Konten dari Pengguna

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan jika Punya Bos Menyebalkan

LifeHack

LifeHack

Membicarakan seputar trik dan tips kehidupan.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari LifeHack tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Punya bos rese dan toxic memang menyebalkan. Tidak dapat dimungkiri jika itu bisa membuat kita merasa lelah dan ingin mencari pekerjaan baru.

Tapi, keluar dari pekerjaan saat ini juga bisa dirasa bukan pilihan bijak. Gaji yang besar sampai sulitnya mendapat pekerjaan baru yang sesuai passion bisa menjadi alasannya.

Lalu, bagaimana caranya kita bisa bertahan menghadapi bos yang rese itu tanpa perlu keluar dari pekerjaan dan merasa stres? Melansir Harvard Business Review, ada beberapa cara lho, yang bisa kamu lakuin.

1. Coba beri masukan.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Coba deh ajak bosmu membicarakan hal apa yang kiranya membuat ia menjadi bos yang toxic. Pilih waktu yang tepat, ia harus berada dalam situasi hati yang baik. Jelaskan baik-baik kepadanya. Oiya, persiapkan pula hal-hal yang perlu kamu bicarakan untuk menanggapi reaksinya, ya.

2. Pastikan kamu punya lingkup pertemanan yang mendukung.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Kalau kamu rasa bosmu sulit diajak berbicara, hal selanjutnya yang perlu kamu pastikan adalah menempatkan dirimu di lingkup pertemanan yang saling mendukung. Dukungan dari orang-orang terdekatmu itu perlu untuk menambah amunisi kekuatanmu dalam menghadapi si bos yang rese.

3. Berolahraga dan tidur.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Menjaga kesehatan fisik tetap terjaga saat mentalmu lelah itu sangat penting. Jangan sampai toxic dari bosmu membuatmu sakit.

Lakukan kegiatan yang kamu senangi untuk merilekskan pikiranmu. Bisa dengan yoga, main sepak bola, atau olahraga lainnya. Oiya, jangan lupa untuk cukup tidur juga untuk memastikan tubuhmu tetap prima.

4. Cari peluang lain.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Kamu mungkin bisa lepas dari bosmu yang toxic tanpa harus keluar dari perusahaan tempatmu bekerja. Caranya, coba eksplor diri kamu lebih jauh dan temukan adakah posisi di kantor yang kiranya cocok dengan dirimu. Lalu, coba berunding untuk bisa menukar posisi jabatanmu saat ini di kantor.

5. Pertimbangkan untuk konsultasi dengan HRD.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Cari tahu, apakah bagian SDM di kantormu terbuka mendukung keluhan pegawainya atau tidak. Jika iya, ceritakan masalahmu dengan pihak HRD tersebut. Juga beri tahu apa saja yang telah kamu lakukan untuk memperbaiki keadaanmu saat ini. Siapa tau, pihak HRD sudah pernah menemukan kasus yang serupa denganmu saat ini.

Kamu mungkin tidak bisa mengendalikan perilaku toxic bosmu, tapi, kamu bisa mengontrol bagaimana cara merespon perilakunya. (NS)

Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.