Ternyata Tidak Semua Kepik Baik, Ada Juga yang Bandel

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kepik adalah hewan yang memiliki reputasi yang cukup positif di mata manusia. Hewan yang dapat ditemukan di hampir seluruh dunia ini sering dianggap sebagai pembawa keberuntungan dan sering muncul dalam kartun dan menghiasi buku cerita anak-anak.

Dalam kehidupan nyata, serangga berwarna merah dan bertotol-totol hitam ini memang memiliki banyak manfaat. Mereka tidak mengganggu, tidak menggigit, dan tidak pernah berkerumun dalam jumlah yang besar. Kepik juga memakan hama seperti kutu daun, tungau laba-laba, dan kutu putih yang dapat merusak tanaman dan kebunmu.
Tapi tahukah kamu? Ternyata tidak semua kepik itu baik dan bermanfaat, ada juga kepik yang bandel. Dari tampilannya, kepik baik (Coccinellids) dan kepik bandel (Harmonia axyridis) tampak hampir serupa. Tapi meskipun tampak sama dan dari keluarga hewan yang sama, kelakukan kepik bandel sangat berbeda dengan kepik baik. Hanya ada satu sifat yang sama, yaitu sama-sama suka memakan hama kebun. Tapi hanya itu, tok.
Kepik bandel dapat menjadi agresif dan menggigit kulit. Mereka juga dapat berbahaya bagi hewan peliharaan seperti anjing. Serangga ini suka berkerumun dalam jumlah yang besar terutama di sekitar benda yang hangat dan reflektif seperti kaca. Bukan hanya itu, mereka juga akan meninggalkan cairan berbau busuk berwarna kuning di atas permukaan yang mereka hinggapi, baik kaca maupun kulit manusia. Yang lebih parahnya lagi, serangga ini akan berusaha untuk masuk ke dalam rumah mencari tempat berlindung di saat cuaca dingin.
Semua karakter kepik bandel di atas, meskipun mereka membasmi hama kebun, membuat kepik ini dikaterogikan juga sebagai hama yang harus dihindari. Jika kepik yang selama ini kamu kenal adalah kepik yang cantik dan baik, bayangkan kepik bandel adalah kembaran kepik baik dengan karakter yang sangat berbeda.
Tapi jangan khawatir, meskipun mirip, kedua kepik tersebut masih dapat dibedakan. Apakah perbedaannya?
Kepik bandel memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar daripada kepik baik. Berdasarkan warnanya, semua kepik baik berwarna merah terang dengan totol-totol hitam. Sementara kepik bandel memiliki warna yang lebih bervariasi, mulai dari merah sampai jingga, dapat memiliki atau tidak memiliki totol hitam di sayapnya. Kepik baik berbentuk bundar agak oval. Sementara kepik bandel berbentuk sedikit lebih panjang.
Namun ciri-ciri yang paling jelas adalah huruf “M” yang berwarna hitam dan putih di bagian belakang kepalanya. Tanda “M” tersebut bervariasi dalam ukuran, ketebalan, dan bentuk. Namun tanda ini akan selalu ada di sana.
Jika dilihat dari kelakuannya, kepik baik tidak akan masuk ke dalam rumah seperti kepik bandel. Kepik baik akan mencari tempat perlindungan di bawah naungan di luar rumah. Jadi jika kamu melihat ada sekumpulan kepik berkerumun di atap, loteng, bingkai pintu dan jendela, dan tempat-tempat lain yang jarang disentuh, kemungkinan besar mereka adalah kepik bandel.
Perbedaan kelakuan yang paling menonjol adalah refleks yang dilakukan oleh kepik bandel. Ketika mereka merasa terancam, mereka akan mengeluarkan cairan berbau busuk dan berwarna kuning dari sendi-sendi kaki mereka. Cairan ini tidak berbahaya, tapi dapat menodai tembok dan pakaian atau memicu terjadinya reaksi alergi minor.
Lalu bagaimana caranya agar kepik bandel tidak masuk rumah?
Pastikan bahwa semua jendela dan pintu di rumahmu ada dalam keadaan baik. Cek seluruh bagian rumah apakah ada sela-sela yang dapat dimasuki oleh hewan seukuran kepik. Jika kepik bandel ternyata berhasil masuk ke rumah, sedot mereka dengan mesin penyedot debu atau sapu mereka dan buang ke luar. Serangga ini berkembang biak dengan cepat. Jadi pastikan kamu juga bergerak dengan cepat jika rumahmu didiami mereka.
