Kecoa, si Hewan Tangguh

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dapat dikatakan kecoa merupakan hewan yang tak terhancurkan. Mereka dapat hidup dalam berbagai situasi dan kondisi, seperti ledakan nuklir, terkena pestisida, kehilangan anggota badan, maupun iklim yang berubah-ubah.
Sebuah studi mengenai genom dari kecoa menunjukkan adanya gen-gen tertentu yang menjadi kunci keberhasilan dari evolusi kecoa. Dalam artikel yang terbit di Nature Communication, peneliti dari South China Normal University di Guangzhou, Cina melaporkan bahwa mereka telah mengurutkan dan menganalisis genom kecoa dari jenis Periplaneta americana. Dari proses tersebut ditemukan bahwa kecoa memiliki DNA lebih banyak dibanding serangga lain.
Ukuran dari genom yang terdiri atas 3.3 miliar pasang itu dapat dikatakan juga sebanding dengan genom manusia. Sejumlah gen yang dimiliki kecoa tersebut berkaitan dengan reseptor sensori yang terdiri atas 154 reseptor penciuman dan 522 reseptor perasa dimana 329 reseptor perasa khususnya berhubungan dengan rasa pahit. Reseptor-reseptor ini membantu kecoa dalam menghindari makanan beracun yang adalah pestisida yang kita semprotkan.
Selain itu, kecoa juga memiliki sistem imun pembunuh yang mampu menahan patogen yang terdapat pada makanan busuk yang mereka makan dan tempat-tempat jorok dimana mereka tinggal. Dibandingkan dengan serangga lainnya, kecoa memiliki lebih banyak gen yang berkaitan dengan imunitas.
Sumber gambar: commons.wikimedia.org
