Konten dari Pengguna

Sangat Mudah : Dokumentasi Asuhan Keperawatan Tanpa Tulis Tangan

Ari Nurlaeli

Ari Nurlaeli

Mahasiswa Prodi MARS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ari Nurlaeli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era modern saat ini, bidang kesehatan mengalami transformasi yang cukup besar dalam berbagai aspek, salah satunya termasuk dalam hal asuhan keperawatan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan semua fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) untuk mengimplementasikan rekam medis elektronik paling lambat pada 31 Desember 2023. Menjadi salah satu inovasi yang banyak dibicarakan yaitu digitalisasi terkait dokumentasi asuhan keperawatan. Digitalisasi ini meliputi penggunaan sistem elektronik untuk merekam, menyimpan, dan mengakses data pasien. Selain itu yang menjadi nilai lebihnya adalah menggantikan dokumentasi manual berbasis kertas dan tulis tangan, dimana sebagian perawat dihabiskan waktu hanya untuk menulis manual asuhan keperawatan. Transformasi digital ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi kerja perawat, tetapi juga meningkatkan kualitas perawatan pasien secara keseluruhan.

Apa Saja Manfaat Digitalisasi Dokumentasi Asuhan Keperawatan?

1. Efisien Waktu dan Tenaga

Digitalisasi membuat perawat dengan mudah mengakses data pasien dengan cepat dan mudah, sehingga sangat efisien dari sisi waktu maupun tenaga. Perawat juga menjadi lebih cepat saat mencatat karena menggunakan komputer atau tablet. Hal tersebut tentunya sangat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menulis dan mencari dokumen rekam medik fisik, sehingga waktu untuk merawat pasien lebih banyak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Khan (2022) dimana pengukuran waktu yang dihabiskan perawat ICU untuk mengerjakan HER (Health Electronic Record) hanya menghabiskan waktu 2,04 jam dari 12 jam waktu shiftnya. Dengan kata lain digitalisasi dokumentasi asuhan keperawatan sangat efisien waktu dan tenaga.

2. Peningkatan Akurasi dan Pengurangan Kesalahan

Dengan digitalisasi akan meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan dan pengelolaan data. Melalui dokumentasi elektronik memberikan dampak data pasien menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi, sehingga seluruh riwayat medis pasien dapat diakses dengan mudah, jelas dan lengkap serta mencegah kesalahan medis yang disebabkan informasi yang hilang atau salah. Penelitian yang dilakukan oleh Hariyati (2020) menjelaskan bahwa sistem dokumentasi elektronik membantu seorang perawat dalam menegakkan diagnosa keperawatan dengan tepat.

Tantangan dalam Implementasi Digitalisasi

1. Biaya

Digitalisasi dokumentasi asuhan keperawatan memerlukan biaya cukup tinggi di awal implementasiannya. Fasilitas kesehatan perlu mengalokasikan biaya untuk pengadaan perangkat keras, perangkat lunak serta pelatihan staf.

2. Pelatihan dan Adaptasi Staf

Proses peralihan dari sistem pendokumentasian manual ke sistem digital memerlukan pelatihan khusus bagi user. Perlu adanya pemahaman cara mendokumentasikan asuhan keperawatan yang efisien hanya dengan beberapa klik saja. Proses ini cukup memakan waktu dan ada tantangan tersendiri terutama bagi staf yang pengetahuan teknologinya kurang karena faktor usia ataupun keterampilan mengoperasionalkan perangkat kurang baik.

Kegiatan Pendokumentasian Asuhan di Elektronik Rekam Medis oleh dokter dan perawat di RS PKU Wonosobo. Kredit foto : Ari Nurlaeli/Perawat RSPKU

Kesimpulan

Digitalisasi dokumentasi asuhan keperawatan merupakan inovasi yang perlu diterapkan diseluruh Fasyankes sebagai langkah untuk menigkatkan efisiensi, akurasi dan kualitas perawatan. Selain itu juga dapat memberikan layanan kesehatan yang terintegrasi, aman dan efektif. Tidak perlu lagi melakukan penulisan manual dan menghabiskan banyak waktu, cukup dengan menekan tombol dikomputer maka asuhan keperawatan digital akan menyajikan data pasien yang lengkap dan akurat.