Hewan-hewan yang Telah Punah yang Jarang Dibicarakan (3)

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jutaan tahun yang lalu, bukan hanya dinosaurus yang ada di dunia ini. Tapi ada juga hewan-hewan purba lain yang bentuknya seperti rusa, badak, angsa, gajah, namun memiliki karakter uniknya sendiri-sendiri.
Baca juga: Hewan-hewan yang Telah Punah yang Jarang Dibicarakan (1)
Baca juga: Hewan-hewan yang Telah Punah yang Jarang Dibicarakan (2)
Masih ada hewan-hewan lain yang belum Lampu Edison bahas. Berikut adalah lanjutannya.
Ikan yang ukurannya lebih besar dari bus kota
Ikan terbesar yang pernah hidup di dunia ini adalah Leedsichthys yaitu makhluk raksasa yang memiliki habitat di perairan Eropa. Tidak ada yang tahu ukuran pasti ikan ini karena tidak ada yang pernah menemukan tulang-tulang Leedsichthys. Namun bahkan estimasi terkecil mengatakan bahwa ikan ini memiliki panjang setidaknya 17 meter atau lebih panjang daripada bus kota. Estimasi yang lebih gila lagi mengatakan bahwa Leedsichthys memiliki ukuran yang lebih besar dari pada paus biru.
Estimasi yang lebih besar dari bus kota lebih masuk akal dari pada yang lebih besar dari pada paus biru. Meskipun begitu, ukuran yang lebih besar dari bus kota ini masih membuat Leedsichthys sebagai ikan terbesar yang pernah ada di bumi.
Sakin besarnya ikan ini, penyapu insang yang ada di mulut Leedsichthys pernah disalahartikan sebagai rahang dinosaurus yang merupakan predator alaminya.
Leedsichthys hidup jutaan tahun yang lalu pada zaman Mesozoic. Dipercaya bahwa dinosaurus suka memakan ikan raksasa pada waktu-waktu tertentu.
Badak yang ukurannya sebesar gajah dan memiliki cula ganda
Arsinoitherium bisa jadi sangat menyeramkan jika kita berhadapan langsung dengan mereka. Hewan ini mirip seperti badak kecuali ada dua cula besar yang keluar dari hidungnya. Tidak tanggung-tanggung, panjang cula hewan ini dapat mencapai satu meter sementara lebarnya dapat mencapai 0,3 meter. Jika seandainya kamu tertanduk oleh Arsinoitherium ada kemungkinan kamu akan terbelah menjadi dua. Selain itu, hewan purba ini memiliki sepasang tanduk kecil lagi di atas matanya.
Arsinoitherium sebenarnya berkerabat lebih dekat dengan gajah dari pada badak. Tinggi hewan ini dapat melebih manusia, yaitu sekitar 2 meter. Arsinoitherium memakan tumbuhan, namun jika ada yang berusaha menyerang, mereka siap mempertahankan diri mereka.
Kelemahan dari hewan ini terletak pada kakinya. Mereka memiliki kaki yang aneh, pendek, dan gemuk, dan tidak bisa diluruskan. Jika kamu dikejar oleh hewan ini, larilah, ada kemungkinan kamu dapat kabur dengan mudah.
Mamalia dengan rahang terkuat di dunia
Tidak diragukan lagi, salah satu hewan yang paling mengerikan pada zaman pra sejarah adalah Thylacoleo, yaitu hewan purba yang memiliki rahang paling kuat di dunia.
Ukuran dari hewan ini adalah sekitar setengah dari singa-singa Afrika. Namun, rahang mereka jauh lebih kuat dari pada raja hutan tersebut. Setiap inci dari tengkorak Thylacoleo didesain untuk memiliki kekuatan yang besar, sebagai akibatnya hewan ini memiliki otak yang kecil. Meskipun begitu, hewan kecil ini mampu menggigit lebih kuat dari apapun.
Di dalam mulut mereka, terdapat gigi-gigi yang besar yang menyatu sehingga terlihat seperti parang yang besar, panjang, dan tebal yang dapat mengoyak-ngoyak daging dengan mudah. Selain rahang dan gigi yang kuat, kekuatan lain dari hewan ini terletak pada cakarnya. Cakar Thylacoleo memiliki ukuran sangat besar dan berbentuk melengkung. Cakar ini dapat dimasukkan ke dalam seperti cakar kucing agar cakar-cakar tersebut tetap tajam.
Thylacoleo dapat berdiri dengan menggunakan dua kaki belakangnya. Ekornya yang tebal juga dipakai untuk menyeimbangkan tubuhnya layaknya tripod, sehingga ia bisa dengan bebas menggunakan cakar-cakar pada dua kaki depannya untuk menyayat-nyayat perut mangsanya. Ada kemungkinan hewan ini adalah predator yang suka menyergap dan melakukan penyerangannya dengan brutal.
Hewan purba ini juga dapat memanjat pohon. Di atas pohon mereka akan diam-diam mengamati kangguru raksasa yang juga hidup pada zaman itu. Pada waktu yang tepat, ia akan melompat dan menyergap mangsanya, merobek-robek tubuhnya, kemudian memakannya.
