SITAHFIZ, Inovasi Digital MIN 1 Merangin Memperkuat Pembinaan Hafalan Al-Qur'an

Pendidik, Kepala Madrasah, Penulis, Peneliti Pendidikan, Penggerak Inovasi Madrasah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari M Zhaharil Fikri (Cikgu Fikri) tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SITAHFIZ, sistem informasi tahfiz MIN 1 Merangin, mendukung digitalisasi pendidikan dan pemantauan hafalan Al-Qur’an siswa.
MIN 1 Merangin terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung layanan pendidikan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah SITAHFIZ (Sistem Informasi Tahfiz), sebuah sistem digital yang dirancang untuk membantu pengelolaan dan pemantauan Program Tahfiz Juz 30 di madrasah.
Penggunaan SITAHFIZ menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk menghadirkan pengelolaan program tahfiz yang lebih tertib, terdokumentasi, dan mudah dipantau. Sistem ini dikembangkan dengan pendekatan sederhana sehingga dapat membantu guru pembimbing dalam mencatat perkembangan hafalan sekaligus membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak di rumah.
Melalui dashboard SITAHFIZ, informasi program dapat disajikan secara lebih terstruktur. Data peserta, perkembangan hafalan, pembinaan, murojaah, serta sertifikat dapat dikelola dalam satu sistem. Program juga mengakomodasi pembinaan Surah Al-Fatihah dan Juz 30 sebagai bagian dari target pembelajaran Al-Qur’an peserta didik.
Kepala MIN 1 Merangin, M. Zhaharil Fikri, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa digitalisasi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memperkuat proses pembinaan. “Teknologi hanyalah alat. Yang paling utama tetap keteladanan guru, kesungguhan siswa, dan dukungan orang tua. SITAHFIZ kita hadirkan agar proses pembinaan dan pemantauan hafalan menjadi lebih tertib dan mudah dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung tujuan pendidikan madrasah. Teknologi diharapkan tidak menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai keagamaan, tetapi justru menjadi sarana yang membantu mereka semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, guru pembimbing menjadi bagian penting dalam proses pencatatan dan pembinaan hafalan. Sementara itu, orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pemantauan dan pendampingan murojaah di rumah. Dengan demikian, terbentuk sinergi antara madrasah, guru, peserta didik, dan keluarga.
SITAHFIZ juga diarahkan bukan sekadar sebagai aplikasi administrasi. Sistem ini diharapkan menjadi instrumen pendukung budaya pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Dokumentasi perkembangan hafalan dapat membantu guru melakukan evaluasi dan menentukan tindak lanjut pembinaan sesuai kebutuhan peserta didik.
Pengembangan SITAHFIZ merupakan salah satu bentuk komitmen MIN 1 Merangin untuk menghadirkan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap kuat dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter. Digitalisasi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan budaya membaca, menghafal, memahami, dan mencintai Al-Qur’an.
Dengan langkah tersebut, MIN 1 Merangin berupaya membuktikan bahwa transformasi digital di madrasah tidak harus meninggalkan nilai-nilai tradisi pendidikan Islam. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk membuat pembinaan Al-Qur’an lebih terarah, terdokumentasi, dan melibatkan lebih banyak pihak.
