Wow! Menggugah Selera, Payakumbuh Hadirkan Wisata Gastronomi di Sentra Rendang
·waktu baca 3 menit

Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, tidak menyia-nyiakan keberadaan Sentra IKM Randang yang ada di daerah itu. Bahkan melalui program School Of Randang, Pemko Payakumbuh menggalakan wisata gastronomi.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz menjelaskan terkait wisata gastronomi itu sejauh ini masih terus digalakan agar banyak orang bisa mengenali seputar kuliner Minang terutama rendang.
"Wisata gastronomi ini digalakan dengan tujuan memperkenalkan lebih dalam lagi seputar rendang. Sebab, jika tidak dikenal, terutama bagi generasi-generasi muda di Sumatera Barat, suatu saat rendang bisa redup kepopulerannya," katanya seperti tertulis di situs resmi Payakumbuh, Sabtu 26 Juni 2021.
Menurutnya dengan adanya upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal Minangkabau itu, dan melalui program School Of Randang, kuliner asli Minangkabau akan terus ada dari zaman ke zaman.
"Anak-anak usia sekolah harus mengetahui seluk beluk makanan khas orang Minang. Tak hanya cara membuatnya saja, tetapi juga literasi terkait rendang," sebutnya.
Dikatakannya Payakumbuh menjadi kota gastronomi dan satu-satunya kandidat kota gastronomi di dunia melalui kuliner rendang.
Hal tersebut tidak terlepas juga dengan adanya program School of Rendang tersebut. Karena memang program tersebut sangat penting dalam kedudukan Kota Payakumbuh untuk kedepannya.
Sehingga kedepannya diharapkan, Payakumbuh menjadi daerah yang memiliki pariwisata unggulan.
"Daerah lain objek wisatanya di alam, seperti pantai, pegunungan, dan sungai. Sementara kami di Payakumbuh, ada kulinernya yakni rendang," ujarnya.
Wisata gastronomi di Payakumbuh itu seakan menjadi sebuah daya tarik baru bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial yang juga telah singgah ke Sentra IKN Rendang itu, mengatakan, ide dan gagasan yang dirancang kini oleh Pemko Payakumbuh adalah hal yang sudah sangat tepat.
"Ngapain kita harus mikir untuk ikut-ikutan bikin objek wisata alam pula. Ini kan bagus, ada wisata kuliner, sekaligus edukasi tentang rendang Minangkabau," katanya secara terpisah.
Dia menyebutkan wisata gastronomi di Payakumbuh itu tentunya akan didukung oleh Pemprov Sumatera Barat.
Menurutnya Payakumbuh adalah pintu masuk wisatawan nusantara dari Provinsi Riau, dimana orang akan melewati dan singgah ke Payakumbuh, meski singgah di Kabupaten Limapuluh Kota sebentar, namun wilayah servicenya adalah Payakumbuh untuk di Sumatera Barat.
“Sebagai kota yang terkenal dengan kuliner siang-malamnya, suatu pikiran oleh pemprov kalau brandingnya banyak dan bisa berubah dari Gelamai, Batiah, menjadi Randang seperti saat ini,” ujar Novrial.
Ia berharap upaya Pemko Payakumbuh untuk terus menggalakan wisata gastronomi dengan branding yang bagus, menarik, dan tentunya kepada Sentra IKM Rendang harus berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan, di saat mendapat kunjungan.
"Ingat jangan abaikan protokol kesehatan. Silahkan berwisata, tapi ingat kesehatan," harap Novrial.
