Konten Media Partner

Menanti Festival Pasa Harau di Kabupaten Limapuluh Kota

langkanverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menanti Festival Pasa Harau di Kabupaten Limapuluh Kota
zoom-in-whitePerbesar

Langkan.id Limapuluh Kota- Pasa Harau & Art Culture Festival bakal kembali dihelat pada 13-15 Juli 2018 di kawasan Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Direktur Produksi Pasa Harau Siska Aprisia mengatakan, Pasa Harau ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan wisata berbasis komunitas di Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang digelar sejak 2015.

"Festival ini diselenggarakan masyarakat yang bernaung dalam Komunitas Lembah Harau. Tujuannya sebagai pilot pemberdayaan masyarakat pariwisata dengan cara kreatif, mandiri dan berkelanjutan dengan pelibatan masyarakat sekitar sebagai penyelenggara," ujarnya, Kamis 1 Maret 2018.

Kawasan Lembah Harau dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang dikelilingi dinding granit yang tinggi dan berwarna-warni. Di sini air terjun yang indah dan dipadu hamparan pepohonan dan sawah yang diapit tebing-tebing tegak lurus.

Siska mengatakan, pengunjung yang ingin menikmati pertunjukkan dan mendapatkan sensasi festival di Lembah Harau, sudah bisa mendapatkan tiket presale.

Presale tiket pertama ini, ada 5 paket berbeda dengan keunggulan masing-masing paket. Paketnya adalah Paket Kawa Daun, Paket Sarasah, Paket Pucuak Kopi, Paket Lembah, dan Paket Gambia.

"Untuk mengetahui secara detil terkait paket-paket ini, pengunjung dapat langsung melihat dan melakukan pemesanan tiket di website resmi PasaHarau.com. Dalam situs resmi Pasa Harau ini akan didapatkan berbagai informasi terkait Pasa Harau," ujarnya.

Sedangkan, untuk presale tiket kedua, Siska menyebut akan dimulai pada 4-10 Maret 2018 mendatang. Mereka juga akan melakukan promo dengan roadshow di beberapa lokasi di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Pekanbaru. [A. Piliang]