Ini Pria yang Membeli Pesanan Go Food Fiktif Sang Ojol di Lampung

Lampung Geh, Lampung Selatan - Hardman, rela mengeluarkan kocek hingga Rp 649 ribu lantaran merasa iba terhadap sang driver ojek online (ojol) yang mendapatkan order fiktif makanan (Go Food).
Saat ditemui Lampung Geh, dirinya bercerita soal 4 kotak pizza dan 2 jus buah yang diantarkan seorang driver Gojek ke rumahnya yang berada di Jalan Sebiay, Nomor 6, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
"Jadi awalnya itu pada Kamis (13/6) selepas ashar waktu mamah saya di depan tiba-tiba ada abang Gojek itu. Memang dia mondar-mandir dari rumah saya sampai ke masjid di depan, lalu dia mampir ke depan rumah tanya, 'ini alamatnya dimana?'," kata Hardman kepada Lampung Geh, Sabtu (15/6).
Saat sang driver ojol menunjukkan alamat tersebut, ternyata alamatnya tepat di rumahnya. Namun, dirinya dan keluarganya merasa tidak memesan pizza yang diantarkan driver tersebut.
"Dia tanya ke mamah saya 'Bu pesen pizza gak?' dijawab, 'enggak, saya gak pesen pizza'. Itu pizzanya kan banyak banget, kata mamah saya 'coba cek lagi namanya'. Namanya Idham, dia tau nama itu juga dari profil di Whatsapp. Tapi kalau di akun gojeknya itu namanya M.S jadi gak pake nama," urai dia.
Hardman memikirkan mungkin orang di sekitarnya yang memesan pizza tersebut namun titik lokasi berada di kediamannya.
"Terus tetangga samping itu anaknya lagi keluar, coba tanya ke sebelah siapa tahu dia yang pesan. Dia samperin terus bukan dia juga yang pesan, akhirnya abangnya ke Masjid. Karena kata pelaku ini ngasih infonya rumahnya dekat Masjid dan warung," terangnya.
Saat di Masjid, sang driver ojol itu berusaha bertanya kepada jamaah yang baru selesai menunaikan sholat. Alhasil, tidak seorangpun yang mengetahui nama tersebut.
"Makanya abang Gojek itu diem lama di Masjid dan tanya ke bapak-bapak yang pulang sholat. Saya lihat dia, kok gak pergi-pergi dari Masjid, saya curiga fiktif nih. Saya gak enak alamat yang dipakai pas di rumah saya. Takutnya mikir aneh-aneh, akhirnya saya samperin di Masjid itu ngobrol-ngobrol," jelas dia.
Sembari mengobrol, dirinya bertanya kepada sang ojol berapa jumlah pesanan yang harus dibayarkan. Tak mengira, jumlah itu tergolong cukup besar hingga Rp 649 ribu.
"Terus saya minta foto screenshot order itu. Lalu saya bantu, nomor WA (Whatsapp) pemesannya berapa, saya simpan kontaknya ternyata WA-nya aktif dan sedang online," katanya.
"Terus saya kirim foto screenshot order dari abang gojek itu, sama saya WA, 'tanggung jawab pak kalau pesan, kasihan sama orang'. Gak lama dia baca, dia gak bales apa-apa langsung diblokir," imbuh dia.
Sementara, para warga juga sempat membantu dengan menelepon pelaku, namun pelaku tidak mengangkat telepon itu.
"Menurut saya sudah positif fiktif nih. Saya lihat juga abangnya sudah pucat karena bukan sedikit juga Rp 649 ribu itu," ujarnya.
Saat itu sang driver ojol tersebut menghubungi rekannya untuk datang ke lokasi Masjid dekat rumah Hardman. Setelah datang, rekannya juga berusaha menghubungi pelaku melalui pesan Whatsapp namun mendapatkan balasan tidak senonoh dari pelaku.
"Temannya coba WA pelaku juga, dia WA dibales cuma kasar ngomongnya, 'K****L' gitu, lalu diblokir juga," beber pria ini.
Lantaran merasa kasihan kepada sang driver, akhirnya Ia membeli seluruh pizza yang dibawa oleh ojol tersebut.
"Karena gak enak dan kasihan juga, yaudah saya beli saja. Itu saya beli pake uang pribadi saya dan ada juga yang sokong teman saya. Kita makan bareng-bareng," ungkap dia.
Atas peristiwa ini, Hardman berpesan kepada pelaku untuk tidak kembali mengulangi hal serupa kepada siapapun karena itu sangat merugikan para driver ojol.
"Kalau mau ngerjain orang jangan kayak gitu karena penipuan. Mungkin banyak terkontaminasi dengan Youtube seperti 'ngeprank'. Tapi itu sudah kelewatan karena ini parah banget. Hidup ini kan berputar mungkin dapat balasannya," pesan Hardman.(*)
---
Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando
Editor : aditaputraa
