Kelas kumparan : Berperang Melawan Penjajahan Mental Masa Kini

Dalam rangka memperingati hari pahlawan, kelas kumparan hari ini spesial mengangkat tema Berperang Melawan Penjajah Mental Masa Kini. Di mana kita tahu bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjadi pahlawan bagi diri sendiri untuk bisa bertahan melalui masa sulit saat ini untuk melawan penjajah mental, yang pada umumnya tanpa kita sadari atau tersembunyi.
Lalu, apa sih yang dimaksud dengan penjajahan mental tersembunyi? dr. I Gusti Rai Wiguna, Sp. KJ menjelaskan dalam sesi pembuka di Kelas kumparan hari ini (10/11) bahwa yang dimaksud dengan penjajahan mental tersembunyi adalah saat kita mulai merasakan beberapa tanda berikut :
Bermasalah, banyak mengeluh tapi tidak paham apa sumber masalahnya
Dilema
Menginginkan hasil berbeda tapi masih selalu melakukan cara yang sama untuk mewujudkannya
Ingin mengubah diri tapi tidak tahu dari mana
Merasa tertekan lalu lari dari masalah
Perubahan situasi mendadak seperti saat pandemi ini
Saat sudah berada dalam situasi di atas itu berarti kita memerlukan perhatian khusus terlebih saat pandemi ini. Karena mental akan memberikan respon dengan adanya perubahan situasi dan daya adaptasi yang akan mempengaruhi kesehatan jiwa.
Di kelas kali ini dr. Rai membahas tuntas bersama awak kumparan tentang bagaimana cara mendeteksi diri mengenai kesehatan mental yang kita miliki pada saat WFH di masa pandemi, faktor-faktor apa saja yang bisa memicu gangguan kesehatan mental saat WFH, kapan waktu yang tepat untuk meminta bantuan profesional ketika kesehatan mental terganggu, langkah-langkah yang bisa kita lakukan secara mandiri untuk mengatasi gangguan kesehatan mental hingga bagaimana memahami cara mengatur waktu yang dapat diimplementasikan untuk menjaga kesehatan mental.
Beberapa tips dibagikan dalam kelas yang berlangsung selama satu setengah jam ini, seperti pola waktu yang disarankan untuk menjaga kesehatan mental. Dokter Rai menyarankan untuk menggunakan pola waktu 8-8-8. Pola waktu ini merupakan pembagian waktu kita dalam satu hari, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk leisure dan personal growth, dan 8 jam untuk istirahat. Pola ini sesuai dengan ritme sirkadian manusia.
Dan untuk menghindari kejenuhan yang berujung pada gangguan mental, dr. Rai juga menyarankan kita untuk segera membuat keseimbangan pola aktivitas yang baru dengan cara :
Rencanakan pola kerja baru
Buat 3 goals tiap hari untuk dilakukan selama seminggu
Membuat jurnal tentang aktivitas harian, tidak hanya dalam bentuk tulisan, kamu juga bisa membuatnya dalam bentuk rekaman audio, loh seperti yang dilakukan dr. Rai
Jalankan hobi baru yang bisa dilakukan di rumah
Bagikan aktivitas baru ini ke teman baik
Namun, jika merasa mempunyai masalah dengan mental yang datang berulang dalam waktu yang sama, tidak bisa lagi diatasi dengan beberapa cara di atas, tidak ada yang bisa diajak curhat, mengalami gangguan tidur, muncul ide untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, masalah yang dihadapi sudah membuat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan, nafsu makan berkurang atau berlebihan, terjadi keluhan fisik yang tidak jelas penyebabnya hingga mulai sering browsing diagnosis diri yang cocok di internet, itu tandanya kamu sudah memerlukan tenaga profesional untuk membantu.
Dan yang terpenting, tidak perlu sungkan dan malu ya, untuk bercerita dengan orang terdekat tentang apapun yang kamu rasakan, karena dalam kondisi seperti ini sangat penting untuk kita bisa berbagi dan memberikan dukungan satu sama lain.
