Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jelang Tahun Baru, 31.288 Penumpang Menyeberang ke Pulau Jawa Lewat Bakauheni

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. PT ASDP Cabang Bakauheni memprediksi puncak arus terjadi hingga Sabtu (31/12) besok. | Foto : dok ASDP Bakauheni
zoom-in-whitePerbesar
Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. PT ASDP Cabang Bakauheni memprediksi puncak arus terjadi hingga Sabtu (31/12) besok. | Foto : dok ASDP Bakauheni

Lampung Geh, Lampung Selatan - PT ASDP Cabang Bakauheni mencatat jelang pergantian tahun baru 2023 ada sebanyak 31.288 penumpang menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

Data tersebut terhitung mulai tanggal (29/12) pukul 08.00 WIB hingga (30/12) pukul 08.00 WIB. General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Suharto mengatakan, jumlah penumpang sebanyak 31.288 orang yang diberangkatkan tersebut terdiri dari 1.650 pejalan kaki, dan 29.638 penumpang dalam kendaraan.

"Jumlah penumpang pejalan kaki ini naik hingga 193,6 persen jika dibanding tahun 2021 lalu data di hari yang sama, kemudian untuk penumpang dalam kendaraan juga naik 58,4 persen jika dibanding tahun 2021," kata Suharto, Jumat (30/12).

Kemudian, Suharto menjelaskan untuk jumlah kendaraan yang menyebrang ada sebanyak 7.470 kendaraan, dimana dari jumlah tersebut didominasi oleh kendaraan mobil pribadi sebanyak 3.019 unit.

"Kendaraan roda dua ada sebanyak 564 unit, bus 355 unit dan truk sebanyak 2.999 unit," ujarnya.

Sedangkan untuk jumlah total kapal yang dioperasikan ada sebanyak 29 kapal dan 93 trip keberangkatan.

PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus tahun baru terjadi sejak Kamis (29/12) kemarin hingga Sabtu (31/12). ASDP

terus mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan perjalanan libur akhir tahun dengan mengatur waktu keberangkatan.

Tak hanya itu, ASDP juga meminta agar masyarakat mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda seluruh wilayah Indonesia hingga awal Januari 2023. (*)