Lebih Dalam Mengenal Insecure dan Selflove

Mahasiswa Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta Tertarik pada penulisan opini, lifestyle, self motivated
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Lidia Pratama Febrian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyak orang yang merasa tidak percaya diri atau insecure, namun mereka belum mencoba untuk mencintai diri sendiri dan menerima diri mereka apa adanya.

Sebagian orang masih merasa insecure dengan dirinya, rasa ini sering menghantui pikiran dan hati seseorang. Rasa insecure terkadang juga muncul disaat kamu melihat orang lain lebih dari kamu. Kamu tahu gak sih mengapa hal itu terjadi?
Rasa tidak percaya diri atau insecure terjadi ketika kita minder dengan penampilan atau hal yang ada pada diri kita. Sehingga kita kerap kali terpuruk dengan situasi yang terkadang kita juga tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Banyak kasus dalam hal insecure, seperti merasa jelek, bodoh atau merasa tidak berguna.
Pada dasarnya ketika kita merasa ada yang kurang dalam diri seharusnya kita mencoba untuk lebih tahu kekurangan kita, namun tidak berfokus pada itu saja. Jika kita hanya terfokus pada rasa itu maka kita akan kehilangan keberanian dalam diri.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Dengan membangun pribadi yang positive thinking bisa membuat kita sedikit mengurangi rasa cemas dan insecure. Berpikir jernih adalah solusinya, mencoba mengendalikan emosi dan berusaha menerima apa pun hasil dari setiap hal yang kamu lakukan.
Memikirkan hal yang serasa patut di pikirkan, karena semua hal negative hadir dari pemikiran yang berlebihan serta menanggapi ekspektasi di luar kemampuan. Semua berawal dari lingkungan, namun ketika lingkungan membuatmu merasa tidak percaya diri, mulailah dari memperbaiki pola pikirmu, berawal dari menerima kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki.
Tujuan dari self-love adalah untuk melindungi dan menjaga pikiran kita, namun seringkali kita merasa kesulitan mengontrol untuk tidak menanggapi kata-kata orang di luar diri kita.
Hal-hal yang membuat kita sulit untuk mengendalikan emosi kita, antara lain sifat cemas, tidak yakin dengan kemampuan diri, bahkan menganggap diri kurang dalam segala hal. Sifat seperti itu terbiasa mendengarkan dan menanggapi apa-apa yang dikatakan orang lain, sehingga menimbulkan rasa tidak yakin dengan hal yang dimiliki.
Sebenarnya, hal tersebut justru akan membuat kita sulit dalam menjadi diri kita sendiri. Kita berpikiran bahwa apa yang orang lain lakukan pasti kita bisa meskipun itu bukan bidang yang kita bisa. Padahal menjadi diri sendiri adalah kunci dari permasalahan kita dalam memercayai diri bahwa kita berbeda dengan nilai terbaik versi kita sendiri.
Memang tidak mudah untuk “Selflove” tetapi apa salahnya jika kita mencoba dahulu. Terikat akan keinginan dan kata-kata orang lain bukanlah pilihan terbaik. Prioritaskan dirimu, hal yang kamu suka, tujuanmu, keinginanmu bukan keinginan orang lain terhadap dirimu.
Apa yang bisa dilakukan untuk love yourself?
Pertama, bersyukur. Salah satu cara ampuh agar kamu tidak merasa kurang atas apa yang telah kamu miliki saat ini. seperti menjadi cantik memang keinginan setiap wanita.
Namun sudahkah kamu menerima apa adanya dirimu? Cantik versi kamu belum tentu cantik versi orang lain. Di sinilah kamu memperlihatkan bahwa kecantikan bukan standar kesempurnaan. Perbaiki pola pikir dan menjadi pribadi yang berbeda dengan kecantikan alami kamu, serta menerima setiap hal yang ada pada dirimu.
Kedua, berhenti membandingkan. Setiap orang punya keahlian dan passion masing-masing,setiap orang itu berbeda, bekerja padahal yang mampu untuk dilakukannya. Jika kamu terus mengikuti apa yang orang lain lakukan sedangkan kamu tidak memiliki kemampuan itu, hal itu sama saja kami menjadi diri orang lain dan mengabaikan kemampuan dirimu sendiri.
Ketiga, yakin bahwa kamu bisa. Setiap kamu merasa down, merasa kurang dengan yang kamu lakukan, maka yakinlah kamu bisa melewati hal itu. Apapun hasilnya kamu sudah berjuang sebisa dan semaksimal yang kamu perjuangkan. Tidak ada hasil yang mengkhianati perjuangannya.
Keempat, fokus pada tujuanmu. Apa yang bisa kamu lakukan dan apa yang tidak jangan paksakan. Jika kamu yakin dengan usahamu dan fokus akan hal itu. Jalani saja dan optimislah. Kamu sudah melewati berbagai rintangan. Biarkan penilaian dan tanggapan orang menjadi semangatmu, bukan malah memperburuk keadaanmu.
