Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Guilt Trip: Sering Terjadi, Sering Tak Disadari
24 Desember 2020 13:48 WIB
Tulisan dari made ramaditya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

APA ITU GUILT TRIP?
ADVERTISEMENT
Pernahkah kalian merasa bersalah atau merasa mengecewakan orang lain padahal kalian tidak berbuat kesalahan apapun?, atau jangan-jangan kalian pernah atau sering membuat orang merasa seperti itu?. Tingkah laku yang seperti itu ternyata ada namanya loh yaitu Guilt Trip. Secara umum Guilt trip adalah bentuk komunikasi yang digunakan oleh seseorang untuk menyebabkan rasa bersalah kepada korbannya dengan memberikan pengaruh secara emosional yang bertujuan memanipulasi korban dan memenuhi keinginan pelaku guilt trip. Ketika seseorang merasa ia membuat kesalahan ia cenderung termotivasi untuk menebus kesalahan dan berbuat lebih baik kedepannya. Kecenderungan manusia yang seperti itulah yang secara tidak langsung dimanfaatkan oleh seseorang untuk melakukan guilt trip kepada orang lain. Guilt trip masih sangat sering terjadi di keseharian kita karena banyak dari kita yang belum mengetahui apa itu guilt trip.
ADVERTISEMENT
GUILT TRIP ITU YANG KAYA GIMANA ?
Guilt Trip dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dalam hubungan apa saja. Guilt trip cenderung terjadi di dalam hubungan yang melibatkan hubungan emosional dan afeksi antara pelaku dan korbannya karena apabila tidak terdapat hubungan yang dekat antara pelaku dan korban maka korban akan lebih mudah menyadari bahwa ia sedang dimanipulasi dan tidak akan muncul perasaan bersalah yang diharapkan oleh pelaku. Dalam hubungan keluarga, kita dapat melihat contoh guilt trip seperti apabila disaat seorang anak memiliki jadwal rapat organisasi di suatu hari dan kebetulan di hari tersebut keluarga besarnya akan datang ke rumah, kemudian disaat anak tersebut memberi tahu kepada orang tua nya ia tidak bisa ikut berkumpul, orang tuanya berbicara “loh kok gitu, mereka jauh jauh loh datang kesini kamunya malah ngga ada”. Setelah itu kamu merasa tidak enak dan memutuskan untuk izin rapat organisasi agar bisa berkumpul dengan keluarga. Dalam hubungan pertemanan kamu dapat melihat contohnya disaat kamu sedang berkumpul dengan teman-teman mu kemudian disaat kamu ingin pulang ke rumah kebetulan teman kamu ada yang baru datang dan ia berkata “eh masa aku datang kamu malah pulang sih! Padahal kan aku udah sempetin waktu buat kumpul sama kalian semua”. Kemudian akhirnya kamu memutuskan untuk tidak jadi pulang kerumah saat itu. Selain itu, guilt trip juga sangat sering terjadi di dalam hubungan percintaan, tak jarang guilt trip dalam hubungan percintaan dikaitkan dengan sifat posesif seseorang seperti disaat kamu ingin menghabiskan waktu dengan sahabat kamu kemudian pasangan kamu berkata “oh jadi kamu lebih milih sahabat kamu daripada aku” dan membuat kamu membatalkan bermain dengan sahabat kamu. Namun, guilt trip juga bisa digunakan seseorang untuk melakukan hal-hal negatif dengan pasangannya seperti dengan kalimat seperti “katanya kamu sayang sama aku, kalo kamu sayang sama aku harusnya kamu mau aku cium”. Guilt trip di dalam hubungan percintaan sangatlah berbahaya dan cenderung berujung pada toxic relationship dan lebih parahnya kamu bisa kehilangan teman-teman mu karena kamu yang terus menerus terikat dengan pasanganmu. Dari berbagai hubungan dan contoh yang sudah diberikan, kita dapat melihat kesamaan yaitu pelaku akan memberikan pernyataan-pernyataan yang membuat korban merasa bersalah, tidak enak hati, dan mengecewakan pelaku padahal sebenarnya korban tidak bersalah sama sekali. Pada akhirnya, karena perasaan yang dirasakan korban tadi, korban akan menuruti keinginan pelaku.
ADVERTISEMENT
BAGAIMANA CIRI-CIRI ORANG YANG MELAKUKAN GUILT TRIP ?
Agar kamu bisa menghindari menjadi korban guilt trip kamu tentunya harus tau ciri-ciri kalau orang mau melakukan guilt trip ke kamu. Berikut ini adalah beberapa ciri-cirinya
1. Pelaku guilt trip biasanya menyebutkan usaha dan kerja keras yang mereka lakukan agar membuat kamu merasa usaha kamu kurang
2. Pelaku guilt trip akan mengeluarkan komentar yang bersifat sarkas tentang situasi yang sedang dihadapinya
3. Pelaku guilt trip lebih memfokuskan permasalahan yang sedang dihadapi oleh ia dan kamu ketimbang usaha yang sudah kamu lakukan.
4. Pelaku guilt trip akan melakukan silent treatment kepada kamu
5. Pelaku guilt trip cenderung tidak memperlihatkan keinginan untuk memperbaiki situasi dengan sendirinya
ADVERTISEMENT
6. Pelaku guilt trip biasanya menggunakan bahasa tubuh untuk memberikan isyarat tidak puas dengan keadaan
7. Pelaku guilt trip juga umumnya akan mengeluarkan kalimat yang bertujuan untuk mempengaruhi emosi kamu seperti “kamu ga ingat dulu aku pernah lakuin apa aja buat kamu?”
Namun, perlu diketahui juga bahwa terkadang tingkah laku yang ditunjukkan di ciri-ciri diatas bisa saja hanya tingkah laku yang biasa dilakukan saat seseorang merasa tidak senang dengan situasi yang dialaminya. Tetapi, apabula tingkah laku tersebut sudah sering terjadi dan cenderung membentuk pola barulah kamu bisa menyatakan orang tersebut melakukan guilt trip.
APA DAMPAK GUILT TRIP ?
Korban dari guilt trip yang terus menerus akan mengalami perasaan lelah secara emosional dan merasa tidak berharga dimata orang lain terutama dimata pelaku guilt trip. Selain itu guilt trip akan mengakibatkan hilangnya komunikasi yang sehat antar dua belah pihak, hilangnya penyelesaian masalah yang baik, dan bisa menimbulkan perasaan kebencian dan frustasi.
ADVERTISEMENT
APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA ORANG DISEKITARKU SERING ATAU SESEKALI MELAKUKAN GUILT TRIP?
Cara terbaik yang bisa dilakukan oleh kamu apabila ada orang disekitar kamu yang melakukan guilt trip adalah dengan menyadarkannya bahwa ia melakukan guilt trip dan minta untuk mengubah kebiasaannya tersebut. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu :
1. Beritahu orang tersebut bahwa kamu paham bahwa tujuan dari guilt trip yang dilakukan oleh orang tersebut adalah sesuatu yang penting baginya.
2. Jelaskan kepada orang tersebut bahwa dengan melakukan guilt trip untuk memenuhi keinginannya, meskipun kamu menuruti keinginannya kamu merasa kesal, bahkan dapat berujung dengan kamu menjauh darinya.
3. Mintalah kepadanya untuk mengekspresikan keinginannya secara langsung dan dengan cara tersebut kamu akan merasa senang menuruti keinginannya dan bahkan apabila kamu tidak dapat menuruti keinginannya kamu akan memberikan respon yang lebih positif dibandingkan dengan menggunakan guilt trip.
ADVERTISEMENT
4. Apabila orang tersebut sudah menyadari dan memiliki niat untuk berubah maka kamu harus bersikap baik dan sabar. Dengan sikap baik dan sabar yang kamu tunjukkan akan lebih memotivasi orang tersebut untuk berubah.
5. Perlu diingat, mengubah sikap bukanlah perkara mudah dan dalam prosesnya terkadang sikap yang ingin dirubah tersebut akan muncul kembali. Jadi, apabila disaat ia menjalani proses merubah sikap guilt trip da ia kembali melakukan guilt trip, kamu harus memberikannya pengingat secara baik-baik kepadanya seperti dengan kalimat “kenapa kamu kaya gitu lagi? katanya kamu mau berubah”. Dengan begitu, ia akan teringat dengan komitmen merubah sikap guilt tripnya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guilt trip merupakan suatu tindakan yang tidak baik. Bagi kamu yang merasa sering melakukan guilt trip, usahakanlah untuk tidak lagi melakukannnya karena kamu bisa saja jadi tidak disukai oleh orang-orang disekitar kamu dan bagi kamu yang merasa menjadi korban dari guilt trip maka cobalah lakukan langkah-langkah diatas untuk mengubah orang-orang disekitar kamu yang melakukan guilt trip.
ADVERTISEMENT
Referensi :
https://www.healthline.com/health/relationships/guilt-trip#when-to-get-help
https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201305/7-ways-get-out-guilt-trips