Konten dari Pengguna
KKN UNIBA Surakarta Inovasi Alat Penabur Pupuk Semi Otomatis dari Pipa Bekas
24 Agustus 2025 16:21 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
KKN UNIBA Surakarta Inovasi Alat Penabur Pupuk Semi Otomatis dari Pipa Bekas
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIBA Surakarta di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, berhasil menciptakan alat penabur pupuk semi otomatis berbahan pipa paralon bekas. Inovasi iniMahendra Prasetya
Tulisan dari Mahendra Prasetya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta yang tengah mengabdi di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada Rabu (20/8) berhasil menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar bagi petani. Mereka menciptakan alat penabur pupuk semi otomatis berbahan pipa paralon bekas, sebagai solusi alternatif untuk mempermudah sekaligus mengefisiensikan proses pemupukan lahan pertanian.
Mahasiswa KKN UNIBA Surakarta 2025 di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali berhasil menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penabur pupuk semi otomatis yang terbuat dari pipa paralon bekas. Inovasi sederhana, murah, dan ramah lingkungan ini dirancang untuk membantu petani Boyolali dalam proses pemupukan lahan pertanian agar lebih efisien, hemat tenaga, dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
Selama ini, sebagian besar petani di Desa Genting masih melakukan proses pemupukan secara manual dengan tangan. Cara ini memakan waktu, membutuhkan banyak tenaga kerja, dan sering kali menghasilkan distribusi pupuk yang tidak merata. Akibatnya, pertumbuhan tanaman tidak seragam dan hasil panen berpotensi menurun.
Selain itu, harga pupuk yang terus meningkat membuat petani dituntut untuk lebih bijak dalam penggunaannya. Ketidakakuratan dalam menabur pupuk dapat mengakibatkan pemborosan sekaligus merusak kualitas tanah dalam jangka panjang.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UNIBA Surakarta tergerak untuk menghadirkan teknologi tepat guna yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan dalam acara Sosialisasi Alat Pertanian yang diselenggarakan oleh KKN Uniba Surakarta di desa Genting.
Proses Pembuatan Alat
Alat penabur pupuk semi otomatis ini dibuat dengan memanfaatkan pipa paralon bekas sebagai bahan utama. Beberapa komponen penyusunnya antara lain:
ADVERTISEMENT
Pipa utama: sebagai pegangan sekaligus saluran jatuhnya pupuk.
Galon bekas: berfungsi sebagai wadah pupuk.
Katup pengatur: terbuat dari mur-baut atau kawat sederhana yang dapat membuka-tutup aliran pupuk.
Selang kecil: saluran penghubung dari wadah ke pipa.
Ujung pipa lancip: berfungsi membuat lubang tempat pupuk ditaburkan.
Proses pembuatannya sederhana, murah, dan dapat ditiru oleh petani secara mandiri.
Cara Kerja
Pupuk dimasukkan ke dalam galon yang terhubung dengan pipa.
Petani berjalan mengikuti barisan tanaman sambil membawa alat.
Ujung pipa ditancapkan ke tanah dekat perakaran tanaman.
Saat tuas katup dibuka, pupuk akan keluar sesuai takaran yang diinginkan.
Setelah cukup, katup ditutup kembali, lalu proses dapat dilanjutkan ke tanaman berikutnya.
Dengan cara kerja ini, pupuk dapat ditaburkan lebih cepat, lebih ringan, dan lebih merata.
ADVERTISEMENT
Keunggulan Alat
Murah: terbuat dari bahan bekas sehingga biaya pembuatan rendah.
Praktis: mudah digunakan oleh petani dari berbagai usia.
Efisien: menghemat waktu dan tenaga dibanding cara manual.
Tepat sasaran: pupuk jatuh langsung ke area perakaran tanaman.
Ramah lingkungan: memanfaatkan barang daur ulang yang biasanya terbuang.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari petani Desa Genting. Mereka menilai alat tersebut sangat membantu mengurangi beban kerja, terutama ketika tenaga kerja harian sulit dicari.
“Selama ini kalau menabur pupuk harus dikerjakan ramai-ramai, makan waktu, dan sering tidak merata. Dengan alat ini lebih cepat dan praktis, bahkan bisa dikerjakan sendiri,” ungkap Jumini salah satu petani setempat. (21/8)
"Terimakasih atas kreativitas dan perhatian Mahasiswa KKN Uniba Surakarta terhadap petani di desa kami." tambah Suyud selaku kasi desa Genting (21/8)
ADVERTISEMENT
Rencana Keberlanjutan
Mahasiswa KKN UNIBA Surakarta tidak hanya berhenti pada pembuatan alat. Mereka juga mengadakan sosialisasi, demonstrasi lapangan, hingga workshop yang melibatkan kelompok tani. Melalui kegiatan ini, petani diajak belajar langsung cara membuat serta menggunakan alat penabur pupuk semi otomatis.
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diperbanyak dan diterapkan secara luas oleh kelompok tani di Desa Genting, bahkan hingga ke wilayah lain di Boyolali. Mahasiswa KKN juga mendorong dukungan dari penyuluh pertanian dan pemerintah daerah agar teknologi tepat guna ini bisa menjadi program berkelanjutan.
Harapan Mahasiswa KKN
“Kami berharap inovasi sederhana ini bisa benar-benar membantu petani, bukan hanya dalam menghemat biaya dan tenaga, tapi juga meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Semoga ini bisa menjadi langkah kecil menuju pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Ketua mahasiswa KKN UNIBA Surakarta.
ADVERTISEMENT
Dengan hadirnya alat penabur pupuk semi otomatis berbahan pipa bekas, mahasiswa KKN UNIBA Surakarta berhasil membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian sosial dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Inovasi sederhana ini bukan hanya meningkatkan efisiensi pertanian, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan desa.

