PKM Universitas Pamulang: Investasi & Tabungan Masa Depan di SMAN 66 Jakarta

Lidya Danayanti Mahasiswa Universitas Pamulang - Berbagi pemikiran, edukasi, dan sudut pandang melalui tulisan artikel.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari lidya danayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 14 Oktober 2026- Dalam upaya mendorong pembentukan karakter generasi muda yang cerdas finansial, tim mahasiswa dari Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 66 Jakarta. Mengusung tema "Upgrade Mindset Keuangan Kamu: Dari Konsumtif Jadi Generasi Cerdas Finansial", kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa SMA dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengawasan alokasi uang saku, pengelolaan tabungan, hingga pengenalan instrumen investasi yang aman sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diawali dengan pembagian pre-test kepada seluruh peserta. Pengujian awal ini dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman dasar para siswa terkait konsep tabungan dan investasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa para siswa SMAN 66 Jakarta sebenarnya sudah cukup familiar dan aware mengenai pentingnya menabung serta gambaran umum tentang investasi. Namun, pemahaman tersebut masih sebatas pengetahuan umum di permukaan dan belum menyentuh tingkat pendalaman teknis maupun eksekusi finansial yang disiplin.
Dari Pola Konsumtif Menuju Saving First
Memasuki sesi penyampaian materi, tim PKM mengulas fenomena kebiasaan finansial remaja saat ini, seperti siklus "tanggal muda sultan, tanggal tua pingsan" yang diakibatkan oleh perilaku belanja impulsif, checkout e-commerce, nongkrong, hingga dorongan Fear of Missing Out (FOMO).
Guna mengubah kebiasaan tersebut, tim pemateri mengenalkan pergeseran mindset dari Saving Last (menabung dari uang sisa) menjadi Saving First (menyiapkan alokasi tabungan terlebih dahulu begitu uang saku diterima). Peserta juga diperkenalkan pada formula alokasi uang saku sederhana 50/30/20:
50% Kebutuhan (Needs): Ongkos, makan, kuota internet, dan biaya tugas sekolah.
30% Keinginan (Wants): Hiburan dan nongkrong.
20% Tabungan & Investasi (Saving): Pembentukan dana darurat dan persiapan masa depan.
Selain itu, pentingnya membentuk Dana Darurat (Safety Net) juga ditekankan agar para siswa tidak bingung saat menghadapi pengeluaran tak terduga, seperti laptop rusak atau biaya medis mendadak, tanpa harus bergantung pada utang atau pinjaman.
Memahami Efek Compound Interest dan Investasi Aman (Prinsip 2L)
Materi dilanjutkan dengan penjelasan konsep Compound Interest (bunga majemuk), yang membuktikan bagaimana konsistensi menabung/berinvestasi sejak usia sekolah (misalnya Rp100.000 per bulan) dapat memberikan imbal hasil yang berlipat ganda dalam jangka panjang dibandingkan jika baru memulainya di usia dewasa.
Peserta diajak mengenali berbagai instrumen investasi dasar yang sesuai untuk pemula, antara lain:
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU): Risiko sangat rendah, modal awal terjangkau (mulai Rp10.000), dan likuid.
Emas Digital: Cocok untuk jangka menengah/panjang serta dapat dibeli secara pecahan kecil.
Obligasi / Surat Berharga: Surat utang dengan imbal hasil berkala yang aman.
Guna menghindarkan siswa dari maraknya kejahatan finansial dan investasi bodong, tim PKM menekankan penerapan Prinsip 2L (Legal dan Logis). Siswa diingatkan untuk selalu menguji legalitas lembaga keuangan melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal atau mewajibkan skema rekrutmen anggota.
Hasil Post-Test dan Harapan Ke Depan
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan kondusif. Di akhir kegiatan, para peserta kembali diminta mengisi lembar post-test untuk mengevaluasi daya serap materi. Hasil post-test menunjukkan nilai yang stabil dan tidak jauh berbeda dari hasil pre-test awal. Hal ini mengonfirmasi bahwa para siswa SMAN 66 Jakarta pada dasarnya telah memiliki tingkat kesadaran (awareness) yang cukup baik mengenai pentingnya tabungan dan investasi, namun tantangan utamanya terletak pada kebutuhan akan pendampingan praktik secara bertahap dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan para siswa SMAN 66 Jakarta tidak hanya sekadar paham secara teori, tetapi mulai termotivasi untuk mengambil langkah konkret: menyisihkan uang saku secara teratur, bijak memilih instrumen yang legal terdaftar di OJK, dan membangun fondasi finansial yang tangguh demi masa depan.
