Sempat Layani Ibu Hamil yang Meninggal karena Corona, IGD RSI Ibnu Sina Ditutup

Layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Kota Bukittinggi ditutup untuk sementara waktu, setelah mengetahui ibu hamil delapan bulan meninggal dunia yang sempat di masuk ruangan itu dinyatakan positif Virus Corona (COVID-19).
Ketua RSI Ibnu Sina atau yang dikenal Rumah Sakit Yarsi tersebut, Masrul menyebutkan, pasien yang dinyatakan positif COVID-19 itu memang sempat dirujuk ke IGD RSI Ibnu Sina. Namun, katanya, hanya beberapa menit, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.
"Masuk IGD, lalu langsung dikirim ke RSAM, karena RSAM penuh, makanya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Jadi, tidak sempat dirawat di RSI Ibnu Sina, sangat sebentar pasien itu di IGD," ujarnya kepada Langkan.id saat dihubungi via telepon, Kamis (9/4).
Dijelaskan Masrul, ketika pasien yang hamil delapan bulan itu masuk IGD, tim medis di RS Ibnu Sina telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona.
"Saat ini, layanan di IGD rumah sakit juga sudah disetop sejak kemarin sore, mungkin besok sudah kita operasikan lagi," ungkapnya.
Bahkan, kata Masrul, saat ini sebanyak 14 tim medis yang diketahui sempat kontak dengan pasien telah diobservasi di rumah masing-masing.
"Tim medis masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP), meskipun mereka sudah dilengkapi APD saat layani pasien dan juga hanya dalam rentang waktu yang singkat, namun kita tetap antisipasi," katanya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
