Woman
·
30 April 2019 12:07

Usia dan Warna Kulit Tak Hambat Naomi Campbell Sukses Sebagai Model

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Usia dan Warna Kulit Tak Hambat Naomi Campbell Sukses Sebagai Model (135421)
Naomi Campbell Foto: Danny Moloshok/REUTERS
Telah berkarier di dunia modeling lebih dari 30 tahun, eksistensi Naomi Campbell tak pernah surut. Ia juga membuktikan perempuan kulit hitam bisa berkarier panjang di dunia modeling.
ADVERTISEMENT
Tercatat model asal Inggris ini telah berjalan di berbagai runway rumah mode dunia yang tak terhitung jumlahnya, menjadi cover untuk 800 sampul majalah, dan membintangi berbagai acara TV seperti Fresh Prince of Bel Air dan video musik seperti George Michael's Freedom!
Senin (29/4) kemarin, Naomi pun semakin memantapkan eskistensinya di dunia fashion. Model berdarah Afrika dan China tersebut, didapuk sebagai wajah terbaru untuk kampanye fashion dari Chanel.
Tak sendiri, rumah mode asal Prancis tersebut menggandeng sembilan perempuan untuk kampanye jam tangan terbaru mereka, J12 Chanel Watch.
Dalam kampanye fashion yang bernuansa hitam putih tersebut, Naomi bersanding dengan Lily-Rose Depp, Keira Knightley, Claudia Schiffer, Ali MacGraw, Vanessa Paradis, Liu Wen, Carole Bouquet, Anna Mouglalis dan satu laki-laki William Chan.
ADVERTISEMENT
Dalam video kampanye berdurasi satu menit ini, jajaran selebriti dunia ini mengulas tentang momen waktu dalam hidup yang mengubah mereka.
Supermodel Naomi Campbell pun bernostalgia tentang pengalamannya bersama Chanel.
"Saya teringat saat itu memakai gaun yang penuh dengan bunga kamelia untuk show Chanel. Saya merasa saat masih muda dulu waktu berjalan begitu lambat, sedangkan saat ini tidak ada celah untuk membuang-buang waktu. Setiap langkah yang saya ambil menentukan jalan hidup saya. Waktu yang tepat sangatlah penting, dan semuanya terjadi dalam hitungan detik," ujar Naomi.
Selain menghiasi berbagai runway dunia, Naomi Campbell juga dikenal sebagai model yang aktif menggaungkan isu keberagaman. Melalui perannya sebagai salah satu kontributor editor Vogue Inggris, ia ingin mengubah narasi dan persepsi benua besar Afrika serta model kulit berwarna.
ADVERTISEMENT