Konten dari Pengguna

Grebeg Gethuk, Merayakan Ulang Tahun Kota Magelang Dengan Yang ‘Manis-Manis’

Maghfira I'zzani Ramadhani Manaf

Maghfira I'zzani Ramadhani Manaf

Nama saya Maghfira I'zzani. Mahasiswa aktif angkatan 2023 di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Gemar menulis sebagai freelancer.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maghfira I'zzani Ramadhani Manaf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

GREBEG GETHUK. Grebeg Gethuk akan diadakan di alun-alun Kota Magelang pada Minggu (28/4/2024). Foto: Ist/Pemkot Magelang
zoom-in-whitePerbesar
GREBEG GETHUK. Grebeg Gethuk akan diadakan di alun-alun Kota Magelang pada Minggu (28/4/2024). Foto: Ist/Pemkot Magelang

Singkong Jadi Primadona di Masa Penjajahan

Bayangin deh, jaman dulu pas Indonesia dijajah Jepang, beras langka banget. Susah nyarinya, harganya pun mahal. Nah, di Kota Magelang, ada seorang warga Desa Karet bernama Mbah Ali Mohtar yang kreatif. Beliau putar otak, gimana caranya supaya rakyat tetep bisa kenyang. Akhirnya, Mbah Ali bikin olahan singkong yang dikukus, dihaluskan, dan diberi gula merah. Rasanya manis legit, dan jadilah camilan yang sekarang kita kenal sebagai Gethuk. Epic banget ga, sih? Mbah Ali. Lahir dari keprihatinan, menjadi ikon kuliner. Katanya sih, nama "Gethuk" itu berasal dari bunyi "tuk-tuk" saat proses menghaluskan singkongnya.

Lahirnya Grebeg Gethuk

Tahun 2006, seniman-seniman Magelang resah ingin bikin festival budaya yang keren kayak Sekaten atau Labuhan di Jogja. Lahirlah Grebeg Gethuk! Tujuannya sih pengen ngangkat citra Kota Magelang dan melestarikan budayanya. Acara ini diadakan setiap tahun di bulan April, pas hari ulang tahun Kota Magelang.

Kenapa dipilih Gethuk? Soalnya Gethuk itu makanan khas Magelang yang udah terkenal banget. Uniknya, di Grebeg Gethuk ini, ada gunungan yang terbuat dari Gethuk. Bentuk gunungannya pun beda-beda setiap tahun, tergantung tema acaranya. Bayangin aja, di alun-alun Magelang ada gunungan gethuk raksasa yang dihias super keren!

Meriahnya Grebeg Gethuk

Persiapan Grebeg Gethuk dimulai jauh-jauh hari. Gunungan Gethuknya dibikin dulu, dan dua hari sebelum acara, rangka gunungannya udah harus selesai. Selain itu, ada juga persiapan lain kayak setting tempat dan sound system.

Pas hari H, sebelum upacara dimulai, sembari menunggu tamu undangan datang ada pertunjukan tari lokal Magelang seperti tari topeng ireng di Alun-Alun. Rame banget pokoknya!.

Upacaranya dimulai dengan pembacaan sejarah Kota Magelang dan tarian-tarian tradisional. Lalu, keluarlah Gunungan Palawija dari semua kelurahan di Magelang.

Puncak acaranya adalah "grebeg" Gethuk itu sendiri. Kalau kata orang britania timur, ini jadi main event-nya. Masyarakat yang sudah membanjiri area alun-alun menunggu aba-aba. Tepat saat aba-aba "Ayo Gethuke Digrebeg!", masyarakat langsung berlarian dengan gembira berebut Gethuk dari gunungan. Dengan backsound gamelan yang meriah. Para warga ngeloot Gethuk sebanyak yang mereka mampu. Gak sampe semenit, Gethuknya langsung ludes sisa tulang alias kerangkanya doang, emejing.

Lebih dari Sekedar Festival, Grebeg Gethuk Penuh Makna

Grebeg Gethuk bukan cuma seru-seruan aja, lho. Ada banyak sekali makna di baliknya. Gethuk melambangkan kesederhanaan, kemasyarakatan, kebersamaan, dan kerakyatan. Gethuk telah dikenal luas oleh semua orang, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, dari berbagai agama, tinggi maupun rendah. Festival ini jadi cara untuk menyatukan orang-orang di Magelang dan mempromosikan kotanya sebagai tujuan wisata.

Penasaran apa aja nilai-nilai yang terkandung di balik tradisi ini? Yuk, simak bareng!

  1. Grebeg Gethuk bikin kita makin kompak, saling bahu-membahu kayak superhero. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang kental banget.

  2. Gak peduli beda-beda, di Grebeg Gethuk kita sama-sama. Tradisi ini mempersatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan, menciptakan kehidupan yang rukun dan damai. Yang terpenting sih, dapet Gethuk gratis hehe.

  3. Grebeg Gethuk jadi wadah bagi pemeluk agama yang berbeda untuk bersatu dan saling menghormati. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama makin kuat deh.

  4. Grebeg Gethuk membuka peluang usaha bagi banyak orang. Kegiatan berjualan di sekitar acara bikin cuan makin melimpah, terutama buat masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. Dompet makin tebal.

  5. Belajar sambil seru-seruan. Grebeg Gethuk gak cuma asik, tapi juga edukatif. Tradisi ini jadi media untuk mengenalkan sejarah dan budaya Kota Magelang kepada masyarakat. Cinta tanah air dan budaya bangsa pun makin tumbuh.

  6. Grebeg Gethuk ngajarin kita tentang nilai-nilai penting kayak kerukunan, kebersamaan, dan persatuan. Cocok banget nih buat bekal hidup.

  7. Magelang makin kece! Grebeg Gethuk jadi daya tarik wisata yang luar biasa. Wisatawan dari berbagai daerah berbondong-bondong datang untuk merasakan kemeriahan dan keunikan tradisi ini. Promosi budaya dan tradisi Kota Magelang pun makin mendunia, ini selaras dengan tujuan awal Grebeg Gethuk itu sendiri.

Buat kamu yang pengen wisata budaya seru dan penuh makna, wajib dateng ke Grebeg Gethuk! Gak cuma bisa nikmatin gethuk lezat, kamu juga bakal belajar banyak tentang sejarah dan budaya Magelang. Pokoknya, pengalaman yang gak terlupakan, well.

Tips Menikmati Grebeg Gethuk:

· Datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik.

· Pakailah pakaian yang nyaman karena kamu akan banyak bergerak.

· Bawalah uang tunai untuk membeli makanan dan minuman.

· Jagalah kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya.

So, tunggu apa lagi? Ayo, rencanakan liburanmu ke Magelang dan rasakan keseruan Grebeg Gethuk!