Dampak Membuang Sampah Sembarangan di Sungai

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam
Konten dari Pengguna
16 Juni 2022 15:35
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Lalu Rinaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pixabay.com
ADVERTISEMENT
Lalu Rinaldi
11210540000005
Di era modern ini, aktivitas membuang sampah sembarangan khususnya di sungai merupakan suatu hal yang lazim dilakukan oleh masyarakat. Membuang sampah sembarangan di sungai sudah menjadi kebiasaan masyarakat baik dari kalangan orang dewasa, remaja, hingga anak-anak.
ADVERTISEMENT
Jumlah masyarakat yang membuang sampah di sungai terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik itu di perkotaan maupun di desa. Bahkan, Indonesia adalah negara penyumbang sampah terbesar ketiga di dunia. Ini menandakan bahwa, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan masih sangat rendah. Padahal, sudah jelas hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat itu sendiri.
Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan menimbulkan banyak kerugian-kerugian, seperti terjadinya erosi air yang dapat menyebabkan banjir, rusaknya ekosistem yang ada di dalam sungai, dan dapat mempercepat penyebaran hama dan penyakit.
“Menurut buku Erosi, Sedimentasi, dan Pengelolaannya, Prof. Dr. Azmeri, ST, 2020, terkikisnya tanah oleh aliran sungai disebut dengan erosi. Peristiwa erosi bisa mengakibatkan perubahan bentuk pada rupa bumi. Erosi yang terjadi terus menerus akan membawa lumpur dan juga batu-batu kecil. Erosi juga menyebabkan endapan lumpur di dasar sungai semakin tinggi. Bagian muara sungai menjadi dangkal dan membentuk endapan (delta). Bila curah hujan tinggi, maka sungai yang dangkal tidak akan dapat memuat air hujan. Sungai akan meluap sehingga menimbulkan banjir di sekitarnya”. (Utami, 2021).
ADVERTISEMENT
Tumpukan sampah yang ada di dalam sungai juga dapat mengurangi kedalaman atau volume sungai. Apabila debit air sungai sedang tinggi, maka sungai tersebut tidak dapat menampung air, sehingga air di dalam sungai akan meluap dan menyebabkan terjadinya bencana banjir. Ketika banjir sudah terjadi, air akan meluap ke permukaan dan menyeret segala sesuatu yang ada disekitarnya. Air yang bercampur dengan lumpur juga dapat mengakibatkan permukaan di sekitar sungai menjadi kotor akibat lumpur yang ikut terseret oleh arus banjir.
Bencana banjir juga dapat mengancam keselamatan jiwa manusia, karena kerugian yang diakibatkan oleh banjir tidaklah sedikit, tidak hanya korban luka-luka, yang menjadi korban meninggal dunia pun sudah banyak akibat bencana banjir ini.
Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerugian materi berupa kehilangan harta benda akibat terseret oleh arus air yang deras, dan rumah yang amblas atau bahkan roboh akibat terjangan air yang kencang.
ADVERTISEMENT
Kerugian lain yang diakibatkan oleh banjir yaitu membuat arus lalu lintas di jalan raya menjadi terhalang, luapan air sungai akan menutupi ruas jalan akibat banyaknya sampah yang menyumbat saluran air, ditambah lagi dengan intensitas hujan tinggi seperti yang marak terjadi di Jakarta.
Selain banjir, banyaknya sampah di sungai juga akan mengakibatkan rusaknya ekosistem yang ada di dalam sungai. Sampah dapat membuat air sungai menjadi keruh, sehingga menyebabkan sinar matahari tidak dapat masuk ke dalam air. Hal tersebut akan membuat kadar oksigen di dalam sungai semakin berkurang. Sehingga, tumbuhan air tidak lagi dapat melakukan fotosintesis. Akibatnya, banyak tumbuhan dan hewan air yang akan mati.
Banyaknya sampah di dalam sungai juga dapat mempercepat penyebaran hama dan penyakit. “Dilansir dari World Health Organization, air yang tercemar dapat menularkan penyakit seperti diare, kolera, disentri, tipus, dan polio. Adapun air minum yang menyebabkan penyakit diare, diperkirakan bertanggung jawab atas kematian 485 ribu orang setiap tahunnya”. (Kumparan, 2021).
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa sampah yang ada di dalam sungai juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia terutama bagi masyarakat yang banyak menggantungkan hidupnya dari sungai.
Jika hal tersebut dibiarkan maka sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi manusia berubah menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit yang dapat mengancam keselamatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya. Sebagai contoh, banyaknya sampah yang mengapung di sungai dapat menjadi sarang nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria mematikan. Seperti yang diketahui, bahwa penyakit malaria termasuk penyakit yang berbahaya bahkan telah banyak menelan korban jiwa.
Adapun sampah seperti bahan kimia dan limbah pabrik lainnya yang dibuang ke sungai juga akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Apabila air yang telah bercampur dengan limbah dan bahan kimia tersebut dikonsumsi tanpa diolah terlebih dahulu, maka akibatnya penyakit seperti diare akan menyerang masyarakat yang mengkonsumsinya. Sebagaimana kutipan yang telah disajikan di atas, bahwa diare juga termasuk penyakit yang mematikan bahkan 485 ribu orang setiap tahunnya meninggal karena mengalami diare.
ADVERTISEMENT
Semestinya setelah mengetahui kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh kebiasaan membuang sampah di sungai, baik kerugian jiwa maupun harta akibat banjir, rusaknya ekosistem di dalam sungai, serta mempercepat penyebaran hama dan penyakit, membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan di sungai agar tidak merugikan diri kita sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Jika sudah demikian, maka sungai akan kembali sehat, bersih, dan dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup.
Daftar Pustaka
Utami, S.N (2021). Dampak Membuang Sampah Sembarangan di Sungai. Diakses tanggal 7 Juni 2022, dari https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/29/133000069/dampak-membuang-sampah-sembarangan-di-sungai?
Proses Sampah yang Berakibat pada Erosi Air Sehingga Menyebabkan Banjir. (11 Oktober 2021). Kumparan.com. Diakses tanggal 4 Juni 2022, dari https://kumparan.com/berita-update/proses-sampah-yang-berakibat-pada-erosi-air-sehingga-menyebabkan-banjir-/TanpaPenulis
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·