Kades Sukajaya Lempasing: Belum Bisa Pastikan Jaelani Eksekusi Kucing

Lampung Geh, Pesawaran - Terkait pemberitaan yang beredar luas di media massa juga mendapat tanggapan dari Kepala Desa (kades) Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, A. Zaenuri.
Hal itu diungkapkan saat ditemui Lampung Geh di kediaman orang tua dari terduga yang berlokasi di Jalan Batin Tihang, Desa Sukajaya Lempasing, KecamatanTeluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
"Sebelumnya juga kita tidak tahu, tahunya juga ketika sudah viral pembunuhan kucing di laut, itu juga informasi yang belum jelas," katanya kepada Lampung Geh, Senin (2/12).
Dirinya juga tak memercayai jika ada seseorang yang dengan tega membunuh kucing dengan cara mengikat di bagian lehernya hingga membanting.
"Mendengar permasalahan ini, kayak gak percaya aja, masa iya. Maka tadi pagi kita coba untuk turun ke lapangan. Kami lihat baru sebatas informasi dan katanya, sementara ini baik warga sendiri belum tahu dan diduga adik kita Jaelani ini (yang melakukan)," paparnya.
Zaenuri juga belum dapat memastikan siapa pelaku di balik pembunuhan kucing secara massal ini.
"Kita juga belum bisa pastikan, karena kita sendiri juga belum lihat langsung dia (terduga Jaelani) melakukan eksekusi terhadap kucing," ungkapnya.
Atas peristiwa tersebut, dirinya terjun langsung ke lokasi peristiwa untuk mengetahui langsung kejadian sebenarnya.
"Maka saya turun ke lapangan dengan memanggil Pak Kadus, Pak RT untuk membuktikan kebenarannya. Tapi kita belum bisa menentukan kalau pelakunya Jaelani karena kita belum ada barang bukti," jelas dia.
Saat ditanya apakah Jaelani benar mengalani gangguan jiwa, Zaenuri menilai benar lantaran perilaku terduga tak selayaknya orang normal.
"Kalau ke arah sana bisa saya betulkan, karena memang dari sikap dan tingkah lakunya agak aneh. Saya yakin memang ada gangguan kejiwaan, dilihat dari keseharian ada hal yang aneh-aneh. Tapi kita belum bisa katakan kalau dia memang gangguan jiwa sepanjang belum dibawa ke pihak medis," bebernya.
Setelah melakukan berkoordinasi dengan Cat Rescue Lampung, mereka menyarankan agar terduga dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk diperiksa.
"Dari komunitas kucing menyarankan bahkan berkoordinasi dengan pihak provinsi atau kabupaten agar anak ini segera dibawa ke rumah sakit jiwa," kata dia.
Dirinya juga mendukung upaya tersebut karena jika Jaelani benar mengalami gangguan jiwa dikhawatirkan dapat bertindak di luar nalar.
"Saat ini kami masih menunggu dari informasi Dinas Sosial, kalau memang sudah ada kejelasan mungkin akan kita tindaklanjuti," pungkasnya.(*)
