Konten dari Pengguna

Michael Collins, Lelaki Yang Kesepian Di Bulan

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Collins adalah astronot yang tinggal di pesawat sendiri saat dua rekannya mendarat di bulan.

Dalam wawancara dengan NASA, secara bercanda Collins ditanya apakah ia kesepian saat harus bermanuver di sekitar bulan seorang diri dengan pesawat ruang angkasa ‘Columbia’. Sementara diketahui dua rekannya yang lain mendarat dengan menggunakan pesawat ruang angkasa ‘Eagle’. Collin adalah aviator terbaik yang dimiliki bumi saat itu.

Berdasarkan artikel yang ditulis The Guardian, peran Collin juga sering terlupakan. Collin bertugas menunggu pesan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin jika mereka sudah berhasil mendarat di permukaan bulan dengan selamat. Jika alat-alat yang dipasangkan pada Neil dan Buzz gagal pada saat itu, maka Collin diharuskan kembali ke bumi sebagai satu-satunya orang yang selamat dan bertahan hidup pada percobaan Apollo 11. Waktu untuk menunggu itu adalah waktu paling menegangkan bagi Collin. Bahkan presiden Amerika, Richard Nixon telah menyiapkan pidato jika mesin Eagle gagal yang menyebabkan Neil dan Buzz harus gugur dalam tugas. “Dua laki-laki pemberani ini, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin tahu benar apa resiko mereka. Namun mereka tetap memilih pergi untuk memberi sumbangsih bagi perkembangan peradaban umat manusia.”

Beberapa menit setelah pendaratan Neil dan Buzz, Columbia yang dikendara Collin bermanuver ke bagian belakang bulan. Menjadikan Collin sebagai pengelana ruang angkasa terjauh saat itu dengan jarak 250.000 mil dari permukaan bulan, serta terisolir dari segala jenis kehidupan. “Saya benar-benar merasa kesepian ketika itu.” Collin menceritakan. Namun akhirnya tugas itu berhasil. Collin kembali ke bumi bersama kedua rekannya. Orang-orang lebih mengingat Neil dan Buzz. Tetapi Collin mengatakan “Ini tetap sebuah kehormatan bagi saya. Saya puas dengan kursi yang diberikan pada saya. Melihat bumi dari jarak yang begitu jauh membuat saya belajar banyak tentang betapa kecilnya kita.”

Sumber : The Guardian

Sumber Gambar : The Guardian