5 Fakta Masjid Istiqlal yang Jarang Diketahui

Tulisan dari Light News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari ini merupakan 40 tahun diresmikannya Masjid Istiqlal yang diresmikan pada 1978. Masjid yang dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia ini memiliki keindahan arsitekturnya yang mengundang decak kagum.
Berikut beberapa 5 fakta mengenai masjid Istiqlal yang jarang diketahui.
Masjid Istiqlal Dirancang Oleh Seorang Anak Pendeta
Masjid Istiqlal dibangun oleh seorang anak pendeta bernama Friedrich Silaban. Kisahnya bermula pada tahun 1955, Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno membuat sayembara desain maket Masjid Istiqlal. Sebanyak 30 arsitek yang mengikuti sayembara tersebut, namun hanya 22 arsitek yang lolos persyaratan. Friedrich menjadi pemenang sayembara dengan julukan “By the Grace of God” oleh Bung Karno.
Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1953, Wahid Hasyim, Anwar Tjokroaminoto, Agus Salim, serta masyarakat sekitar saling membantu dalam pembangunan masjid sebagai simbol kemerdekaan Republik Indonesia. Nama Istiqlal disepakati karena memiliki arti kemerdekaan dalam bahas Arab.
Banyak berbagai macam kegiatan umat Islam di Masjid Istiqlal. Selain menjadi tempat bertemunya muslim dari berbagai kalangan dan simbol kemerdekaan RI, Masjid Istiqlal menjadi tempat bersatunya umat saling menghargai, penuh kasih dan betoleransi.
Menara Masjid Setinggi 6.666 cm
Masjid Istiqlal mempunyai tinggi menara 6.666 cm sesuai dengan jumlah ayat yang terdapat pada Al-Quran. Saat pembangunan awal Istiqlal, fungsi dari menara ini sebagai tempat mengumandangkan adzan. Saat ini fungsi menara tidak lagi menjadi pengumandang adzan, melainkan digunakan untuk pengeras suara agar suara adzan menggema di sekitar masjid.
Kubah Berdiameter 45 Meter yang Memiliki Arti Tahun Kemerdekaan
Istiqlal memiliki kubah dengan diameter 45 meter. Bukan hanya sembarang ukuran yang digunakan untuk membuat kubah. Diameter kubah berukuran 45 meter memiliki arti sebagai tahun kemerdekaan Indonesia.
Memiliki Tujuh Pintu dengan Fungsi yang Berbeda
Masjid Istiqlal memiliki tujuh pintu yang melambangkan tujuh lapis langit dalam ajaran Islam. Nama dari masing-masing pintu memiliki nama sesuai Asmaul Husna. Diantaranya pintu utama bernama As Salam, Al Fattah, A Rozzaq dan Al Quddus, Al Ghaffar, Al Malik, Ar Rahman yang memiliki fungsi tersendiri.
Pintu yang bernama Al Malik berfungsi sebagai pintu VVIP untuk presiden, wakil presiden, dan tamu negara. Selain itu pintu utama bernama Al Fattah berhadapan langsung dengan Gereja Katredal. Pintu ini difungsikan untuk pintu masuk masyarakat umum.
