Konten dari Pengguna

Hal-hal yang Membuat Hewan Lebih Superior dari Manusia (2)

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa terdapat beberapa aspek hal membuat hewan lebih unggul dari manusia. Sebut saja kekuatan, kecepatan, produktivitas, adaptasi, dan penglihatan.

Namun ternyata, tidak sampai di situ saja kelebihan yang dimiliki oleh hewan. Berikut adalah keunggulan lain yang dimiliki oleh hewan dibandingkan dengan manusia.

Pendengaran

Kelelawar. sumber gambar: Wikimedia Commons.

Kelelawar mungkin memiliki indra penglihatan yang sangat buruk, namun jika kita membicarakan indra pendengaran, manusia sudah pasti kalah. Indra pendengaran kelelawar menjadi indra navigasi mereka. Tidak heran, indra pendengaran kelelawar sangatlah tajam, hingga indra penglihatan kelelawar yang buruk tidak menjadi masalah. Ketika kelelawar masuk ke dalam gua di mana mereka biasa tinggal, hewan tersebut akan memancarkan suara yang memantul kembali ketika menyentuh dinding gua. Aktivitas tersebut memberikan informasi kepada kelelawar perihal posisi mereka dan ke mana mereka harus terbang.

Hal di atas sebenarnya sangat umum terjadi pada banyak spesies binatang. Ketika satu indra tidak berfungsi terlalu baik, maka indra yang lain akan mengisi kekurangan tersebut. Dalam hal kelelawar, penglihatannya yang kurang membuat otak mempertajam kemampuan pendengarannya.

Intelijen

Gajah Afrika. sumber gambar: Wikimedia Commons.

Tidak diragukan lagi jika manusia adalah makhluk yang sangat pintar. Kita bisa menulis, bernyanyi, berbicara dan membuat bahasa, menjelaskan hal yang kompleks, berhitung, hingga pergi ke luar angkasa. Meskipun begitu terdapat hal-hal aktivitas yang dilakukan lebih baik oleh hewan lain dari pada oleh manusia.

Salah satu contohnya adalah kemampuan bernavigasi yang dilakukan oleh burung. Burung merpati dapat terbang sejauh 1770 kilometer dan berhasil menemukan jalan pulang tanpa menggunakan GPS yang biasa digunakan manusia. Struktur besi yang ada di paruh merpati digunakan untuk menentukan posisi geografis mereka relatif terhadap medan magnet bumi.

Selain burung merpati, gajah juga merupakan hewan yang pintar. Menurut para peneliti dari Universitas St. Andrews di Inggris, gajah menggunakan bau untuk mendeteksi kondisi mental anggota keluarga mereka. Hewan tersebut juga dapat mengetahui kemungkinan bahaya yang dapat mereka terima dari manusia, melalui bau dan warna baju seseorang.

Perlawanan

Kadal bertanduk dari Texas. sumber gambar: Wikimedia Commons.

Manusia menemukan seni bela diri yang dapat digunakan sebagai pertahanan dan perlawanan. Sebut saja Krav Maga dan Muay Thai. Selain itu, penemuan senjata juga menjadi salah satu indikator majunya sistem pertahanan manusia.

Meskipun begitu, dalam dunia binatang terdapat hewan-hewan yang memiliki sesuatu dalam tubuhnya yang dapat dikeluarkan sebagai senjata alami, bukan buatan. Cumi-cumi misalnya dapat menembakkan tinta hitam ke arah predator di dalam laut.

Hal yang lebih ekstrim lagi terjadi pada kadal bertanduk dari Texas yang memiliki duri-duri di punggungnya dan kulit yang kasar dan bersisik. Ketika merasa terancam, kadal tersebut akan menyemprotkan darah dari matanya.

Komunikasi

Semut. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Komputer dan telepon genggam adalah alat komunikasi yang sangat modern. Namun mereka belum bisa mengalahkan cara komunikasi alami beberapa hewan. Wereng pohon, serangga kecil yang bentuknya menyerupai daun dan mengambil getah dari pohon. Serangga ini memiliki kemampuan alami untuk mengubah getah tersebut menjadi madu. Banyak tokek yang sangat suka madu, dan kemudian melakukan ‘bisnis’ dengan wereng pohon.

Ketika bertemu dengan wereng pohon, tokek akan meminta madu dengan menggetarkan kepalanya. Jika disetujui, wereng pohon akan mengirimkan sebagian madu kepada tokek. Tidak terlalu jelas mengapa kedua hewan melakukan tersebut. Namun salah satu teorinya adalah madu diduga sebagai ‘uang keamanan’.

Hewan yang lainnya, semut, menggunakan feromon yang merupakan cairan kimia yang berbau. Dengan menggunakan antenanya, semut-semut lain dapat mendeteksi berbagai macam cairan kimia yang berisi pesan tertentu. Seekor semut yang merasa terancam, akan memancarkan feromon yang dapat terdeteksi oleh ribuan anggota koloninya. Semut-semut yang lain pun akan segera datang untuk membantu kawannya.

Penampilan

Blue dragon. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Beberapa hewan memiliki penampilan yang luar biasa. Seekor siput laut berwarna biru yang biasa dikenal dengan nama ‘naga biru’ memiliki warna yang berbeda pada dua sisi tubuhnya. Satu sisi sesuai dengan warna perak dari permukaan laut yang memantulkan sinar matahari dan satu sisi lainnya sesuai dengan warna biru dari air laut.

Hewan ini hanya satu contoh saja. Nyatanya, masih banyak hewan di dunia ini yang memiliki penampilan begitu rupawan.