PBB Upayakan Mediasi Houthi dan Arab Saudi untuk Redakan Konflik Yaman

Mahasiswa Universitas Sriwijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Lovenia zahrah Shaffa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mendorong upaya diplomasi untuk meredakan konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi di Yaman. Melalui utusan khususnya, PBB berupaya memfasilitasi dialog antara kedua pihak guna menghentikan eskalasi konflik yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari laporan video AWANI berjudul Tindakan Ketenteraan Tidak Akan Selesaikan Konflik Yaman – PBB, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa pendekatan militer tidak cukup untuk menyelesaikan konflik Yaman. Ia mendorong seluruh pihak untuk mengintensifkan upaya diplomatik dan membuka ruang perundingan demi mencegah konflik semakin meluas.
Guterres juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan internasional dan pasokan energi global.
Di tengah situasi tersebut, PBB turut mengecam serangan kelompok Houthi yang menyasar infrastruktur sipil di Arab Saudi. Guterres mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan dialog sebagai jalan menuju penyelesaian konflik.
Upaya Mediasi di Tengah Konflik Berkepanjangan
Konflik Yaman telah berlangsung sejak 2014, ketika kelompok Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa. Pada 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk menghadapi kelompok tersebut. Konflik ini kemudian berkembang menjadi krisis politik, keamanan, dan kemanusiaan yang berkepanjangan
Upaya diplomasi sebenarnya telah dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk keterlibatan PBB dan Oman dalam memfasilitasi komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai. Pada April 2023, utusan Arab Saudi dan Oman juga mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Houthi di Sanaa untuk membahas penghentian permusuhan dan langkah menuju perdamaian. Pembicaraan tersebut berjalan seiring dengan upaya perdamaian yang dipimpin PBB. (Al Jazeera, 9 April 2023).
Meski demikian, proses perdamaian menghadapi tantangan karena perbedaan kepentingan politik dan keamanan di antara pihak-pihak yang terlibat. Karena itu, mediasi tidak hanya diperlukan untuk menghentikan serangan, tetapi juga untuk membangun kesepakatan politik yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait.
Penyelesaian Politik Jadi Kunci Perdamaian
PBB menilai penyelesaian melalui negosiasi merupakan langkah penting untuk mencegah konflik Yaman semakin memburuk. Selain mengancam keamanan kawasan, konflik berkepanjangan juga memperparah penderitaan masyarakat sipil yang terdampak kekerasan dan krisis kemanusiaan.
Keberhasilan mediasi akan bergantung pada kesediaan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri, membangun kepercayaan, dan menjalankan komitmen yang disepakati. Keterlibatan aktor internasional juga diharapkan dapat membantu menciptakan ruang dialog yang lebih inklusif.
Dengan demikian, upaya PBB dalam memediasi Houthi dan Arab Saudi menjadi bagian penting dari pencarian solusi damai di Yaman. Dialog dan negosiasi diharapkan tidak hanya menghentikan eskalasi konflik, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya stabilitas dan perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
