Peran Pesantren Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Mahasiswa UNPAM
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Lutfi Ashyari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mutu pendidikan merupakan suatu konsep yang multidimensi dengan komponen-komponen yang berbeda-beda. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa kualitas adalah pemenuhan kebutuhan pelanggan, perbaikan terus-menerus, pengakuan dan penghargaan, kepemimpinan, kerja tim, dan pengukuran pemecahan masalah. Pendidikan berkualitas diperlukan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di semua negara. Oleh karena itu, akses terhadap layanan pendidikan saja tidak cukup tetapi harus dibarengi dengan pencapaian pendidikan yang berkualitas. Namun mutu pendidikan yang diselenggarakan suatu lembaga dapat berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor, yaitu sistem belajar mengajar, program yang diberikan, kualitas guru, dan lingkungan belajar yang disediakan.
Kebijakan pendidikan gratis identik dengan penghapusan biaya pengguna layanan pendidikan. Biaya layanan pendidikan yang dihilangkan bervariasi antar negara, termasuk biaya pembelajaran, ujian, buku pelajaran, seragam, dan biaya lainnya. Sebagian besar negara yang menerapkan kebijakan pendidikan gratis fokus pada pendidikan dasar karena lebih mudah diakses oleh masyarakat miskin dibandingkan pendidikan menengah atau tinggi. Jika negara tidak menerapkan kebijakan pendidikan gratis atau menyediakan sumber daya yang memadai untuk sekolah, maka sekolah harus meningkatkan sumber dayanya melalui biaya mandiri.
Peranan pondok pesantren dalam meningkatkan mutu pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu kode yang menggambarkan proses pembelajaran berlangsung secara unggul, memadai, dan memberikan manfaat bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik sehingga terjadi perubahan efektifitas rangsangan yang menyebabkannya. Kualitas pembelajaran dilihat pada hasil, proses, dan masukan pembelajaran. Pesantren memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga efektifitas mutu pendidikan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat di masyarakat muslim Indonesia, pesantren mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya serta memiliki model pendidikan multi aspek. Pesantren juga berperan sebagai pembaharu paham keagamaan dan dapat menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan inspirator, motivator, dan dinamisme dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan daerah di bidangnya masing-masing.
Dalam konteks ini, Pondok Pesantren Al Qonitin, Alia Islamic School, Tangerang Banten memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan berbasis agama yang tidak hanya mengajarkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab, baik dalam aspek sosial maupun lingkungan. Sebagai lembaga yang mendidik generasi muda dalam kerangka moralitas dan akhlak, pesantren dapat berperan besar dalam menanamkan kesadaran mutu pendidikan kepada para santri, agar mereka tumbuh menjadi individu yang tidak hanya paham agama, tetapi juga peduli terhadap masyarakat yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dihadirkan untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui program "Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Pendidikan Gratis Serta Tantangan dan Solusi di SMA", di Pondok Pesantren Al Qonitin, Alia Islamic School, Tangerang Banten, diharapkan dapat memberikan pendekatan yang lebih kreatif dan praktis dalam menghadapi permasalahan pendidikan gratis.
Beberapa alasan mengapa program ini penting dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Qonitin, Alia Islamic School Tangerang Banten adalah sebagai berikut:
1) Menciptakan Generasi Terpelajar
Generasi penerus bangsa sepatutnya mencakup generasi yang penuh integritas tinggi, mandiri, berkompeten, mampu menciptakan inovasi, dan terpelajar. Hal ini tidaklah luput dari peranan besar lewat bidang pendidikan di suatu negara. Di mana dapat melahirkan generasi muda-mudi masa depan yang terpelajar. Untuk itu, jika terlaksananya penerapan pendidikan gratis secara masif. Maka, akan lahirlah penerus-penerus bangsa yang terpelajar yang di mana dapat bersaing dengan negara-negara lain, menumbuhkan perekonomian negara, dan mampu mengikuti pesatnya perkembangan zaman. Untuk itu bidang pendidikan harus didukung secara penuh oleh pemerintah agar menciptakan generasi bangsa di masa depan yang lebih baik.
2) Membuka Akses Pendidikan Untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pendidikan juga harus dapat secara menyeluruh dengan mudahnya diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. Tidak ada kalangan elit dan kaya saja yang hanya dapat mengenyam pendidikan. Sedangkan, kalangan menengah ke bawah dan miskin, tidak dapat mengakses pedidikan hingga tuntas. Kesenjangan pada dunia pendidikan tidak boleh ada, melainkan haruslah kesetaraan pendidikan dijunjung setinggi-tingginya. Seluruh anak-anak bangsa harus dengan mudah merasakan, mendapatkan, mengakses, dan memudahkan untuk dapat mengenyam pendidikan di sekolah. Untuk itu, terlaksananya dalam penerapan pendidikan gratis ini dapat memberikan ruang sepenuhnya kepada setiap kalangan dan golongan masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan dengan mudah.
3) Menunjang Terlaksananya Wajib belajar
Salah satu program yang telah di lakukan oleh pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia ialah progam wajib belajar selama 12 tahun. Ini merupakan langkah dalam membangun generasi penerus bangsa Indonesia, bahwasanya setiap masyarakat harus dapat mengenyam pendidikan selama selama wajib belajar yaitu 12 tahun. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menamatkan pendidikan wajib belajar ini dikarenakan oleh faktor biaya. Menurut Badan Pusat Statistik Pendidikan 2023 tercatat sebanyak 14,21% tidak melanjutkan jenjang pendidikan sekolah menengah. Bahkan, untuk masyarakat yang melanjutkan tingkat SMA saja tercatat hanya 76,33% yang melanjutkan pendidikannya. Untuk itu, pendidkan gratis dibarengi dengan program wajib belajar ini dapat memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan hingga tamat sekolah. Ditambah, dengan adanya pendidikan gratis dapat membantu seluruh kalangan masyarakat yang kurang mampu untuk dapat mengakses program wajib belajar dengan mudah.
4) Menciptakan Negara Dengan SDM Berintegritas Tinggi
Jika penerapan pendidikan gratis ini secara masif diterapkan, maka akan menimbulkan pengaruh baik bagi kemajuan negara. Sebab, sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas tinggi dapat menghasilkan bibit-bibit unggul demi meneruskan pertumbuhan negara. Oleh sebab itu, kemajuan suatu pendidikan di suatu negara terlihat pada intregitas sumber daya manusianya. Apakah sumber daya manusia (SDM) tersebut telah memiliki wawasan tinggi, cerdas, mandiri, mampu berinovasi, mengembangkan potensi, dan mampu bersaing dengan peradaban zaman yang sangat cepat.
Pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk "Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Pendidikan Gratis Serta Tantangan dan Solusi di SMA” memiliki manfaat yang sangat signifikan, baik bagi santri, lingkungan pesantren, maupun masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Qonitin, Alia Islamic School Tangerang Banten. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, tidak hanya mengajarkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam mencetak generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keadaan pendidikan di masyarakat. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan kreativitas generasi muda dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks. Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi setiap orang. Tidak seorang pun terlahir ke dunia mengetahui segala sesuatu. Bahkan, yang sudah hidup puluhan tahun pun belum tentu memiliki pengetahuan tersebut. Perlu proses yang panjang serta tekad yang kuat agar seseorang mampu memiliki pengetahuan guna mengembangkan kehidupannya.
Tentu, perlu kecukupan finansial yang mengiringi proses panjang tersebut. Hingga kini, kekurangan biaya menjadi salah satu persoalan besar dalam dunia pendidikan. Salah satunya di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 sebanyak 83,7 ribu siswa dari semua jenjang pendidikan di Indonesia mengalami putus sekolah. Kendati jumlah tersebut menurun dari tahun-tahun sebelumnya, namun masih jauh dari kata sedikit bagi bangsa yang menerapkan wajib belajar bagi rakyatnya. Data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) menyebutkan, 76% keluarga dari jumlah tersebut mengaku anaknya putus sekolah karena himpitan ekonomi. 67% di antaranya tidak mampu mengeluarkan biaya sekolah, sedangkan 8,7% sebagai tulang punggung keluarga yang harus mencari nafkah. Hal ini, merupakan catatan penting bagi bangsa Indonesia. Sesuai amanat konstitusi, pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan pemerintah harus membiayainya. Hal itu, sebagaimana termaktub pada Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Begitupun ayat (2) pasal tersebut menyatakan “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Amanat serupa juga tertuang dalam Pasal 34 ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2003. UU tersebut menyebutkan bahwa “Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya”. Terlebih lagi, Indonesia menggalakkan program wajib belajar nasional 9 tahun. Dan beberapa daerah sesuai peraturan daerahnya menetapkan wajib belajar 12 tahun.
Berdasarkan aturan-aturan tersebut, jelas bahwa setiap warga Negara Indonesia tidak perlu merogoh kocek demi mendapatkan pendidikan yang layak. Selain memudahkan siswa dengan ekonomi rendah mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan gratis memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena generasi penerus bangsa nantinya sudah mendapatkan pendidikan. Tak hanya itu, pendidikan gratis juga dapat mengurangi pengangguran lantaran generasi muda sudah siap dengan dunia kerja berbekal kemampuan yang mumpuni. Salah satu cita-cita nasional bangsa Indonesia juga terwujudkan dengan adanya pendidikan gratis, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
