Kereta Api Rute Tanjungkarang-Baturaja Dijadwalkan Beroperasi Awal September

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kereta Api Kuala Stabas dijadwalkan beroperasi kembali awal September 2020 mendatang.
Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang, Bandar Lampung akan melakukan uji coba pengoperasian kembali perjalanan KA Kuala Stabas rute Tanjungkarang-Kotabumi-Baturaja pada awal bulan September 2020. Dalam hal ini pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang mengajak masyarakat khususnya penumpang untuk menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). 3M tersebut harus dipatuhi seluruh penumpang, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Pelaksana Harian (Pelakhar) Humas Divre IV Tanjungkarang, Asparen mengatakan, untuk penumpang KA Kuala Stabas, ada beberapa persyaratan tambahan. Persyaratan yang dimaksud yaitu, setiap penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.
Jika salah satu persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka penumpang KA Kuala Stabas tidak diperkenankan naik kereta api. Aturan ini sangat penting untuk dipatuhi agar semua pihak bisa saling menjaga kesehatan saat menggunakan kereta api.
“Meski KA Kuala Stabas beroperasi di tengah pandemi, KAI tetap bertekad melayani masyarakat yang melakukan perjalanan dengan selamat, aman, nyaman dan sehat sampai tujuan dengan tidak melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” jelasnya
Pihaknya mengimbau kepada penumpang untuk datang paling lambat 30 menitt sampai satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal tersebut dikarenakan pada saat boarding, ada tahapan verifikasi berkas oleh petugas dan kelengkapan penumpang lainnya sebelum diizinkan naik KA.
Untuk pengaturan physical distancing, saat ini KAI hanya menjual tiket 70 persen tiket dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Pada saat beroperasi, pihak kereta api tidak melayani pembelian tiket secara online dan hanya di dapat dibeli secara langsung di loket-loket stasiun pada saat keberangkatan atau pembelian go show (tiga jam sebelum keberangkatan).
Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang dapat melakukan verifikasi tiket secara mandiri.
“Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas,” katanya.
Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang di atas kereta setiap 3 jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala COVID-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di dalam kereta.
“Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan,” jelasnya
Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering disentuh setiap 30 menit sekali secara bergantian. Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung cairan disinfektan.
Selain itu, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield. Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.
“Petugas juga kami lengkapi APD agar memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani oleh petugas kami,” ungkapnya.
Di samping itu, KAI juga tetap membersihkan kereta dan fasilitas stasiun secara intensif menggunakan bahan pembersih yang mengandung cairan disinfektan. Fasilitas higienitas berupa wastafel portabel dan hand sanitizer juga disediakan di titik-titik yang mudah dijangkau oleh penumpang.
“Kami mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat,” kata Asparen. (**)
