Konten dari Pengguna

5 Fakta Masjid Istiqlal yang Jarang Diketahui

Light News

Light News

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Light News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto udara renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Hari ini merupakan 40 tahun diresmikannya Masjid Istiqlal yang diresmikan pada 1978. Masjid yang dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia ini memiliki keindahan arsitekturnya yang mengundang decak kagum.

Berikut beberapa 5 fakta mengenai masjid Istiqlal yang jarang diketahui.

  1. Masjid Istiqlal Dirancang Oleh Seorang Anak Pendeta

Masjid Istiqlal dibangun oleh seorang anak pendeta bernama Friedrich Silaban. Kisahnya bermula pada tahun 1955, Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno membuat sayembara desain maket Masjid Istiqlal. Sebanyak 30 arsitek yang mengikuti sayembara tersebut, namun hanya 22 arsitek yang lolos persyaratan. Friedrich menjadi pemenang sayembara dengan julukan “By the Grace of God” oleh Bung Karno.

Sejumlah pekerja memasang panel listrik tenaga surya di atap Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
  1. Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1953, Wahid Hasyim, Anwar Tjokroaminoto, Agus Salim, serta masyarakat sekitar saling membantu dalam pembangunan masjid sebagai simbol kemerdekaan Republik Indonesia. Nama Istiqlal disepakati karena memiliki arti kemerdekaan dalam bahas Arab.

Banyak berbagai macam kegiatan umat Islam di Masjid Istiqlal. Selain menjadi tempat bertemunya muslim dari berbagai kalangan dan simbol kemerdekaan RI, Masjid Istiqlal menjadi tempat bersatunya umat saling menghargai, penuh kasih dan betoleransi.

Masjid Istiqlal Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
  1. Menara Masjid Setinggi 6.666 cm

Masjid Istiqlal mempunyai tinggi menara 6.666 cm sesuai dengan jumlah ayat yang terdapat pada Al-Quran. Saat pembangunan awal Istiqlal, fungsi dari menara ini sebagai tempat mengumandangkan adzan. Saat ini fungsi menara tidak lagi menjadi pengumandang adzan, melainkan digunakan untuk pengeras suara agar suara adzan menggema di sekitar masjid.

Foto udara renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
  1. Kubah Berdiameter 45 Meter yang Memiliki Arti Tahun Kemerdekaan

Istiqlal memiliki kubah dengan diameter 45 meter. Bukan hanya sembarang ukuran yang digunakan untuk membuat kubah. Diameter kubah berukuran 45 meter memiliki arti sebagai tahun kemerdekaan Indonesia.

Foto udara pekerja mengecat lapisan anti bocor pada kubah Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (28/1). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
  1. Memiliki Tujuh Pintu dengan Fungsi yang Berbeda

Masjid Istiqlal memiliki tujuh pintu yang melambangkan tujuh lapis langit dalam ajaran Islam. Nama dari masing-masing pintu memiliki nama sesuai Asmaul Husna. Diantaranya pintu utama bernama As Salam, Al Fattah, A Rozzaq dan Al Quddus, Al Ghaffar, Al Malik, Ar Rahman yang memiliki fungsi tersendiri.

Pintu yang bernama Al Malik berfungsi sebagai pintu VVIP untuk presiden, wakil presiden, dan tamu negara. Selain itu pintu utama bernama Al Fattah berhadapan langsung dengan Gereja Katredal. Pintu ini difungsikan untuk pintu masuk masyarakat umum.

Pengamanan Masjid Istiqlal. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)