyewa tempat tinggal, lebih baik gunakan itu untuk membeli rumah dengan biaya yang lebih murah.

4. Berinvestasi dengan pasangan

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Investasi dengan pasangan akan lebih baik ketimbang berinvestasi sendiri. Namun untuk investasi bersama, kamu perlu memulainya terlebih dulu. Mungkin akan ada salah satu dari kalian yang ragu untuk melakukannya. Jadi, sebaiknya pastikan kamu melakukan investasi dengan cara yang aman seperti deposito berjangka, asuransi berjangka, serta investasi pengembalian tinggi contohnya saham dan obligasi.

Lagi-lagi, pastikan jumlah investasi sesuai dengan penghasilan dan kewajiban utang saat ini. Dengan demikian, kamu tidak akan kehabisan uang atau panik dengan kondisi keuangan yang kurang stabil.

5. Buat dana darurat

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pastikan kamu menyisihkan uang untuk keperluan mendesak. Dengan demikian, saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan pekerjaan, kamu masih memiliki uang cadangan. Selain itu, kamu juga masih memegang cukup uang sambil mencari pekerjaan baru. Adapun beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mulai membangun dana darurat. Pertama, gunakan beberapa uang yang diperoleh di hari pernikahan untuk ditabung. Kedua, buka rekening tabungan khusus dana darurat dan masukkan sebagian penghasilanmu di rekening tersebut. Ketiga, gunakan toples atau celengan untuk mengumpulkan uang-uang sisa belanja. Bila sudah penuh, kamu bisa menyetor uang tersebut ke rekening tabungan.

6. Buat rencana keuangan

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kamu bisa membuat rencana pengeluaran jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek bisa berupa rencana liburan atau membeli mobil. Pengeluaran jangka panjang ditujukan untuk biaya pendidikan anak-anak serta tabungan di masa pensiun. Jangan pernah berpikir bahwa sekarang terlalu dini untuk merencanakan hal tersebut. Bila kamu punya tujuan yang jelas, akan lebih baik merencanakannya sejak awal. Selain itu, perencanaan tersebut juga akan membantu kamu dan pasangan menentukan prioritas pengeluaran.

Perlu kamu ketahui, tidak ada cara yang paling tepat soal mengelola uang. Tiap pasangan yang baru menikah tentu punya caranya masing-masing. Faktor yang terutama adalah keduanya harus sepakat dengan aturan yang telah ditetapkan.

Penulis: Adinda Cindy Lapod

----

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan