Rumah Tumbuh, Tren Baru Membangun Rumah di Indonesia

Ekosistem kreatif yang bergerak di bidang desain interior, arsitektur, pembangunan dari nol, renovasi, pembuatan kabinet custom, penyediaan furniture, dan lainnya. Informasi lebih lanjut: https://linktr.ee/lifetimedesign
Konten dari Pengguna
13 Juli 2022 10:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Lifetime Design tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
ADVERTISEMENT
Istilah ‘rumah tumbuh’ mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, tanpa disadari banyak orang telah mengaplikasikan konsep ini ketika membangun rumah. Lalu sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan rumah tumbuh tersebut?
ADVERTISEMENT
Sejatinya, rumah tumbuh merupakan sebuah hunian yang pembangunannya dilakukan secara bertahap. Terdapat beberapa faktor yang menentukan keberlanjutan pembangunan sebuah rumah tumbuh. Mulai dari penambahan anggota keluarga yang akhirnya membuat kebutuhan akan ruang bertambah pula, hingga ketersediaan budget.
Kehadiran rumah tumbuh menjadi sebuah solusi bagi Anda yang memiliki budget terbatas ketika merenovasi atau membangun rumah. Konsep ini memungkinkan Anda melakukan pembangunan secara bertahap, dimulai dari ruangan yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Kemudian seiring berjalannya waktu, Anda pun bisa menambahkan massa ruang, baik secara vertikal (tingkat) atau horizontal jika memiliki tanah lebih.
Konsep rumah tumbuh terbilang cukup menarik untuk diaplikasikan. Namun, apa saja yang perlu diperhatikan ketika Anda menggunakan konsep ini? Berikut Lifetime Design berikan beberapa tipsnya!
ADVERTISEMENT
Buat Rencana Keseluruhan
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
Walaupun rumah akan dibangun secara bertahap, namun ada baiknya Anda melakukan perencanaan secara keseluruhan di awal. Salah satu perencanaan yang cukup krusial adalah tentang pembangunan struktur. Jika Anda memiliki niat untuk membangun rumah secara vertikal, ada baiknya Anda membangun pondasi yang tepat. Dengan begitu, nantinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk merombak pondasi dari awal.
Tentukan Prioritas Ruang
Lifetime Design (Instagram: @lifetime.design)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design (Instagram: @lifetime.design)
Dengan mengaplikasikan konsep rumah tumbuh, Anda harus mengetahui ruangan apa saja yang menjadi prioritas untuk dibangun di awal. Pemilihan ruangan ini ditentukan berdasarkan urgensi atau kebutuhan dari setiap anggota keluarga. Ada beberapa ruang yang kami rekomendasikan untuk dibangun di awal. Mulai dari ruang keluarga, dapur, kamar tidur, dan juga kamar mandi. Nah, untuk mengakali yang belum tersedia, Anda dapat membuat fungsi ruangan lebih multifungsi.
ADVERTISEMENT
Perhatikan Tampilan Rumah Anda
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
Walaupun nantinya akan dibangun kembali, Anda tidak boleh menganggap sepele soal penampilan rumah baik interior maupun eksteriornya. Untuk mempercantik tampilan eksterior di tahap pertama dan rencana selanjutnya, Anda bisa menyewa jasa arsitek yang lebih berpengalaman dalam menghadirkan konsep rumah tumbuh. Dengan menggunakan jasa tampilan fasad dan landscape rumah Anda akan lebih menarik bahkan mungkin membuat banyak orang tidak mengetahui kalau rumah tersebut sebenarnya masih dapat dibangun kembali.
Atur Budget dengan Detail dan Terperinci
Lifetime Design (Instagram: @lifetime.design)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design (Instagram: @lifetime.design)
Tujuan utama Anda menggunakan konsep rumah tumbuh adalah memaksimalkan budget yang dimiliki. Maka dari itu, saat pengaturan budget atau anggaran Anda harus benar-benar melakukannya secara detail. Jangan sampai, nantinya ada pengeluaran tak terduga yang membuat overbudget. Ada beberapa anggaran yang harus Anda pikirkan yaitu: jasa arsitek, pembelian material, jasa tukang atau kontraktor, jasa desain interior, pembelian furniture, serta jangan lupa untuk sisihkan biaya tak terduga.
ADVERTISEMENT
Terakhir, Pikirkan Jangka Panjang
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
zoom-in-whitePerbesar
Lifetime Design Arsitektur (Instagram: @ld.arsitektur)
Ketika membangun rumah tumbuh, Anda tidak hanya memikirkan pembangunan saat itu saja, tetapi juga kedepannya. Pikirkan detail-detail kecil yang akan mempermudah Anda dalam pembangunan berikutnya tanpa harus mengganggu area yang telah ada. Pada tahap ini, Anda membutuhkan bantuan desainer interior ataupun arsitek agar perhitungannya lebih tepat sasaran.
Konsep rumah tumbuh bisa menjadi salah satu solusi terbaik bagi Anda yang memiliki budget terbatas. Namun ingat, Anda harus benar-benar memikirkan detail anggaran serta prioritas ruangan-ruangan apa saja yang akan didesain dan dibangun.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020