Tekno & Sains
·
16 Juli 2021 12:00
·
waktu baca 3 menit

Mitos Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Di Jepang, ketsueki gata atau golongan darah dianggap sebagai indikator penting kepribadian seseorang. Apakah golongan darah benar berpengaruh pada kepribadian manusia? Bagaimana penjelasan ilmiahnya?
ADVERTISEMENT
Legend mengatakan bahwa cara mudah untuk berinteraksi dengan orang Jepang adalah dengan membuka obrolan tentang golongan darah. Yup, survey mengatakan bahwa kebanyakan orang Jepang terobsesi dan tertarik dengan perbincangan seputar tipe golongan darah.
Mitos Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah (700473)
searchPerbesar
Ilustrasi blood type | Image by 200 Degrees from Pixabay
Sejarah teori kepribadian golongan darah Jepang
Tipe golongan darah dan hubungannya dengan kepribadian seseorang menjadi populer sejak tahun 1930-an di Jepang berkat Tokeji Furukawa. Tokeji Furukawa adalah seorang guru dan psikolog di sekolah perempuan yang terhubung dengan universitas.
Hingga suatu saat Furukawa mempertanyakan sistem ujian masuk sekolah, yang hanya didasarkan pada kemampuan akademik. Sensei menginginkan sistem ujian masuk yang juga mempertimbangkan kepribadian pelamar.
Berangkat dari ide ini, Furukawa mengamati kepribadian dan golongan darah 11 orang di keluarganya, kemudian menuliskan hasilnya pada thesisnya berjudul Studi Temperamen Melalui Golongan Darah. Namun, teori Furukawa ditolak oleh para akademisi pada tahun 1933. Meskipun begitu, karena popular, maka teori itu tidak ditolak sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada tahun 1970-an seorang jurnalis bernama Masahiko Nomi, yang dipengaruhi oleh Takeji Furukawa, menerbitkan sebuah buku tentang hubungan antara golongan darah dan kepribadian. Buku ini menjadi buku terlaris dan membantu penyebaran teori Furukawa lebih luas. Pada 1980-an, topik itu menjadi sangat popular, dan bermunculan di media seperti musik, acara TV, dan majalah.
Namun, obrolan terkait teori golongan darah Furukawa tidak selalu menyenangkan. Teori ini menyebabkan masalah sosial yang cukup besar. Teori yang awalnya terlihat seimbang, ternyata justru menimbulkan ketidakimbangan di dunia nyata.
Orang-orang jadi cepat menghakimi seseorang dari golongan darahnya saja, misalnya dengan mengatakan “oh, pantas saja kamu agak gila kerja ya, kamu golongan darah O” atau “Eh, golongan darah mu A? Kok kayak bukan A, ya?” –note: teori Furukawa mengatakan bahwa golongan darah A memiliki kepribadian yang teratur dan rapi−
ADVERTISEMENT
Mitos vs fakta
Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan pengaruh tipe golongan darah pada kepribadian seseorang. Teori tipe golongan darah dan kepribadian bisa dikatakan sebagai pseudoscience atau ilmu semu, seperti mitos/kepercayaan yang mengklaim teorinya berdasarkan pada sains namun sebenarnya tidak berdasar pada sains sama sekali.
What Your Blood Type Says About You
Dilansir dari laman Walden University, tipe golongan darah cukup berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Tipe golongan darah A misalnya, tidak begitu disukai oleh nyamuk, namun golongan darah ini berpeluang 20% lebih tinggi terkena kanker perut dibandingkan dengan tipe O dan B.
Sementara itu tipe golongan darah B memiliki 50.000 kali jumlah strain bakteri ramah daripada tipe A atau O. Namun, tipe B 11% lebih tinggi terkena risiko penyakit jantung dari pada tipe O. Dan wanita tipe B memiliki risiko terkena kanker ovarium lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
Tipe golongan darah AB+ adalah donor plasma universal. Tetapi tipe AB 23% lebih berisiko risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan tipe O, dan wanita tipe AB lebih berisiko mengembangkan preeklamsia.
Terakhir, tipe golongan darah O. Tipe O bisa mendonorkan sel darah merahnya ke siapa saja, risiko lebih rendah untuk kanker pancreas, dan risiko kematian akibat malaria lebih rendah. Namun, ternyata tipe O lebih mudah terkena bisul, berisiko lebih tinggi untuk pecahnya tendon Achilles, dan tipe O lebih digemari oleh nyamuk :)
Jadi, apa golongan darahmu? (fas)
Sumber: 1, 2, dan 3